28.6 C
Blora

Menjahit Rasa, Menyemai Makna: Paguyuban Setyo Rukun Blora Menyongsong 2026 dengan Kebersamaan dan Inspirasi

Korandiva-BLORA.- Di tengah suasana akhir tahun yang sejuk dan penuh refleksi, Paguyuban Setyo Rukun Blora berkumpul dalam sebuah rapat evaluasi yang tidak sekadar membahas program, tetapi juga meneguhkan kembali nilai kekeluargaan dan kerukunan. Bertempat di Cafe KUMA, Jalan Bayangkara Gang Perdamaian, Nglawiyan, Karangjati, Blora, Rabu (17/12/2025), pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penyegar semangat bagi seluruh anggota.

Nuansa berbeda terasa sejak awal kegiatan. Pilihan lokasi yang santai namun inspiratif menghadirkan atmosfer kebersamaan yang hangat. Di tempat inilah para anggota Paguyuban Setyo Rukun merefleksikan perjalanan program sepanjang 2025, sambil menyiapkan langkah untuk menyongsong Tahun Baru 2026 dengan optimisme.

H. Purwadi, salah satu penggerak paguyuban, menyampaikan bahwa pemilihan Cafe KUMA dimaksudkan untuk menghadirkan suasana baru agar anggota memperoleh inspirasi dan motivasi segar. Ia mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul, mengevaluasi kegiatan, sekaligus mempererat sambungrasa demi menjaga keharmonisan dan rasa kekeluargaan yang telah terbangun.

Tak hanya berbicara program, Purwadi juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi para purna tugas. Ia mendorong anggota agar tetap aktif berolahraga dan berpartisipasi dalam agenda wisata keluarga Paguyuban Setyo Rukun yang direncanakan pada Januari 2026. Baginya, wisata keluarga bukan sekadar rekreasi, melainkan perekat guyub rukun paseduluran saklawase yang menghadirkan kebahagiaan, kedamaian hidup, dan kesehatan tanpa obat.

IMG 20251218 WA0001

Inspirasi lainnya datang dari Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., selaku penasihat paguyuban. Ia mengajak anggota memaknai nama KUMA sebagai akronim Komitmen Untuk Meningkatkan Amalan. Sebuah pesan sederhana namun sarat makna, terlebih di tengah kondisi musim hujan yang rawan bencana hidrometeorologi dan menjelang Tahun Baru 2026 yang, menurut penanggalan Tionghoa, merupakan Tahun Shio Kuda Api—tahun yang diyakini penuh tantangan, perubahan, dan dinamika.

Dalam pesannya, Bambang menekankan pentingnya memperkuat keimanan melalui peningkatan ibadah wajib dan sunah, sekaligus mengamalkan prinsip S3 dalam kehidupan sehari-hari. S3 tersebut meliputi Silaturahmi untuk membangun hubungan harmonis dan keberkahan, Sedekah atau berbagi sebagai jalan menumbuhkan rasa syukur dan solidaritas sosial, serta Stop gibah dan penyebaran hoaks yang berpotensi merusak persatuan dan kerukunan umat.

Kebersamaan dalam rapat evaluasi ini juga diwarnai kepedulian terhadap masa depan daerah. H. Soedayo, SH, menyatakan dukungannya terhadap program Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, SIP., M.Si., yang menargetkan Blora sebagai pusat pengembangan buah nusantara. Ia bahkan menawarkan bibit jambu dersono atau jambu bol secara gratis, yang kebetulan telah tumbuh di lingkungan Cafe KUMA.

Jambu bol dikenal kaya vitamin C dan A, serat, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan, mulai dari meningkatkan imunitas tubuh, melancarkan pencernaan, mengontrol gula darah, hingga menjaga kesehatan jantung dan menstabilkan tekanan darah. Lebih dari itu, Soedayo menegaskan bahwa menanam tanaman merupakan bentuk sedekah jariyah—amal kebaikan yang manfaat dan pahalanya terus mengalir.

Rapat evaluasi Paguyuban Setyo Rukun Blora pun berakhir dengan semangat baru. Bukan hanya catatan program yang dihasilkan, tetapi juga penguatan nilai persaudaraan, kepedulian, dan komitmen untuk terus berjalan bersama, menyongsong tahun yang akan datang dengan hati yang rukun dan penuh harapan. (*)

Berita Terbaru

spot_img

Berita Terkait