TMMD 2026 Digelar di Kradenan, Kodim 0721/Blora Pacu Infrastruktur dan Bedah RTLH

Korandiva-BLORA.— Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora kembali menggerakkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya percepatan pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Program tersebut resmi dibuka melalui upacara di Lapangan Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026).
Pembukaan TMMD dipimpin Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Blora, Agus Puji Mulyono, S.Sos., M.Si. Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, Forkopimcam Kradenan, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLII Dim 0721, Kepala Desa Sumber, serta undangan lainnya.
Dalam amanat Bupati yang dibacakan Agus Puji Mulyono, pemerintah daerah menegaskan TMMD sebagai instrumen kolaborasi lintas sektoral yang menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat desa. Kehadiran TNI disebut bukan sekadar simbol, melainkan penggerak percepatan pembangunan yang menyentuh infrastruktur sekaligus penguatan sosial.

“TMMD merupakan potret nyata sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tema TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa menegaskan bahwa kemajuan nasional bertumpu pada kekuatan desa,” tegasnya.
Pada pelaksanaan tahap ini, Desa Sumber menjadi titik prioritas dengan sasaran fisik berupa pembangunan jalan rabat beton sepanjang 280 meter guna memperlancar akses transportasi warga serta rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik Kasri dan Tarmudji agar memenuhi standar hunian sehat dan aman.
Tak berhenti pada infrastruktur, TMMD juga menggarap program nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi hukum dan kesehatan, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting agar pembangunan tidak berhenti pada proyek fisik, melainkan berlanjut pada penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Pemerintah daerah menekankan bahwa keberhasilan TMMD sangat bergantung pada partisipasi aktif warga. Momentum ini diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya kerja bakti yang kian tergerus serta mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai fondasi ketahanan wilayah.
“Kepada seluruh personel yang bertugas, laksanakan tugas dengan dedikasi tinggi, utamakan faktor keamanan, dan bangun komunikasi harmonis dengan masyarakat,” pungkas Agus. (*)



