Korandiva-BLORA.- Dalam rangka memperkuat kapasitas pengelolaan Lumbung Pangan Masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sami Karyo Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Pemasaran dan Keuangan yang diikuti oleh 80 peserta dari berbagai kecamatan, seperti Klagen, Sambong, Tunjungan, dan Todanan, Selasa (14/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program DAK Non Fisik Ketahanan Pangan dan Pertanian Tahun 2025, berdasarkan Peraturan Kepala Bapanas Nomor 1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Ketahanan Pangan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blora, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat desa dalam mengelola keuangan dan memasarkan produk pangan lokal secara transparan dan profesional.

“Melalui pelatihan ini, kita harapkan para pengelola lumbung pangan semakin memahami pentingnya manajemen keuangan yang tertib, akuntabel, dan mampu merancang strategi pemasaran yang efektif agar produk pangan desa memiliki nilai tambah dan daya saing,” ujar Kepala Dinas Pertanian Blora dalam sambutannya.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Syahyuti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang membawakan materi tentang manajemen keuangan dan pemasaran pangan, serta Bapak Janu Muhammad, Direktur PT Sayur Sleman Indonesia, yang berbagi pengalaman praktik pemasaran hasil pertanian berbasis komunitas.
Para peserta antusias mengikuti sesi pelatihan, terutama dalam praktik penyusunan laporan keuangan sederhana dan perancangan strategi pemasaran produk lumbung pangan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan pangan desa yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan. (*)



