Arsip Tag: Bukber

Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial, Karang Taruna Kabupaten Pati Gelar Buka Puasa Bersama

Korandiva – PATI.– Dalam semangat kebersamaan di bulan Ramadan, Karang Taruna Kabupaten Pati menggelar acara buka puasa bersama yang dirangkai dengan ajang silaturahmi. Acara yang berlangsung di Pendopo Universitas Safin Pati ini dihadiri oleh para perwakilan Karang Taruna dari berbagai kecamatan dan desa di Kabupaten Pati.

Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Pati, H. Saiful Arifin, dalam sambutannya menegaskan peran penting pemuda dalam membangun desa. Ia mendorong sinergi antara Karang Taruna dan pemerintah desa untuk mengoptimalkan potensi kepemudaan dalam berbagai program pembangunan masyarakat.

“Kita harus mampu berkolaborasi dalam menjalankan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemuda bukan hanya sebagai penonton, tetapi harus menjadi aktor utama dalam perubahan dan pemberdayaan desa,” ujar H. Saiful Arifin.

Selain menyoroti pentingnya peran aktif pemuda, ia juga menekankan urgensi menjaga persatuan dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam.

“Jangan sampai perbedaan pandangan atau pilihan politik justru memecah belah persaudaraan. Kita harus lebih mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan toleransi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Karang Taruna Kabupaten Pati juga menegaskan komitmennya untuk memerangi ancaman sosial yang kian marak, seperti penyalahgunaan narkoba dan perjudian daring. Organisasi ini bertekad untuk aktif dalam upaya pencegahan serta sosialisasi bahaya narkoba di kalangan pemuda.

Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Kabupaten Pati berharap dapat mempererat ikatan antaranggota serta meningkatkan kesadaran kolektif mengenai peran pemuda dalam pembangunan sosial.

Kebersamaan yang terjalin di bulan suci ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih solid dan harmonis. (“)

Jadikan Buka Puasa Bersama sebagai Media untuk Saling Berbagi

Oleh: H. Bambang Sulistya,
Mantan Sekda Blora yang sekarang menjabat Ketua PWRI Blora
SELAMA dalam bulan Ramadan 1444 Hijriah, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengeluarkan larangan menggelar kegiatan buka puasa bersama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dasar pertimbangannya, proses penanganan Covid-19 masih dalam transisi dari pandemi menuju endemi sehingga masih diperlukan kehati-hatian dan demi efisien anggaran.
Ternyata keputusan presiden tersebut memunculkan ragam pendapat dan beda penafsiran yang dapat menjadikan suasana Ramadan makin dinamis.
Secara pribadi saya menilai keputusan Presiden sudah tepat dan tidak perlu dicabut. Karena aturan itu hanya diberlakukan terhadap ASN dan pejabat pemerintah yang dalam melaksanakan kegiatan buka puasa bersama (bukber) akan menggunakan anggaran pemerintah.
Ditiadakannya kegiatan bukber maka dana yang tersedia bisa dialihkan untuk membantu masyarakat, utamanya kepada warga yang kurang beruntung.
Dengan melarang kegiatan bukber bagi ASN dan pejabat, berarti presiden telah mengambil kebijakan yang masuk dalam kategori BBC (Bijaksana, Berani dan Cerdas).
Di tengah situasi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan hidup dan menderita  Presiden Jokowi berani mengambil keputusan bijaksana, apalagi di bulan Ramadan ini para pejabat dan ASN dimotivasi untuk melakukan penggalangan dana bagi warga miskin agar bisa berbuka puasa bersama. Kalau langkah itu dapat dilakukan maka akan tercipta silaturahmi antar warga miskin makin meningkat.
Sementara itu budaya kepyur/sedekah/berbagi di bulan suci dari orang-orang yang berkemampuan  seperti para pejabat dan ASN jika dapat digalakkan dapat membuat situasi masyarakat makin kundusif, karena wong cilik bisa menikmati bulan Ramadan dengan rasa suka cita dan penuh rasa syukur.
Buka bersama bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi tren, terutama bagi generasi melenia. Berbagai manfaat ajang berbuka puasa bersama antara lain, Pertama; untuk meningkatkan silahturahmi dan memperkokoh persaudaraan bahkan bisa sebagai perekat kerukunan umat.
Kedua, buka bersama menjadi media dan ruang untuk saling berbagi sekaligus untuk membumikan budaya komunikasi ramah lingkungan yang mampu mencairkan kebuntuan hubungan.
Ketiga, sebagai wahana rekreasi keluarga yang paling murah tapi meriah yang langsung bisa dirasakan dan menghibur.
Selanjutnya keempat, bisa dimanfaatkan buka bersama sebagai ajang reuni dan merayakan hari ulang tahun. Seperti yang kemarin saya lakukan, sambil berbuka puasa dengan keluarga bisa dimanfaatkan untuk merayakan ulang tahun.
Rasanya hidup itu nikmat dan bahagia disaat berbuka puasa bersama bisa merayakan ulang tahun dan berada di tengah keluarga.
Kelima, berbuka puasa bersama mampu menumbuhkan spirit ritual makin berkualitas. Karena selesai berbuka puasa bersama dapat dilanjutkan dengan kegiatan ibadah solat berjamah.
Keenam, mengungkit perekonomian masyarakat karena berbuka puasa bersama dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan pengusaha UMKM melalui pemanfaatan dan pembelian produk-produknya untuk buka puasa bersama.
Ketujuh, berbuka puasa bersama juga bisa sebagai wujud untuk mengamalkan keimanan dalam kehidupan nyata di masyarakat. (*).