Semua tulisan dari Prayitno

Doakan Anggota PWRI Blora yang akan Berangkat Haji, Bambang Sulistya: Harus Selalu Ingat NKRI

BLORA.-

Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Sabtu (17/6/2023) mendatangi rumah salah satu anggota yang akan berangkat menunaikan ibadah haji. Kedatangan pengurus PWRI ke rumah tinggal Sutiyam Sukino di Kelurahan Kunden Kecamatan Blora hari itu diwarnai suasana kekeluargaan, kegembiraan, dan kebahagian tanpa meninggalkan nuansa spiritual.
Sutiyam Sukino yang pernah menjadi guru SD yang salah satu muridnya adalah Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto itu merupakan calon haji 2023 dari Kabupaten Blora.
Mengawali kegiatan silaturahmi, Ketua PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya mengucapkan puji syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Bijaksana atas rencana keberangkatan Sutiyam untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
Disamping itu, mantan Sekda Blora itu juga mengukapkan rasa kegembiraan dan kebanggaan dari seluruh teman-teman PWRI karena Sutiyam mendapat kesempatan istimewa menjadi tamu Allah ke Baitullah.
Guna memantapkan langkah untuk melaksanakan ibadah haji, Bambang Sulistya mempersilakan kepada H. Soedadyo untuk memimpin doa bersama agar Sutiyam diberi kesehatan, kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji dan pulangnya haji diberi keselamatan serta mendapatkan anugrah haji mabrur.
Doa bersama yang dipimpin oleh mantan kepala Dinas Tenaga Kerja ,Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora itu berlangsung secara khusuk dan penuh rasa iklhas mudah mudahan diijabah oleh Allah.
Selesai doa bersama, Bambang Sulistya menitipkan jimat kepada Sutiyam berupa sebuah Akronim NKRI agar dapat dijadikan spirit kesuksesan dalam melakukan ibadah haji di tanah haram.
NKRI disini bukan harga mati namun NKRI harus Mukti yang maknanya akronim, (N)-Niat untuk melaksanakan ibadah haji harus ikhlas untuk membersihkan jiwa dari segala sifat riya, ujub, sombong dan hanya mengharap keridhaan Allah semata.
Sehingga sikap lembah manah,adap asor dan selalu menebar rasa kasih sayang kepada sesama umat serta suka sedekah/berbagi/kepyur kepada orang yang kurang beruntung seharusnya menghiasi setiap sikap, ucapan dan tindakan oleh calon haji.
Disamping itu selain niat yang ikhlas juga sebelum berangkat haji harus bisa mengaplikasikan amalan amalan bertubbat, salat dua rakaat sebelum berangkat, berdoa sebelum menaiki kendaraan dan diperjalanan serta salat dua rakaat ketika sampai di tanah suci.
“(K)-Kesehatan tubuh harus menjadi prioritas utama selama menjalani ibadah haji,” tegasnya.
Mengingat pelaksanaan haji cukup menguras tenaga. Sejumlah rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sai, proses lempar jumrah dan perjalan wukuf ke padang arafah menuntut jamaah untuk memiliki kondisi fisik yang kuat.
Sehingga untuk mewujudkan kondisi tetap prima selama beribadah haji jangan meforsir diri,atur jam istirahat,makanan bergizi dan tambah suplemen vitamin serta siapkan obat-obatan untuk mencegah penyakit.
‘Pengalaman saya naik haji 2007 untuk mematahkan mitos orang naik haji pasti kena batuk dan pilek, saya lakukan upaya tiap hari saya makan buah pisang dan minum juise buah jeruk dan apel serta obat vitamin,” tuturnya.
Dampaknya selama menjalankan ibadah haji sampai pulang ke Indonesia tidak terkena pilek dan batuk.
Selanjutnya, (R)-Rajin melaksanakan ibadah solat lima waktu berjamah di masjid Masjidil Haram.Bila jarak antara pemondokan haji dengan masjid Masjidil Haram terlalu jauh dapat disikapi tetap salat berjamaah di masjid disekitar pondokan.
Disamping itu rajinlah memanfaatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an dan berbagai aktivitas positif untuk memantabkan keimanan.
(I)-Ilmu tentang pelaksanaan ibadah haji wajib bagi calon jemah haji untuk mem pelajari dan memahami mulai dari tata cara berihram, tawaf, sai,lempar jumrah dan wukuf.
Serta ilmu tentang hukum dan adap adap yang berkaitan dengan tentang tata cara bersafar, bersuci, berjamaah, dan qasar dalam perjalanan.
Setelah kegiatan doa bersama dan pemberian spirit moral tersebut utiyam memberikan ucapan terima kasih dan respon secara positif penuh rasa kebahagian dengan harapan Ia mampu melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan sukses serta menjadi haji mabrur. Akhirnya silaturahmi ditutup dengan menikmati makan bersama.
Untuk diketahui bersilahturahmi ke tempat seseorang yang akan melaksanakan ibadah haji adalah tindakan sangat mulia dan memiliki hukum sunnah sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur’an surat Ad Dhuha ayat 11.
Karena dengan mengunjungi ke saudara, sahabat, teman yang akan berangkat haji dapat memberikan spirit moral dan mendoakan agar dalam melaksanakan ibadah haji diberi kemudahan, kelancaran dan keselamatan serta mendapat predikat haji mabrur. (*).

Bertambah Lagi, Mantan Sekwan dan Mantan Kepala Dinkominfo Menjadi Anggota PWRI Kabupaten Blora

BLORA.-

Rapat rutin pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Kamis (8/6/2023) lalu makin gayeng dan penuh gelak tawa karena anggota PWRI bertambah lagi– menyusul bergabungnya Sugiyono mantan Sekretaris DPRD Blora (Sekwan) yang juga mantan Kepala Dinkominfo.
Sejarah baru di PWRI Blora pun kembali terukir, sebab Sugiyono dikenal ramah itu sejak muda suka berorganisasi.
Dengan demikian ada dua mantan Sekwan yang bergabung di PWRI, satunya adalah H. Pujianto Said.
Pada saat memperkenalkan diri, Sugiyono mengungkapkan, mengapa dirinya dengan kerelaan hati ingin bergabung masuk PWRI.
Karena sejak muda suka berorganisasi dan setelah istirahat selama satu tahun ada sesuatu yang hilang dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami meyakini bahwa melalui kegiatan di organisasi dapat diperoleh banyak manfaat, selain tambah teman juga menambah wawasan dan makin memberi nilai manfaat bagi dinamika kehidupan,” kata Sugiyono.
Disamping itu menyaksikan sendiri teman- teman yang sudah masuk ke PWRI kelihatan kompak, penuh dengan rasa kekeluargaan dan masih bisa melakukan pengabdian yang dapat memberi kontribusi positif bagi masyarakat.
Ketua PWRI Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya menyambut positif dan gembira dengan hadirnya Sugiyono bergabung PWRI.
“Mudah-mudahan akan memberi pengaruh positif bagi para pensiunan yang belum masuk menjadi anggota PWRI,” kata Bambang Sulistya.
Mengingat siapapun para purna tugas dengan keikhlasan berminat jadi anggota PWRI akan memperoleh empat manfaat dengan memaknai akronim PWRI.
P – Penghiburan diri merupakan salah satu nilai manfaat diperoleh ketika seseorang masuk ke PWRI karena kita bisa bertemu dengan teman teman dimasa perjuang masa lalu sebagai abdi masyarakat.Ibarat reuni dan bernostalgia suka duka saat bekerja.
Sehingga setiap pertemuan selalu kita ciptakan berbagai informasi yang dapat memberikan hiburan bagi para peserta rapat dengan memberikan kesempatan setiap anggota untuk curhat dan mengukapkan anekdut selama bekerja.
“Hindari setiap pertemuan suasana formal kedinasan dan hadirkan suasana imformal kekeluargaan,” tuturnya
Bahkan ketika acara pertemuan diselingi dengan kegiatan menyanyi bersama oleh para peserta rapat yang diiringi solo urgen tunggal.
W – Waras artinya sehat bahwa melaluhi aktifitas pengurus PWRI telah diwujudkan berbagai kegiatan bagi anggota PWRI untuk meningkatkan kesehatan tubuh baik berupa kegiatan sepeda santai maupun senam kesegaran jasmani.
“Bahkan pada saat pertemuan/rapat rutin kadang kala kita hadirkan nara sumber dari Dinas kesehatan atau produsen obat herbal untuk memberikan pencerahan tentang hidup sehat tanpa obat,” jelasnya
R-Relasi teman bergaul dan bersaudara makin bertambah karena bisa bergaul dengan beragam para purna tugas.
I-Iman para anggota PWRI diharapkan makin meningkat. Mengingat secara insidentil tiap rapat rutin juga kita hadirkan mubalig/ustad/ penceramah yang dapat memberikan pencerahan tentang ilmu agama.
Disamping itu kita adakan sharing dengan memberikan kesempatan setiap peserta untuk mengukapkan pengalaman spiritual agar dapat memberikan spirit keimanan kepada para anggota lainnya. (*).

Jadikan 1 Juni sebagai Momentum untuk Meneguhkan Kecintaan kepada Pancasila

BLORA.-

Kamis (1/6/2023), bangsa Indonesia kembali memperingati hari kelahiran (harlah) Pancasila yang istimewa dan bersejarah. Sebagai seorang mantan Sekda Kabupaten Blora, Bambang Sulistya mengaku bersyukur karena dengan adanya peringatan harlah tersebut dapat dia gunakan sebagai momentum untuk selalu meneguhkan kecintaannya kepada Pancasila.
“Sebagai komitmen untuk merawat dan mengamalkan Pancasila dalam pergaulan hidup sehari hari di masyarakat,” ujarnya.
Disamping itu melalui peringatan Hari Kelahiran Pancasila yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.
Kita semua disadarkan kembali tentang arti dan peran penting Pancasila sebagai dasar Negara, Ideologi, Falsafah hidup bangsa, serta sumber kepribadian bangsa Indonesia.
Berkenaan dengan hal tersebut Bambang Sulistya bersama Sugeng Saptono mantan pejabat eselon tiga yang baru satu tahun purna tugas mencoba pagi hari, dalam rangka ikut serta memeriahkan harlah Pancasila tahun 2023.
Dengan cara melakukan kegiatan bersepeda santai menelusuri tempat tempat nostalgia sambil membangkitkan semangat berbagi kepada orang yang kurang beruntung.
“Salah satu tempat yang saya datangi adalah di halaman Kantor Setda Kabupaten Blora,” ucapnya.
Karena di halaman kantor Setda ini 14 tahun lalu tepatnya pada tanggal 1 Juni 2009 pada saat apel pagi ada seong staf Pemda golongan satu yang berani tampil di depan apel pagi untuk mengucapkan sila sila dalam Pancasila tanpa membaca teks Pancasila yang diikuti dan ditirukan oleh seluruh peserta apel pagi.
“Berkat keberanian tersebut yang bersangkutan mendapatkan seekor kambing dari bapak Bupati Blora,” kenangnya.
Diungkapkan susana saat penyerahan kambing menjadi gayeng penuh gelak tawa dari peserta apel dan bisa menjadi teladan kehidupan.
“Ternyata panutan bisa diperoleh dari orang orang yang berasal dari wong cilik dan tidak harus mencotoh orang-orang yang termasuk kelompok Bhrahmana,” tutur Bambang Sulistya yang kini dipercaya sebagai Ketua PWRI Blora.
Selanjutnya tema dalam memperingati harlah Pancasila tahun 2023 adalah “Gotong Royong Membangun Peradapan dan Pertumbuhan Global”.
Sedangkan tagline yang dipakai dalam peringatan harlah Pancasila tahun ini Aktualisasi Pancasi,Energi Pertumbuhan Indonesia.
“Sebagai ketua PWRI Kabupaten Blora dalam memperingati harlah Pancasila saya ikut cawe-cawe kepada seluruh anggota PWRI di Kabupaten Blora agar bisa menjadi panutan bagi mayarakat dalam merawat Pancasila dengan cara mengamalkan nilai- nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Stop budaya Jarkoni (bisa ujar tapi tidak pernah nglakoni/ melaksanakan) seperti yang saat ini terjadi masih banyak para pemangku kepentingan yang selalu menggelorakan dengan bahasa pembangunan yang meneduhkan hati tapi ditataran pelaksana seperti ungkapan jauh panggang dari api atau hanya asmuni asal muni/bicara.
“Sehingga semangat kita adalah berbuat sesuai hati nurani yang dapat memberi manfaat bagi umat.Selamat Hari Pancasila semoga Pancasila tetap jaya,” ucapnya. (*).

Entut Politik Warnai Rapat Persiapan Penyelesaian Proses Pemilu di Blora

BLORA.-

Rapat persiapan penyelesaian sengketa proses Pemilu Tahun 2024 dengan topik pembahasan identifikasi kerawanan tahapan pencalonan anggota DPRD Blora sempat diwarnai debat serius dan gayeng tentang Entut Politik dan sistem Pemilu Legistatif proporsional tertutup atau proporsional terbuka.
Rapat yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Blora di Ruang pertemuan Hotel Mustika Blora, Senin (29/5/2023) diikuti oleh para peserta utusan dari Parpol, Kepala BKD Blora Heru Eko Wiyono, Kepala Bidang Administrasi Pemerintah Desa Dinas PMD Kabupaten Blora Heksa Wismaningsih dan utusan dari Polres.
Hadir sebagai nara sumber adalah Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Blora Ahmad Solikin, Bawaslu Blora Lulus Mariyonan yang sehar-hari sebagai Ketua Bawaslu Kabupaten Blora dan Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UNS Sunny Umum Firdaus.
Rapat diawali dengan penyampaian materi oleh nara sumber dari KPU tentang Verifikasi Administrasi Dokumen Persyaratan Bakal Calon Anggota DPRD Kabupaten Blora Dalam Pemilu Tahun 2024.
Kemudian dilanjutkan penyajian dari Bawaslu mengenai Perbawaslu No 9 Tahun 2022 tentang Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu.Selanjutnya penyampaian materi dari UNS tentang Potensi Sengketa Dalam Pencalonan anggota DPRD.
Ternyata dari seluruh rangkaian yang sudah disampaikan oleh para narasumber suasana rapat masih terkesan formal dan belum menimbul semangat dari para peserta untuk memberi respon dan perhatian.
“Baru ketika acara tanya jawab atau diskusi dibuka berbagai uneg-uneg dari para peserta terlampiaskan sehingga suasana rapat jadi dinamis dan gayeng,” kata Bambang Sulistya, peserta rapat mewakili utusan partai politik, Rabu (31/5/2023).
Bambang Sulistya membuat notulen bahwa dari berbagai ungkapan yang disampaikan oleh para peserta rapat, ada dua hal yang membuat suasana rapat jadi hidup dan menggugah perhatian peserta, yaitu pertama tentang Entut Politik yang selalu terjadi di setiap penyelegaraan pesta demokrasi.
“Suaranya ada, baunya ada tapi tak pernah tertangkap warna dan bentuknya. Itulah namanya money politik yang selalu menjadi buah bibir setiap pemilu hadir,” katanya.
Pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber adalah, bagaimana upaya dari Bawaslu untuk mengendalikan entut politik atau money politik pada saat pesta demokrasi tahun 2024.
Karena dengan terjadinya dugaan money politik banyak orang berpotensi takut terjun menjadi calon anggota legistatif.
Bahkan ada pemeo kalau tidak punya dana jangan coba ikut berkompetisi masuk di dunia politik praktis.Sehingga di masyarakat sering kita dengar ucapan “Wani piro”.
Namun bagi petualang politik yang memiliki kemampuan finansial berani menjawab “Piro piro wani” (berapapun berani).
Menurut Lulus Mariyonan untuk mengatasi terjadi Entut Politik akan dilakukan berbagai upaya preventif dengan melakukan kegiatan sosialisasi secara intensif keberbagai elemen masyarakat agar memahami bahwa money politik adalah tindakan yang harus dihindarkan.
Disamping itu juga dilakukan upaya untuk mewujudkan gerakan anti money politik di dalam kelompok masyarakat dan membangun sinergitas dengan berbagai organisasi untuk meningkatkan intensitas pengawasan serta akan menerapkan sanksi hukum tegas tanpa tebang pilih bagi mereka yang terbukti melakukan pelanggaran.
Walaupun berbagai kiprah sudah dilakukan dalam pengendalian entut politik namun fakta di lapangan nampaknya money politik adalah sebuah keniscayaan yang keberadaannya jelas tapi sulit dibuktikan dan tetap harus mendapat perhatian yang istimewa bagi kita semua kalau ingin pesta demokrasi dapat berjalan jujur, adil dan demokratis.
Kedua tentang sistem pemilu legistatif yang saat ini sedang menjadi bahan pembicaraan hangat di masyarakat karena menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas uji materi terhadap pasal 168 ayat(2) UU Pemilu terkait sistem proporsional terbuka yang didaftarkan dengan nomer registrasi perkara 114/PPU-XX/2022 pada 14 November 2022.
Apakah dalam Pemilu 2024 sistim pemilu legistatif menggunakan proporsional terbuka atau proporsional tertutup. Walaupun delapan dari sembilan Fraksi partai politik di DPR RI menyatakan menolak Sistem Pemilu proporsional tertutup ,yakni: Demokrat,Nasdem,PKS, Golkar,Gerindra, PAN,PKB,dan PPP,hanya satu Fraksi menginginkan sistem pemilu legistatif proporsional tertutup, yakni PDI Perjuangan.
Pada saat diskusi diajukan pertanyaan kepada narasumber dari UNS. Sistem pemilu legistatif yang paling tepat dan konstitusional diterapkan di Indonesia apakah sistem tertutup atau sistem terbuka.
Sebagai seorang akademisi saat ini seandainya disuruh memilih antara sistem proporsional terbuka dan proporsional tertutup milih yang mana dosen Sunny Umum Firdus yang memiliki titel doktor mengawali jawaban dengan penuh semangat dan motivatif menyatakan bahwa baik sistem proporsinal terbuka dan terbuka sama sama telah diterapkan di Indonesia dan setiap sistem memiliki keunggulan dan kekurangan serta kedua sistem tersebut sama sama konstitusional menurut UUD 1945.
Kelebihan sistem proporsional terbuka, yakni rakyat memilih langsung calon wakilnya,tahu riwayat kerjanya dan paham perilakunya. Adil bagi calon wakil rakyat karena suara terbanyak dipilih akan menang.
Kontrol elit politik berkurang. Rakyat langsung dapat mengawasi kinerja anggota dewan karena tahu siapa yang dipilih.Terbangun kedekatan antara rakyat dan kandidat.
Namun kekurangan sistem proporsional terbuka antara lain Rawan politik uang atau membiaknya entut politik. Biaya kampanye mahal untuk alat peraga dan upaya pendekatan ke pemilih sehingga hanya calon bermodal besar yang berpeluang menang.
Muncul polarisasi politik diantara rakyat karena ada persaingan ketat antara kader partai,kader partai antar parpol maupun antar kader partai didaerah.
Berikutnya, membebani penyelenggaraan pemilu. Lemahnya kontrol partai terhadap kandidat dan menghambat kader idologis partai untuk berkembang.
Sementara kelebihan sistem proporsional tertutup adalah Partai politik bisa lebih ketat dalam merekrut calon wakil. Memudahkan tehnis pelaksanaan pemilu,surat suara tidak perlu mencatumkan nama calon wakil rakyat sehingga lebih hemat dalam biaya. Surat suara hanya mencatumkan gambar partai politik.
Rekapitulasi di tempat pemungutan suara(TPS) lebih cepat dan menghidari risiko gangguan kesehatan bagi petugas TPS. Biaya kampanye lebih murah dan meminimalisir terjadi politik uang.
Selanjutnya kekurangan Sistem proporsional tertutup meliputi, Rakyat tidak pernah tahu siapa yang akan terpilih menjadi wakil rakyat karena hanya mencoblos partai ibarat seperti memilih kucing dalam karung.
Kedekatan rakyat terancam karena tidak tahu siapa yang dipilih partainya. Partai politik bisa lebih mendominasi karena menentukan calon nama yang akan menjadi wakil rakyat.
Rakyat tidak bisa mengawasi kinerja karena tak mengenal wakil rakyat tersebut hanya memilih partainya. Berpotensi menguatkan ologarki diinternal partai politik,dan juga rawan politik uang di pengurus partai.
Lepas dari kelebihan dan kekurangan dari kedua sistem pemilihan legistatif secara proporsional terbuka atau tertutup kalau sekarang disuruh memilih, narasumber dari UNS itu dengan mantap memilih sistem terbuka.Seketika peserta rapat memberi aplaus sambil tepuk tangan kepada Ibu Dosen Hukum Tata Negara UNS.
Dengan alasan sekarang masih aktif sebagai ASN tapi kalau besuk jadi pengurus partai lain ceritanya. Menurut SBY mantan presiden kita yang cerdas dan bijaksana beliau menyatakan ada tiga pertanyaan besar yang menjadi perhatian publik ,mayoritas parpol dan pemerhati pemilu.
Pertanyaan pertama kepada MK,apakah ada kegentingan dan kedaruratan sehingga sistem pemilu diganti ketika proses pemilu sudah mulai.
Pergantian sistem pemilu di tengah jalan bisa menimbulkan “Chaos politik”. Pertanyaan kedua kepada MK,benarkah UU Sistem Pemilu Terbuka bertetangan dengan konstitusi.
Sesuai konstitusi domain dan wewenang MK adalah menilai apakah sebuah UU bertentangan dengan konstitusi dan bukan menetapkan UU mana yang paling tepat.
Sistem Pemilu tertutup atau terbuka. Jika MK tidak memiliki argumentasi kuat bahwa Sistem Pemilu Terbuka bertentangan dengan konstitusi sehingga diganti menjadi tertutup,mayoritas rakyat akan sulit menerimanya.
Sesungguhnya penetapan UU tentang Sistem Pemilu berada di tangan Presiden dan DPR,bukan ditangan MK.
“Semoga berbagai ungkapan yang terjadi dalam kegiatan rapat persiapan penyelesaian sengketa proses pemilu kemarin dapat menjadi pencerahan kepada kita semua dan proses pemilu berjalan lancar dan sukses berkat cawe cawe seluruh elemen masyarakat,” ucap Bambang Sulistya. (*).

Pernyataan Presiden Joko Widodo tentang Pertemuan Presiden dengan Partai Demokrat, Direspon oleh Partai Demokrat

JAKARTA.-

Hari ini, Rabu, 31 Mei 2023, Partai Demokrat dihubungi oleh media nasional untuk mendapatkan klarifikasi atas pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa “Demokrat sering ke Istana. PKS juga ke Istana, tetapi maunya malam”. Hal itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo ketika bertemu dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 29 Mei 2023.
Berhubung pernyataan presiden itu menjadi perhatian masyarakat luas dan pernyataan yang mengait Partai Demokrat itu bisa disalahmengertikan, DPP Partai Demokrat perlu memberikan respons dan penjelasan sebagai berikut:
Setelah berita itu tersebar di berbagai media massa, DPP Partai Demokrat segera mengumpulkan keterangan, apakah memang ada pertemuan Partai Demokrat dengan Presiden Joko Widodo. Kami mengartikan bahwa yang dimaksud Partai Demokrat adalah pimpinan Partai Demokrat yang memungkinkan untuk bertemu Presiden Joko Widodo di Istana.
Karenanya, dalam kapasitas saya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, saya bertanya dan memohon penjelasan dari Bapak SBY baik dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat maupun sebagai Presiden RI Ke-6. Saya juga bertanya dan memohon penjelasan dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono untuk tujuan yang sama, karena sekali lagi, dua tokoh inilah yang memungkinkan baik secara organisatoris maupun secara pribadi bertemu presiden di Istana.
Penjelasan Bapak SBY mengait hal ini adalah sebagai berikut:
1) Bapak SBY dalam waktu 3,5 tahun ini, tercatat 3 kali bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertama, terjadi pada tanggal 10 Oktober 2019 di Istana Merdeka, siang hari. Pertemuan itu atas inisiatif dan undangan Presiden Joko Widodo. Kedua, pada saat Bapak SBY menghadiri pernikahan Saudara Kaesang di Solo. Pertemuan itu terjadi malam hari, dan waktu itu Bapak SBY hadir bersama AHY beserta istri dan EBY beserta istri, untuk memenuhi undangan yang waktunya juga malam hari, guna mengucapkan selamat atas pernikahan putra Presiden Joko Widodo. Ketiga, Bapak SBY bertemu Presiden Joko Widodo di Kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali pada tanggal 15 November 2022 waktunya juga malam hari karena undangan yang diterima Bapak SBY adalah menghadiri Gala Dinner G20 pada malam hari.
2) Ketiga pertemuan tersebut yang menentukan tempat dan waktunya adalah Presiden Joko Widodo, dan Bapak SBY menghormati Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Negara, yang sedang mengemban amanah saat ini. Artinya, ketiga pertemuan itu inisiatif datang dari Presiden Joko Widodo. Bukan atas inisiatif Bapak SBY apalagi meminta waktunya malam hari.


Penjelasan Ketua Umum Partai Demokrat AHY adalah sebagai berikut:
1)  Selama 3,5 tahun terakhir ini, Ketua Umum AHY hanya pernah satu kali bertemu Presiden Joko Widodo tanggal 9 Maret 2021 (sekitar 2 tahun lalu). Pertemuan itu atas permintaan pihak Istana dan tempat yang dipilih adalah Istana Bogor, dan waktu yang ditentukan adalah malam hari. Jadi waktu pertemuan yang malam hari itu juga bukan atas permintaan Ketua Umum Partai Demokrat AHY. Namun, sebagaimana sikap Bapak SBY yang menghormati Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Negara, demikian juga sikap Ketua Umum AHY.
2)  Sebenarnya, pihak Istana menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo ingin bertemu dengan Bapak SBY dengan tujuan untuk memberikan klarifikasi atas apa yang dilakukan Kepala Staf Presiden Moeldoko tentang gerakannya untuk mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat yang sah. Waktu itu, Bapak SBY menjawab bahwa yang paling tepat untuk mendengarkan penjelasan Presiden Joko Widodo adalah Ketua Umum AHY. Singkat kata, AHY diundang untuk hadir di Istana Bogor tanggal 9 Maret 2021 malam hari.
3)  Dalam pertemuan dengan AHY di Istana Bogor malam itu, Presiden Joko Widodo dengan didampingi oleh Mensesneg Pratikno menjelaskan bahwa beliau tidak tahu menahu dengan apa yang dilakukan oleh KSP Moeldoko untuk mengambilalih Partai Demokrat. Begitulah pengakuan dari Presiden Joko Widodo yang disampaikan kepada Ketua Umum AHY.
Empat kali pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan tokoh Partai Demokrat, Bapak SBY dan Ketum AHY, terjadi 2 – 3 tahun yang lalu. Pertemuan-pertemuan itu bukan yang sering digambarkan oleh publik sebagai pertemuan politik yang lazim dilakukan Presiden Joko Widodo dengan partai-partai politik pendukung pemerintah.
Dengan penjelasan ini, diharapkan insan media dan masyarakat luas mengerti duduk persoalan yang sesungguhnya, dan tidak memiliki praduga yang tidak baik kepada Partai Demokrat seolah-olah Partai Demokrat juga ikut mencari jalan untuk bertemu Presiden Joko Widodo dan meminta waktunya malam hari. Kalau tidak kami klarifikasi, bisa saja Partai Demokrat dituduh “kucing-kucingan” yang semua itu tidak pernah kami lakukan.
Jika ada perbedaan pendapat dengan pihak Istana, kami Partai Demokrat termasuk Bapak SBY dan Ketum AHY siap untuk “dikonfrontir” baik dengan Presiden Joko Widodo maupun pembantu-pembantunya. Ini sangat penting agar kebenaran tegak di negeri yang kita cintai ini.
Demikian respons dan penjelasan Partai Demokrat berkaitan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang kami utarakan di atas, yang saat ini menjadi perhatian masyarakat luas. (*)

Ketum Parpol Pertama yang Tampil di Twitter Space, AHY Disambut Antusias para Netizen

SOLO.-

Lebih dari 1.000 netizen mendengarkan dengan seksama penjelasan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tentang perbaikan dan perubahan. Ini dilakukan melalui platform virtual Twitter Space Rabu Biru Demokrat S14P, pada Rabu (24/5) malam.
AHY sampai harus berhenti di tepi hutan dalam perjalanannya menuju Pacitan, agar sinyal internetnya tidak naik turun.
Setelah menjelaskan tentang berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi rakyat pada saat ini, AHY mengungkapkan bahwa visi perubahan dan perbaikan yang diusung Demokrat bersama Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) fokus pada tiga hal.
“Yang pertama adalah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Yang kedua adalah penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih, serta yang ketiga adalah demokrasi dan kebebasan berekspresi,” terang AHY di dalam bis yang membawanya dari Solo ke Pacitan.
Dengan runut dan jelas, AHY kemudian menguraikan satu persatu ketiga agenda tersebut.
Dalam sesi pertanyaan, moderator, yaitu Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat Taufiqurrahman, dibantu kader Demokrat Hasbil Mustaqim Lubis, dibanjiri pertanyaan. Para netizen dan media yang mengikuti penjelasan AHY melalui Twitter Space ini, berada di Aceh hingga Papua.
Pramutiko dari Jember menanyakan soal manifesto perubahan dan perbaikan serta bagaimana caranya meyakinkan calon pemilih muda. Pertanyaan serupa diajukan Arfak dari Manokwari, Papua Barat. Ia merasa beruntung bisa berdialog langsung dengan AHY. Sedangkan A. Lufi dari Banda Aceh mengapresiasi perdamaian permanen di Aceh yang terjadi atas inisiatif Presiden ke-6 RI SBY saat memimpin pemerintahan.


AHY sepakat bahwa tiga agenda perubahan dan perbaikan tadi bisa menjadi bahan manifesto serta menjadi materi untuk mengampanyekan perubahan dan perbaikan di kalangan rakyat.
Terkait calon pemilih muda, AHY mengingatkan bahwa anak-anak muda ini menghadapi tantangan kesulitan mencari pekerjaan serta ancaman PHK, di semua sektor lapangan kerja.
“Partai Demokrat berkomitmen untuk menyediakan pekerjaan yang layak bagi anak-anak muda yang menjadi bagian dari bonus demografi ini,” tegas AHY.
Melihat antusiasme para netizen, AHY sebenarnya masih ingin terus berdialog. Tapi perjalanan tidak bisa ditunda lagi dan agenda berikutnya sudah menunggu. AHY berjanji akan kembali berdialog pada kesempatan lain.
Turut mendampingi Ketua Umum AHY dalam kegiatan ini, antara lain Sekjen Teuku Riefky Harsya, Wasekjen Jovan Latuconsina, Wasekjen Jensen Sintidaon, Ketua BPOKK Herman Khaeron, Kepala Bakomstra Herzaky Mahendra Putra dan Kabalitbang Tomi Satryatomo. (*)

Halalbihalal Kagama, Bangkitkan Spirit Baru untuk Berkarya Nyata di Bumi Blora Mustika

Bakti kami mahasiswa Gadjah Mada semua, Kuberjanji memenuhi panggilan Bangsaku, Di dalam Pancasilamu jiwa seluruh nusaku, Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Indonesia.

Bagi kami almamater kuberjanji setia, Kupenuhi dharma bakti untuk ibu Pertiwi, Di dalam persatuanmu jiwa seluruh Bangsaku, Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Nusantara.
***
HIMNE Gadjah Mada karya Suthasoma yang diaransemen RB. Sunarno itu, pada hari Minggu (21/5/2023) terdengar merdu di rumah pribadi H. Achlif Nugroho Widi Utama di Dukuh Jetis Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. Pada acara halalbihalal.
“Ketika sedang menyanyikan lagu himne tersebut saya spontanitas jadi terharu karena teringat tahun 1976 atau 47 tahun yang lalu saat sedang mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa (Osma), diplonco dengan cara dibentak bentak dan disuruh oleh sinior untuk memanggul sepeda onthel sambil menunduk gara gara datang terlambat apel pagi,” ungkap Bambang Sulistya, Ketua PWRI Blora.
Mantan Sekda Blora itu teringat deritanya selama menjadi mahasiswa yang termasuk kasta sudra.
Dalam kesempatan itu, Ketua Kagama Cabang Blora H. Achlif Nugroho yang saat ini sebagai anggota DPRD Kabupaten Blora untuk periode yang kedua, menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran para anggota Kagama baik para yunior maupun para senior di dalam kegiatan halalbihalal yang sudah berada di penghujung bulan Syawal.
Ia sangat berharap melalui pertemuan bersejarah ini mampu meningkatkan rasa kekeluargaan, kerukunan dan kebersamaan dalam keluarga besar Kagama.
“Bahkan mampu membangkitkan spirit baru untuk berkarya nyata yang memberi manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat di Bumi Blora Mustika,” ungkapnya.
Sementara selaku penasehat Kagama Blora, Bambang Sulistya, diminta untuk memberi tutur sembur agar pertemuan halalbihal bisa menumbuhkan motivasi dan inspirasi bagi para pengurus dan anggota Kagama serta dapat memberikan karya nyata kepada masyarakat.
“Saya mencoba menyampaikan ungkapan bahwa maju mundurnya sebuah organisasi sangat tergantung kepada pemimpin dan semangat yang terbangun kepada para anggota dan pengurus dalam organisasi itu sendiri,” tuturnya.
Kagama, kata Bambang, adalah organisasi elit dan bergengsi yang sudah dikenal di Nusantara. Banyak alumni yang saat ini menjadi figur panutan di masyarakat, di antaranya Joko Widodo Presiden RI saat ini, Anies Baswedan mantan Gubernur DKI dan Ganjar Pranowo Gubernur Jateng sekaligus sebagai Ketua Umum Kagama.
Sehingga sangat wajar kalau dipertanyakan mengapa keberadaan para alumni UGM yang terhimpun di Kagama Cabang Blora belum memberi kontribusi positif bagi masyarakat di Bumi Samin.
Apalagi saat ini para anggota dan pengurus sebagian besar sudah mengemban amanah di instansi pemerintah dan pemerintah daerah yang memiliki kedudukan strategis , di antaranya Ketua Kagama cabang Blora H. Achlif Nugroho sebagai wakil rakyat yang cerdas dan berpengalaman.
“Dulu sering saya panggil pak doktor Achlif karena kepintarannya,” ucapnya.
Kemudian ada H. Gundala Wejasena saat ini Kepala DP4, Sam Gautama Kepala Dinas PUPR, Pujiariyanto Sekretaris Bapeda, Yeni Ernaningsih ADM Perhutani Blora, Hj Ani Juwita mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dan berbagai anggota lainnya yang hadir memiliki potensi dan kapabilitas untuk berkiprah sesarengan mbangun Blora seperti Echa, Yossy, Eny, Fitri, Vinda,Miftah dan Wahyu.
Dikatakannya, ada dua hal yang harus dimiliki oleh setiap orang agar bisa memberikan kontribusi positif dalam perubahan dan perbaikan kepada masyarakat, yaitu sikap BS (Berani dan Sejarah).
Sikap Berani artinya seseorang yang memiliki keberanian untuk mengambil keputusan ketika sedang menghadapi persoalan baik berupa ancaman, hambatan, tantangan, maupun gangguan.
Karena pada hakekatnya setiap orang sudah memiliki tiga modal utama berupa Batol (Bantuan tenaga orang lain), Badol(Bantuan dana orang lain) dan Bandol (Bantuan doa orang lain).
“Tinggal kita apakah tahu atau tidak dan mau atau tidak memanfaat modal tersebut,” tegasnya.
Kemudian yang dimaksudkan dengan sejarah adalah sikap seseorang yang selalu memiliki semangat untuk menciptakan sesuatu yang baru belum pernah ada sebelumnya yang mampu memberikan manfaat kepada orang lain.
“Semoga melalui kegiatan halalbihalal Sikap BS bagi para anggota dan pengurus Kagama cabang Blora bisa tumbuh dan berkembang dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat,” harapnya.
Selanjutnya diteruskan curhat demokrasi dari para peserta untuk menyampaikan berbagai uneg uneg dan gagasan agar Kagama bisa berkiprah yang berguna bagi masyarakat tidak hanya sekedar menjadi organisasi identitas papan nama tanpa ada karya nyata untuk masyarakat.
Dari berbagai masukan yang diberikan oleh Bu Hj Anik Juwita, H.Gundala wejasena, Pujiariyanto,Yeni Ernaningsih, Eny, Echa dan Miftah maka pengurus Kagama akan segera merumuskan dan menindak lanjuti hasil Curhat tersebut.
Di antaranya ikut berpartisipasi dan bersenergi dengan pihak pemerintah dalam penangan kegiatan droping air bersih di saat musim kemarau, penanganan stunting di daerah kategori miskin, gerakan anak kembali sekolah, mendukung kiprah Baznas dalam memberikan satunan kepada kaum duafa dan mendorong pemanfaat hutan untuk sumber ketahanan pangan serta budi daya tanaman tebu.
Kegiatan halalbihalal kagama diakhiri dengan acara makan secara prasmanan dengan berbagai aneka ragam menu makan yang bergizi dan suguhan nyanyian karoke dari para peserta sehingga nuansa jadi gayeng dan nikmat.
Bahkan ketika acara usai setiap peserta diberi paket buah tangan sebagai oleh-oleh yang bermanfaat untuk perekat paseduluran.
“Buah nangka buah jambu Kagama cabang Blora harus maju,” ucap Bambang Sulistya dengan pantun. (*).

Setelah Dua Tahun Libur Pandemi, Anggota KERTA Wredatama Blora Hadiri Halalbihalal dengan Busana Trendi

“Marilah Ibu-ibu rapatkan barisan, untuk menggalang persatuan, gotong royong di satu barisan, memenuhi gerak perjuangan, Kerta wadah wanita dan istri pensiunan sipil utama, Ikut membangun masyarakat Indonesia, Adil makmur bahagia.”

***
SYAIR lagu di atas merupakan penggalan lagu “Mars Kerta Wredatama” itu terdengar merdu dinyayikan oleh para ibu yang tergabung dalam Kerukunan Wanita (KERTA) Wredatama RI Kabupaten Blora saat menghelat kegiatan halalbihalal di Aula Kantor PWRI Kabupaten Blora, Jumat (19/5/2023).
Semangat dan antusias yang menggelora terungkap dan terekspresikan dari penampilan para ibu-ibu yang pada hari itu berbusana trendi dan rapi hingga enak dipandang mata. Kegiatan halalbihalal dihadiri oleh para anggota pengurus Kerta dan tim kesehatan dari Rumah Sakit Permata Blora.
Ketua Kerta Kabupaten Blora Tri Murdjiati yang diwakili oleh Ibu Dwi Santosa, isteri mantan pejabat eselon dua yang saat ini aktif sebagai pengurus PKK Kabupaten Blora menyampaikan, bahwa kegiatan halalbihalal Kerta sempat tiga tahun fakum karena dampak Pandemi Covid-19.
“Sehingga sangat wajar kalau kegiatan halalbihalal kali ini disambut suka cita oleh ibu-ibu Kerta,” ucapnya.
Bahkan ibu-ibu merasa bangga dan bahagia bisa mengikuti halalbihalal karena dapat bertemu dan bercanda ria sejenak melepaskan rutinitas kehidupan.
Ibu Dwi juga mengungkapkan, bahwa penyelenggaraan kegiatan halalbihal mendapat bantuan dan dukungan dari Rumah Sakit Permata Blora.
“Saya sangat berharap, semoga kegiatan halalbihalal mampu mewujudkan rasa kekeluargaan, kegembiraan, kebahagian, kerukunan dan kebersamaan,” pesannya.
Sementara itu Bambang Sulistya selaku penasehat memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan halalbihalal oleh para ibu yang termasuk kasta KEREN atau Kelompok Rentan.
“Melihat ibu-ibu tampil rapi dan menawan, menjadikan hidup ini makin berarti dan penuh dengan harapan,” ujarnya.
Berkenaan dengan hal tersebut Bambang Sulistya menyampaikan spirit kehidupan agar dalam menikmati hidup makin bahagia dan sehat dengan mengamalkan akronim RAPI.
(R): Rajin berolah raga adalah merupakan menu utama bagi para ibu wredatama agar kesehatan tetap terjaga dan prima. Karena orang yang sehat akan lebih bermanfaat dan bahagia.
Disamping itu Ibu-ibu juga harus semakin rajin beribadah, baik yang wajib maupun yang sunah. Apalagi bisa melaksanakan puasa Senin Kamis dan mengamalkan budaya kepyur kepada kaum duafa.
(A): Aktif menumbuhkan semangat bersilaturahmi dan menebarkan aura kebaikan agar hidup makin berkah dan bermanfaat. Stop kebiasaan ngrumpi, gibah apalagi suka membuat fitnah.
Kemudian, (P): Pandai bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Bijaksana. Hindari kebiasaan mengeluh dan mudah bersumbu pendek serta berhoby mencari kambing hitam kalau sedang menerima musibah dan ujian dalam kehidupan.
Selanjutnya, (I): Indahnya hidup bila dapat melakukan tindakan untuk saling menghormati, saling memperhatikan, saling membantu dan saling menyayangi dalam pergaulan hidup sehari hari di masyarakat.
“Sehingga semangat Bhineka Tunggal Ika harus menjadi perekat dalam membangun persaudaraan kerukunan umat,” tuturnya.
Kemudian diakhir acara halalbihalal disampaikan pencerahan tentang pentingnya menjaga kesehatan bagi para manula oleh dr Rizal dari Rumah Sakit Permata Blora.
Kegembiraan dan suasana menjadi segar dan penuh gelak tawa ketika para peserta menikmati menu makanan ala empat sehat lima sempurna dari masakan sendiri ibu ibu kerta.Ada salah seorang peserta berucap semoga tahun depan masih diberikan kesempatan untuk menikmati halalbihalal lagi. (*).

Halalbihalal IPPK Blora Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan

BLORA.-

Acara halalbihal keluarga besar Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Kabupaten Blora, Rabu (17/5/2023) berlangsung dalam suasana kekeluargaan, guyuban, dan ceria penuh kebahagian.
Acara yang dihelat di salah satu tempat kuliner Taman Sarbini Blora itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora (mewakili bupati), ketua PWRI Kabupaten Blora, para penasihat IPPK, pengurus IPPK kabupaten dan seluruh ketua IPPK kecamatan.
Menurut ketua panitia halalbihalal Hj. Dwi Puji Rahayu yang merupakan mantan anggota DPRD Blora mengatakan, bahwa penyelenggaraan kegiatan halalbihalal didasarkan pada program kerja IPPK 2023 dan hasil rapat pleno pengurus yang bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi dan menciptakan kerukunan serta kebersamaan.
Kemudian ketua IPPK H. Suparjan dalam sambutannya mengukapkan semangat perjuangan para pengurus IPPK Kabupaten dalam upaya membentuk kepengurusan yang baru ditingkat kecamatan dan mempromosikan keberadaan serta manfaat mengikuti IPPK kepada calon anggota.
Walapun dengan keterbatasan dana namun dengan spirit pengabdian yang tinggi ternyata mampu membuahkan hasil.
Terbukti pada awal 2023 jumlah anggota 1.524 orang saat ini anggota IPPK di seluruh kabupaten Blora sudah mencapai 1.879 orang. Ia siap mensukseskan program pendidikan di Kabupaten Blora.
Pihaknya juga mohon pentujuk dan kebijakan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora terhadap dukungan pendanaan untuk operasional IPPK.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora H. Aunur Rofiq, mengawali sambutan menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Bupati karena adanya kesibukan kedinasan sehingga ia diminta untuk mewakilinya.
Ia merespon positif atas usulan untuk mendapatkan dukungan dana operasional bagi kegiatan IPPK. Selanjutnya ia menyampaikan persoalan ATS (Anak Tidak Sekolah) yang perlu mendapat perhatian dan dukungan semua pihak termasuk IPPK melalui program gerakan kembali sekolah.
“Untuk itu Pemerintah Daerah telah mengeluarkan Kartu pintar dan menjalin kerja sama dengan Baznas untuk mendukung program tersebut,” ucapnya.
Bambang Sulistya (mantan Sekda Blora) selaku sesepuh dan Ketua PWRI Kabupaten Blora diminta untuk memberikan wawasan dan motivasi agar para pengurus IPPK memiliki semangat juang dalam pengabdian di masyarakat. Apalagi sebagian pengurus dan anggota IPPK juga ikut di PWRI.
“Karena nuansa para pengurus IPPK mayoritas berasal dari Dinas Pendidikan maka saya sampaikan sebuah akronim S3 kalau di dunia pendidikan jenjang doktor namun disini akronim tersebut merupkan sikap mental positif yang sangat bermanfaat untuk mendukung karya pengabdian di masyarakat,” tuturnya.
S1: Semangat untuk selalu mereformasi diri agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang saat ini sudah memasuki era digital.
Saat ini sedang marak budaya Flexing, yaitu budaya pamer yang bisa menimbulkan kecemburan di masyarakat. Mengingat yang dipamerkan kemewahan dan semangat hendonisme.
“Namun saya mengajurkan kepada para purna tugas untuk pamer 6A: Awak Sehat, Akeh kancane, Atine seneng, Awet uripe, Ana gunane dan Ajek ibadahe agar aura positif tersebut menjadi motivasi diri dalam mengh adapi realita kehidupan,” ujarnya.
Disamping itu, Bambang Sulistya mengajak untuk memupuk dan memelihara semangat silaturahmi agar membuahkan manfaat bagi kehidupan kita utamanya hidup akan berkah, rejeki melimpah dan umur akan bertambah panjang.
Apalagi saat ini memasuki tahun politik orang suka bersilaturahmi pasti memiliki peluang besar kalau yang bersangkutan mengikuti kompetisi menjadi wakil rakyat pasti akan jadi.
S2: Sumeleh secara sederhana adalah sikap untuk menerima realita kehidupan tanpa tedensi dan menerima tanpa pretensi, sering sumeleh dimaknai dengan istilah nrimo ing pandum yang merupakan sikap menerima semua pemberian apa adanya dari Tuhan Yang Maha Pemurah dengan penuh rasa syukur dan menghindari sikap suka ngeluh/sambat dan tidak puas.
Konsep nrimo ing pandum dalam agama Islam berarti tawakal adalah sikap mental menerima atas apa yang ditakdirkan oleh Allah.
Kalau sumeleh dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari hari kita bisa menyembuhkan penyakit hati yang sedang populer di masyarakat,yaitu Melihat orang senang jadi sedih dan melihat orang sedih jadi seneng.
S3 : Sedekah/berbagi/kepyur jadikan kebutuhan hidup sehari hari. Mulai dari hal kecil, dari dirinya sendiri dan mulai saat ini budayakan senyum kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun kita berada.
Karena senyum merupakan sedekah yang paling mudah dan akan menghadirkan hormon kebahagian dan meningkatkan imunitas diri alias menambah sehat walafiat. Disisi lain ada ungkapan siapa yang suka sedekah/berbagi/kepyur bakal mujur dan makmur.
Sementara kegiatan siraman rohani disampaikan oleh KH Nurkholis. Ia mengawali tausiahnya dengan ungkapan syair lagu jawa Suwe ora jamu, jamu pisan godong telo suwe ora ketemu ketemu pisan ojo gelo.
Ungkapan tersebut sebagai wujud kerinduan para peserta setelah hampir tiga tahun fakum tidak melaksanakan kegiatan halalbihal karena adanya pandemi Covid-19.
Ia menjelaskan pentingnya menyelenggarakan kegiatan halabihalal dan hikmah yang diperoleh ketika menyelenggarakan kegiatan halalbihal bagi umat yang beriman.
Selain untuk membangkitkan semangat untuk bersilaturahmi,kegiatan halalbihal juga menjadi perekat kerukunan,kekeluargaan dan kebersamaan serta untuk memperoleh siraman spiritual.
Disamping itu juga dapat dijadikan ajang untuk menumbuhkan semangat toleransi dan solusi permasalahan yang sedang dialami oleh masyarakat.
Ia memberikan saran kepada para peserta halalbihalal agar dalam pergaulan hidup dimasyarakat untuk bisa belajar ilmunya padi makin tua makin merunduk dan makin berisi.
Diingatkan ada ungkapan bijaksana, Hidup dengan ilmu menjadi mudah,hidup dengan seni menjadi indah,hidup dengan agama menjadi terarah dan hidup dengan olah raga menjadi gagah. (*).

Partai Demokrat Blora Daftarkan 45 Bacaleg, Tety: Kami Minta Masyarakat Ikut Mengawal Pemilu

BLORA.-

Rombongan pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Blora bersama Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), pukul 14.00 WIB, Minggu (14/05/2023) mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora di Jl. Halmahera No.11 Blora.
DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora pada hari itu resmi mendaftarkan 45 Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) ke KPU setempat.
Ketua DPC Partai Demokrat Kab Blora, Tety Indarti mengatakan, bahwa pukul 14.00 WIB menjadi salah satu angka keberuntungan. Mengingat angka 14 adalah nomor urut Partai Demokrat pada Pemilu 2024 mendatang.


”Pada Hari Ini Tanggal 14 Mei 2023 Jam 14.00 DPC Partai Denokrat Kab Blora resmi mengantar berkas Calon Legislatif ke KPU Kabupaten Blora,” ujar Tety Indarti.
Hingga saat ini kata Tety, solidaritas pengurus DPC Partai Demokrat Blora beserta fraksi tetap solid dan dalam satu komando.
”Kami minta do’a restu seluruh masyarakat Kabupaten Blora ikut mengawal Pemilu yang akan datang benar-benar Pemilu yang jujur bersih tidak ada kendala satu apapun. Insyaallah Partai Demokrat akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Blora dengan perubahan-perubahan dan perbaikan,” tandasnya
Pada kesempatan itu Tety juga menyampaikian, bahwa Partai Demokrat Blora menargetkan kursi sebanyak-banyaknya. Di setiap Dapil tetap ada keterwakilan anggota dewannya. (*)