Arsip Tag: Sepeda Pancal

Memasuki Tahun Lato-lato, Kelompok Sepeda Pancal BJJ Blora Menggelar Kegiatan Sepeda Santai

BLORA.-

Sinar mentari pada Selasa pagi (17/1/2023) menggugah minat dan semangat serta gairah warga Blora Mustika untuk berolahraga, setelah beberapa hari kabupaten berjuluk kota sate ini diguyur hujan. Tidak ketinggalan, para penggemar sepeda santai yang tergabung dalam kelompok Sepeda Pancal BJJ Blora pun ikut mengayuh pedal.
Kelompok sepeda pancal yang dikomandani H. Soedadyo itu melaksanakan kegiatan sepeda santai dengan mengambil start dari Lapangan Kridosono, Blora. Protap protokol spiritual pun diterapkan dengan membaca doa bersama sebelum berangkat, agar diberikan keselamatan dan kebugaran selama beraktivitas di jalan raya.
Pencerahan pun masih sempat dilakukan oleh mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora itu dengan menyampaikan untaian kata bijak sebagai motivasi mengawali Tahun 2023, dengan harapan kelompok sepeda pancal ini tetap eksis, rukun, damai dan sukses.
Menurut Soedadyo agar sukses dalam memasuki Tahun Lato-lato, hendaknya dapat mengamalkan tujuh langkah sakti.
“Pertama, mengupayakan dalam hidupnya selalu membangun persahabatan dan silaturahmi kepada siapapun dan dimana pun ia berada,” ujar Soedadyo.
Kedua, gemar belajar dari kesalahan dan selalu memperbaiki kekurangan diri serta tidak suka mencari kambing hitam ketika menghadapi persoalan hidup.
Ketiga, setiap melangkah dalam berkiprah selalu dilandasi dengan niat baik dan selalu berbuat kebaikan, benar, jujur serta bermanfaat untuk umat.
“Keempat, mampu mengendalikan tindakan, sikap dan ucapan yang akan merugikan dan menyakitkan hati orang lain,” lanjutnya.
Kemudian, kelima, suka peduli dan berbagi/sedekah/kepyur kepada orang yang kurang beruntung.
Yang keenam, bersikap syukur ketika mendapat nikmat dari Allah dan bersikap sabar ketika mendapat ujian, bencana dan musibah.
Selanjutnya, ketujuh, selalu menebar kasih sayang kepada semua umat tanpa memandang status sosial, ras, suku dan agama. “Stop menebarkan berita berita hoax, fitnah dan memecah belah persatuan kesatuan bangsa,” ajaknya.
Setelah pencerahan yang disampaikan H.Soedadyo, baru dilaksanakan kegiatan bersepeda santai yang rute perjalanan menelusuri jalan-jalan dari desa ke desa dengan panorama yang indah dan meneduhkan hati.
Bahkan dalam perjalanan sepeda santai masih diisi oleh candaan yang menghibur dari peserta gowes.
Salah satu candaan yang menggelitik dan membuat tertawa ucapan ibu Agung dan Bu Lis. “Rajin bersepeda bisa membuat lemu tanpa jamu lan gumuyu marahi rahayu,” ungkapnya.
Inspirasi dari candaan itu berasal dari lagu jenaka nostalgia Ayo Ngguyu dari penyanyi legendaris Waljinah.
Lain halnya ucapan yang disampaikan oleh Sugito yang mantan Kabag Hukum Setda Blora, bahwa bersepeda itu juga dapat mewujudkan 5A, yaitu Awake sehat, Akeh Kancane, Atine Seneng, Awet Uripe dan Ana Gunane.
Selanjutnya kegiatan sepeda santai berakhir di rumah makan murah meriah yang memenuhi gizi ala empat sehat lima sempurna, masih ditambah pelayanan yang ramah penuh etika Jawa.
Sehingga bersepeda bisa untuk refreshing dan menjadikan hidup makin bermakna dan berguna.
“Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi, Kalau umur panjang, Boleh kita berjumpa lagi. Ayo Ngguyu ha ha ha,” ungkapnya menirukan sepenggal syair Ayo Ngguyu dari Waljinah. (*).

“SAMBO” sebagai Jurus Pengendalian Diri dalam Berbangsa dan Bernegara

MENTARI pagi pada Selasa, 16 Agustus 2022 yang bersinar cerah di wilayah Blora, seolah memberi energi pada bendera merah putih untuk berkibar di kawasan perumahan, jalan perkampungan, desa dan sudut Kota Blora. Dengan semangat merah putih pula, anggota klub sepeda pancal di bawah kepemimpinan H. Soedadyo melaksanakan gowes sepeda santai bersama-sama, menelusuri jalan-jalan pedesaan di Bumi Samin.

Start dari Lapangan Kridosono dan finish di rumah makan Bu Arum Sederhana yang dikenal murah meriah dan bercita rasa empat sehat lima sempurna.
Berkibarnya bendera merah putih disertai gerakan umbul-umbul beraneka warna memberi spirit perjuangan dalam mengayubagya HUT ke-77 RI. Segarnya udara di kawasan Kamolan dan indahnya panorama alam di Desa Bangeran menambah kenikmatan hidup dan kesegaran jasmani.
Kenikmatan itu menjadi lengkap setelah para anggota klub sepeda pancal tiba di garis finis yang tidak lain adalah rumah makan sederhana Bu Arum. Di situ telah tersedia berbagai menu makanan, tinggal memilih hidangan yang disukai.
Sambil menikmati hidangan para anggota klub sepeda pancal ngobrol ringan, tema perbincangan bebas seputar berita hangat yang saat ini sedang menjadi buah bibir. Mulai dari berita lomba tujuh belasan yang lucu-lucu, pentas seni, karnaval hingga konten di media sosial tentang HUT ke-77 RI.
Bahkan ada salah seorang peserta sepeda santai bernama Lasman, mantan anggota DPRD Kabupaten Blora yang memberi respon positif dengan memaknai kata “SAMBO” sebagai akronim dalam pengendalian diri, keluarga, masyarakat maupun dalam berbangsa dan bernegara.


Diawali huruf (S): SABAR adalah sebuah sikap dan kemampuan untuk menahan diri dalam menghadapi realita kehidupan cobaan,ujian dan musibah dalam perjalanan hidup.
Orang yang sabar akan berlapang hati dan menyadari bahwa manusia bisa khilaf dan berbuat salah. Dan tak ingin jatuh pada emosi yang tidak terkendali.
Dijelaskan oleh Lasman, para winasis sering mengatakan sabar itu mustkaning laku.Wong sabar jembar rejekine, wong ngalah berkah uripe (Orang sabar banyak rejekinya dan orang mengalah hidupnya berkah).
“Sing Sabar lan ngalah dadi kekasihing Allah (Orang sabar dan ngalah itu akan menjadi kekasih Allah),” tuturnya.
Kemudian huruf (A): ADIGANG, Adigung, Adiguna sebuah sikap yang selalu mengandalkan dan menyombongkan kelebihan yang dimiliki hendaknya dalam hidup sehari hari dapat dikendalikan dan diiliminir. Utamanya hindari pamer kekuatan, kekuasaan dan kepandaian.
(M): MENGHARGAI keberadaan wong cilik jangan melihat sebelah mata. Ingat kita bisa menjadi orang besar, berkuasa dan memiliki jabatan karena juga peran dan kontribusi positif dari wong cilik/staf.
Sehingga jangan pernah memperlakukan orang kecil dengan tindakan yang semena-mena apalagi secara biadab pasti akan menuai balasanNya.
“Mari kita saling menghormati, menghargai dan menjaga persaudaraan dan jangan pernah mengandalkan Aji Mumpung masih jadi orang berkuasa dan hebat,” terangnya.
Selanjutnya (B): BERANI mengadakan instropeksi dan autokritik untuk bahan evaluasi diri. Sehingga mampu memahami kekurangan dan kelebihan yang ada dirinya sendiri, sekaligus sebagai upaya mengendalikan dari sikap-sikap arogansi dan egois.
Terakhir huruf (O): OJO lali Gusti Allah ora sare (jangan lupa Allah tidak pernah tidur).
Sehingga segala tindakan apapun yang telah kita perbuat pasti sudah diketahuiNya. Sehebat rekayasa yang kita lakukan untuk berbuat kejahatan cepat atau lambat pasti akan terungkap.
“Ibarat dalam peribahasa, sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga,” katanya.
Tak terasa obrolan ringan dan pitutur luhur telah membawa kehangatan, kekeluargaan dan kerukunan serta semangat kebangsaan dari para peserta sepeda pancal untuk menyambut HUT ke-77 RI dengan tema Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat dan Sehat Lebih Nikmat Sesarengan Mbangun Blora.
Untuk menumbuhkan etos perjuangan hidup dari para peserta gowes, Soedadyo yang sehari-hari menjabat Sekretaris PWRI Kabupaten Blora dan Ketua Muhammadiyah Kabupaten Blora menuliskan sebuah puisi dengan Judul Bela Negara.
Kobarkan semangat terus membara, Membangkitkan asa bela Negara, Berkorban jiwa serta raga, Usir penjajah dari tanah air kita, Ratusan nyawa pahlawan telah melayang, Mereka dengan gagah berani berperang.
Menebas ketidakadilan walau penuh rintang, Agar tidak ada lagi rakyat yang terkekang,17 Agustus kita telah merdeka, Perjuangan para Pahlawan tak sia-sia.
Terluka parah bahkan hilang nyawa pun rela,Demi melihat generasinya hidup damai sentosa. Dirgahayu Republik Indonesia, Merdeka.