Semua tulisan dari Prayitno

Mantan Anggota Dewan, Kembangkan Usaha Bebek Peking Pedaging di Desa Gersi

BLORA.-

Ketua PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, Rajiman Santarko merintis usaha beternak itik atau bebek Peking hingga ratusan ekor dengan memanfaatkan tempat serta lahan yang dimilikinya.

Ketua PWRI Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya yang pada Jumat berkah (13/5/2022) memanfaatkan hari paling istimewa itu untuk beribadah dengan bersilaturahmi sambil bersepeda, mengunjungi rumah Rajiman Santarko di desa Gersi Kecamatan Jepon langsung memberikan apresiasi.

“Kedatangan saya Desa Gersi Ibarat kupu kupu terbang dari bunga ke bunga untuk menghisap madu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan,” tutur mantan Sekda Blora itu.

Dijelaskannya, Rajiman adalah seorang sosok pemimpin yang memiliki loyalitas, dedikasi, kepekaan dan kreatifitas yang tinggi serta selalu mengedepankan semangat kekeluargaan dalam mengembangkan organisasi.

Terbukti sejak dulu menjabat kepala desa, Camat Tunjungan dan Anggota DPRD Blora, hingga saat ini sebagai ketua PWRI Kecamatan Jepon mampu mewujudkan kerukunan, kekompakan, kebersamaan dan kemajuan dalam pengelolaan organisasi yang diembannya.

Bahkan dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga saat ini Ia merintis sebuah kegiatan agribisnis beternak bebek peking pedaging untuk memberikan contoh dan motivasi kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya khususnya para wredatama agar memiliki kesibukan yang menghibur dan bisa menambah penghasilan keluarga.

Rajiman Santarko menceritakan bahwa pemilihan usaha ternak bahwa dipilihnya usaha ternak bebek peking pedaging dilandasi atas berbagai pertimbangan.

“Pertama Ternak itik peking pedaging lebih mudah dipelihara dari pada ternak ayam karena tidak memerlukan penangan khusus seperti perkandangan, ransum makanan dan kesehatan,” jelas Rajiman.

Berdasarkan pengamatan kegiatan ternak itik di lapangan hampir semua dilaksanakan oleh orang-orang awam atau orang baru yang tidak memiliki latar belakang pengalaman dan pendidikan ternak bebek.

Yang kedua, jelas Rajiman, ternak bebek diyakini jauh lebih tahan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan ternak hewan unggas lainnya sehingga risiko kematian relatif sangat kecil. Cara terbaik dalam ternak itik untuk menghindari penyakit adalah dengan memelihara itik dalam kandang yang memadai baik dalam sanitasi maupun luas kandangnya.

Disamping pakan yang memenuhi jumlah gizi dan kesegaranya. Penempatan kandang seyogyanya terpisah dengan pemukiman penduduk karena limah dan suara itik dapat mengganggu lingkunan.

Untuk mengantisipasi limbah atau kotoran ternak dapat dilakukan penyemprotan dengan EM4 atau penambahan kunyit pada pakan.

“Ketiga, usaha ternak bebek merupakan usaha yang berbasis sumber daya lokal, artinya semua komponen yang diperlukan dapat diperoleh dari daerah sendiri mulai dari bibit, pakan dan peralatan yang diperlukan serta tenaga kerja yang dibutuhkan relatif sedikit tergantung dari skala usaha dan sistem pemeliharaan,” terangnya.

Kemudian keempat, pemeliharaan bebek peking pedaging tidak membutuhkan waktu lama karena laju pertumbuhan lebih cepat dari ternak unggas lain sehingga umur 45 hari sudah dapat di panen berat itik peking sudah bisa mencapai 1,5 kg.

“Perputaran modal relatif lebih cepat dalam jangka 6 bulan sudah dapat balik modal. Penjualan hasil itik pedaging sangat mudah langsung didatangi oleh para pedagang ketika masa panen dengan harga pembelian sesuai dengan harga pasar yang sedang berlaku,” ungkapnya.

Menurut prediksi hitungan, kata Rajiman, hasil panen 500 ekor bebek peking pedaging umur 45 hari mendapat keuntungan sebesar sekitar Rp4 juta. Dengan catatan tingkat kematian bebek kecil dan harga daging bebek hidup seperti yang berlaku menjelang hari raya lebaran 2022.

“Sebagai pembanding saya juga mengkaji kegiatan ternak bebek pedaging lokal yang dilakukan oleh bapak Suryanto di desa Geneng Kecamatan jepon, Ia seorang ASN pejabat esolon 4 yang menekuni ternak bebek pedaging jenis lokal sudah panen sepuluh kali belum pernah rugi,” imbuhnya.

Hasilnya keuntungan dari 600 ekor masa panen 45 hari rata rata mencapai Rp 3 juta.Dengan penuh semangat yang disertai senyum kegembiraan Rajiman seminggu lagi ternak bebek pekingnya akan panen.

Bakan pada bulan juni 2022, Rajiman akan menambah usaha agribisnis bebek peking pedaging dalam jumlah yang lebih besar dialokasikan di tempat dekat persawahan miliknya.

Sementara itu Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya juga mendapat tawaran untuk datang agar tahu apakah ternak yang dipelihara memberi keuntungan sesuai ramalan yang sudah disajiakan.

“Sungguh merupakan pelajaran berhaga di saat silahturahmi bisa memperoleh serapan pengalaman yang dapat memberi kontribusi positif bagi upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. Apalagi ternyata daging bebek selain rasanya yang gurih dan lezat juga memiliki manfaat bagi kesehatan manusia,” jelasnya.

Diantaranya, meningkatkan daya tahan tubuh karena daging bebek adalah sumber protein dan selenium yang berperan penting bagi peningkatan imunitas dan memperbaiki kerusakan jaringan tubuh. Daging bebek juga menyehatkan kesehatan tulang dan jantung karena daging bebek mengandung kalsium dan asam lemak omega-3.

Demikian pula daging bebek mendukung kesehatan kelenjaran tiroid karena aneka nutrisi seperti jodium dan selenium yang berfungsi untuk kesehatan kelenjar tiroid. Selain itu daging bebek juga menjadi sumber energi yang menjadi sumber tenaga dalam aktifitas sehari hari.

“Berbagai upaya dan kiprah seperti yang dilakukan oleh Pak Rajiman dan Pak Suryanto di saat sulit seperti saat ini patut mendapat apresiasi positif karena telah membuka cakrawala baru dalam memberi solusi untuk menambah penghasilan keluarga khusus bagi para wredatama pejuang pembangunan dan para ASN yang masif produktif maupun yang mau memasuki purna tugas,” lanjutnya.

Karena budidaya ternak bebek pedaging dapat dilakukan secara sambilan dan tidak banyak membutuhkan tenaga kerja dan modal yang besar tapi mampu memberi tambahan penghasilan yang menjajikan.

Sementara Bambang Sulistya mendapat tawaran untuk datang agar tahu apakah ternak yang dipelihara memberi keuntungan sesuai ramalan yang sudah disajiakan.

Di akhir silaturahmi, Rajiman Santarko yang juga pernah menjadi penyiar radio swasta di Blora menyampaikan parikan berbahasa jawa.

“Orek-orek montore mabur, montor mabur gede rodane. Senajan elek rak gede duwur. Sing gede duwur, larang regane. (Corat-coret motor terbang, motor terbang besar rodanya, meskipun jelek tapi tinggi besar, yang tinggi besar mahal harganya). Ayo saudaraku, tetap semangat berkarya,” ucapnya sambil tersenyum. (*).

Bambang Sulistya: Jadikan Ramadan sebagai Modal dan Spirit Tumbuhnya Semangat NKRI

BLORA.-

Suasana di halaman kantor PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Blora, Senin (25/4/2022) berubah seperti “Pasar Sembako Tiban”. Di halaman kantor yang beralamat di Jl. Sudarman, Blora itu dipenuhi para kaum duafa yang akan menerima bantuan sembako.

Seperti hendak mengukir sejarah, pada Ramadhan 1443 Hijriah ini PWRI Kabupaten Blora menyalurkan 800 paket sembako dari BAZNAS dan Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

“Lebih dari 25 buah mobil dan becak ikut antri mengambil paket sembako dari bapak Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, untuk didistribusikan ke 29 titik penyaluran yang tersebar di seluruh pengurus PWRI Kecamatan dan kelurahan Kabupaten Blora,” ungkapnya, Rabu (27/4/2022).

Sementara itu di ruang pertemuan yang dipenuhi tumpukan paket sembako, juga berkumpul para perwakilan penerima bantuan dan tenaga pengakut untuk mengambil jatah bantuan paket sembako. Ditambah lagi kedatangan peserta rapat para pengurus PWRI Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan.

Suasana hingar-bingar yang diwarnai hiruk pikuk orang banyak itu ternyata tidak menimbulkan sumbu pendek atau kegaduan yang berujung timbulnya tawuran atau saling menghujat.

“Yang terjadi justru sebaliknya, mereka saling sapa yang disertai gelak tawa penuh nuansa persaudaraan serta kekeluargaan,” jelas Bambang Sulistya menggambarkan suasana penyaluran bantuan paket sembako di kantor PWRI Blora.

Usai kegiatan penyaluran bantuan sembako, pengurus PWRI melakukan rapat konsolidasi para pengurus PWRI Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan dalam menyambut dan merayakan Idulfitri 1443 Hijriah.

Dalam sambutan awalnya, Bambang Sulistya meminta kepada seluruh pengurus PWRI agar dalam menghadapi situasi sulit seperti saat ini tetap sabar dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah saat ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kabareskrim Polri Komjen Pol, Bapak Agus Andianto atas bantuan paket sembako semoga berkah dan amanah,” ujar Bambang.

Bambang berpesan, agar seluruh pengurus PWRI Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan dapat menyalurkan bantuan paket sembako kepada yang berhak atau orang yang kurang beruntung.

“Tema dalam rapat konsolidasi adalah NKRI HARUS MUKTI. Mengapa tema tersebut saya pilih karena di saat ini banyak berita hoaks dan negatif yang dapat menggerus rasa Kebangsaan kita,” tegasnya.

Menurut mantan Sekda Blora itu ada kesan, persatuan dan kesatuan bagnsa mulai rapuh. Karena itu perlu ada revitalisasi sebagai motivasi dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

Mukti lanjut Bambang, dalam kamus Bahasa Indonesia memiliki arti yang beragam bisa berhasil, berani, bahagia dan makmur.

“Dalam hal ini saya memiliki dan menitipkan sebuah harapan kedepan, Negara Kesatuan Republik Indonesia harus Mukti (Makmur) karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang taat beribadah,” terangnya.

“Untuk mewujudkan hal tersebut saya teringat petuah KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym yang dikenal sebagai seorang pendakwah, penyanyi, penulis buku, pengusaha dan pendiri pondok pesantren Daarut Tauhiid di Bandung,” tambahnya.

Slogan spiritual, “mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil dan mulai saat ini untuk berbuat kebaikan”.

“Sejalan dengan itu, mari mulai dari kita masing masing sebagai warga negara yang baik harus mau menanamkan semangat bersama kita bisa dengan mengimplementasikan Akronim NKRI dalam kehidupan nyata,” paparnya.

Mulai dari huruf, (N)-Niat baik harus mendasari dalam setiap melangkah dan berkiprah serta selalu memberi manfat kepada orang lain hendaknya menjadi motivasi diri kita dalam hidup dan kehidupan di masyarakat.

Mulailah diyakini bahwa kegiatan berbagi/sedekah/kepyur menjadi kebutuhan hidup kita dan merupakan tindakan mulia yang sangat disukai Tuhan yang Maha Kuasa.

“Ingat masih banyak saudara saudara kita yang belum beruntung berada disekitar lingkungan kita yang perlu mendapatkan uluran tangan,” jelasnya.

Demikian pula melalui momentum bulan Ramadan stop menebarkan berita hoaks, budaya ngerumpi apalagi provokasi dengan menebar berita sara dan anti toleransi.

Selanjutnya huruf (K)-Komitmen kita adalah Kita semua saudara sebangsa dan setanah air Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

“Kalau dalam lingkup saat ini kita saudara dalam keluarga besar Persatuan Wredatama Seluruh Indonesia,” sambungnya.

Oleh karenanya, ciptakan rasa kekeluargaan, persaudaraan, kebersamaan dan senasib sepenanggungan dengan semangat untuk saling Asih (mengasihi,menyayangi dan mencintai), Saling Asah (menajamkan kemajuan dan mengasah akal,rasa,dan karsa) Saling Asuh (membimbing, ngemong dan tenggang rasa).

Kearifan budaya lokal tersebut memiliki nilai moral kebaikan dalam membangun keguyuban, kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan di masyarakat.

(R)-Rajinlah melakukan silahturahmi kepada siapapun terutama bersilahturahmi kepada kaum duafa. Ketika sedang bersilahturahmi niat kita untuk beribadah. Kunci dalam bersilahturahmi kita harus banyak mendengar, banyak memuji apalagi bisa memberi solusi dan jadikan hikmah yang akan membawa berkah.

“Hurup terakhir, (I)-Ingat sebuah sesanti bersatu kita teguh berselisih kita runtuh,” tuturnya.

Untuk itu hindari statemen atau pernyataan negatif dan tumbuhkan semangat “Bhinneka Tunggal Ika” agar menjadi perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia.

“Akhirnya kita sangat berharap bulan Ramadan 1443 H menjadi modal dan spirit tumbuhnya semangat kebangsaan NKRI HARUS MUKTI,” kata Bambang Sulistya. (*).

PWRI Blora Kembali Terima Bantuan Paket Sembako dari Kabareskrim

BLORA –

UNTUK kedua kalinya, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto memberi bantuan paket sembako kepada Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora.
Bantuan pertama pada 16 September 2021 berupa 1.000 buah paket sembako, dan sudah disalurkan kepada kaum duafa atau orang yang kurang beruntung di wilayah Blora. Sementara untuk bantuan kedua sebanyak 800 paket pada 20 April 2022 secara simbolis telah diserahkan di kantor Pemkab Blora.
Ketua PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya mengatakan, untuk paket bantuan Kabareskrim yang kedua akan dibagikan pada hari Senin, 25 April 2022 jam 10 pagi di kantor PWRI Blora.
Bambang mengaku sangat berterimakasih atas kepedulian Kabareskrim terhadap warga masyarakat Blora yang kurang beruntung.
“Para pengurus dan anggota PWRI baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun di tingkat Kelurahan mengungkapkan rasa terimakasihnya atas bantuan paket sembako tersebut. Mereka merasa se-nang dan bangga sekaligus bersyukur,” ujar mantan Sekda Blora itu, Rabu (20/04/2022).
Bukan tanpa alasan tambah Bambang, dalam keadaan sulit seperti sekarang ini masih ada seorang pejabat tinggi di tingkat nasional, di tengah kesibukan menjalankan tugasnya masih sempat memberi perhatian dan peduli terhadap wong cilik dengan memberi bantuan paket sembako.
Bahkan salah satu Pengurus PWRI Kabupaten Blora, H. Rajiman yang juga mantan anggota DPRD Blora itu mengatakan, bahwa dengan mendapat bantuan paket sembako tersebut, orang jawa bilang ibaratnya “Kaya kejugrugan gunung emas” (Seperti mendapat reruntuhan gunung emas).
“Artinya, mendapatkan keberuntungan yang cukup besar. Karena memang hanya Bapak Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, salah satu putra terbaik dari Blora yang memiliki kepedulian yang tinggi dengan iklas memberi bantuan paket sembako kepada PWRI Kabupaten Blora,” terangnya.
Berkenaan dengan hal tersebut, atas nama lembaga dan pribadi, Bambang Sulistya mengucapkan banyak terima kasih.
“Dan teriring doa semoga Komjen Pol Agus Andrianto bersama keluarga selalu dalam lindunganNya, diberi kesabaran, kekuatan, kesehatan yang prima, dan kebahagian yang tak terhingga, rezeki yang barokah dan melimpah serta karier yang amanah dan cemerlang,” ucap Bambang.
Ia menjelaskan, bantuan sembako tersebut akan disalurkan ke 29 tempat penyaluran baik di PWRI Kabupaten, Kecamatan maupun di Kelurahan yang ada di seluruh Kabupaten Blora.
Ada berbagai ungkapan positif yang berasal dari para pengurus PWRI Ke-camatan dan Kelurahan yang ditujukan kepada Komjen Pol Agus Andriyanto.
Di antaranya, menitipkan harapan agar keteladanan dan kebaikan yang telah dilakukan oleh Komjen Pol Agus Andrianto yang peduli kepada kaum duafa tetap menggelora kapanpun dan dimanapun berada, serta tak akan pernah pudar walau banyak rintangan karena langkah dan kiprah mulia seperti yang dilakukan itu langka dan sangat dirindukan oleh orang-orang yang kurang beruntung.
Disamping itu ada spirit dan pitutur luhur dari para leluhur yang kita lestarikan, yaitu, Sopo sing seneng weweh bakal oleh (Siapa suka memberi akan memperoleh) dan Sopo sing seneng kepyur bakal makmur (Siapa yang suka berbagi akan banyak rejeki).
Sebagai bentuk rasa syukur ada sepenggal pantun yang dipersembahkan di Bulan Ramadan 2022. “Bulan Ramadan bulan bersedekah, bulan untuk meningkatkan ibadah. Mari agar hidup penuh berkah dan amanah, isi waktumu untuk berkiprah dan manembah kepada Allah”.
“Selamat beribadah puasa semoga kita menjadi orang yang bertakwa dan peduli kepada kaum lemah,” pungkasnya. (*)

SMS, Sedekah Mendapatkan Surga

BLORA. –

Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, H. Bambang Sulistya menyampaikan ungkapan dalam berkomunikasi agar mudah diingat dan pesannya bisa sampai ke sasaran perlu disampaikan.

Hal itu disampaikan pada kuliah tujuh menit (kultum) setelah salat subuh di masjid Nurul Falah Perumnas RW V Kelurahan Karangjati, Selasa (19/4/2022) pagi.

“Ungkapan itu adalah, saya mendengar saya mudah lupa, saya melihat saya jadi tahu dan saya melakukan saya bisa,” ucapnya.

Mantan Sekda Blora itu kemudian mencoba mengadopsi ungkapan tersebut dengan harapan materi yang tersaji bisa diingat dan diamalkan oleh para jemaah yang hadir dalam kehidupan sehari hari.

“Tema kultum adalah SMS, bukan Short Message Service atau layanan pesan singkat yang dilaksanakan dengan sebuah ponsel untuk mengirim atau menerima pesan-pesan pendek,” tuturnya.

Namun SMS dalam hal ini merupakan kepanjangan dari Sedekah Mendapatkan Surga. Ia mengajak, mulai pagi ini sangat diharapkan di Bulan Ramadan 2022 yang penuh ampunan, berkah dan pahala siapapun yang berSMS bisa ingat bahwa setiap umat yang bersedeh mendapatkan Surga.

Sadar akan kehidupan bahwa hidup itu seperti putaran roda. Kadang kita di atas kadang kita di bawah dan kadang kita sedih, kadang kita bahagia. Demikian pula kadang kita sehat, kadang kita sakit. Semua itu adalah ujian dari Allah SWT.

Untuk menghadapi realita kehidupan sebagai manusia yang beriman hendaknya kita hanya bisa berikktiar dan pasrah Kuasa Allah.

Salah satu upaya kita adalah bersedekah baik di saat lapang maupun sempit, sebagaimana dalam QS Ali Imran : 133-134, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang bertaqwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik diwaktu lapang maupun sempit,dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang.Allah menyukahi yang berbuat kebajikan.

Selanjutnya firman Allah dalam QS At- Thalaq : 7, “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan”

“Anjuran Allah bersedekah disaat lapang adalah untuk menghilangkan perasaan sombong, serakah dan cinta berlebihan terhadap harta. Sedangkan bersedekah diwaktu sempit atau sulit dianjurkan agar sifat manusia yang lebih suka diberi berubah menjadi lebih suka memberi. Karena Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah,” ungkap Bambang Sulistya.

Kemudian mengenahi pengertian, surga menurut Islam merupakan tempat yang indah yang ada di akherat hanya untuk umat Islam yang beriman, taat dan dikasihi Allah.

Namun dalam penyajian kultum pagi ini SURGA dimaknai sebagai sebuah akronim yang merupakan berbagai manfaat yang dapat diperoleh ketika umat muslim melaksanakan sedekah kepada orang-orang yang tidak beruntung,” ujarnya.

Diawali dengan (S)-Selalu mendapatkan kemudahan bagi orang orang yang suka bersedekah ketika menghadapi masalah maupun musibah. Huruf (U)-Umur orang-orang yang bersedekah akan diperpanjang.

Karena orang yang bersedekah biasanya hatinya merasa senang. Hati yang senang membuat imunitas diri meningkat sehingga bisa menghantarkan umur jadi panjang.

Sebagaimana Hadis Riwayat Thabrani menyebutkan, “Sesungguhnya sedekah orang muslim itu dapat menambah umurnya dan dapat menjegah kematian yang buruk”.

Selanjutnya (R)- Rejeki orang orang yang bersedekah akan melimpah. Seperti yang dijanjikan Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 261,”Perumpamaan nafkah yang yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir menghasilkan seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapapun yang Dia kehendaki dan Allah Maha luas karuniaNya lagi Maha Mengetahui”.

Kemudian (G)-Gagalkan malapetaka dan musibah yang akan menimpa bagi orang orang yang rajin bersedekah. Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW, “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana dan musibah tidak pernah bisa mendahuluhi sedekah (HR Abu Daud).

“Terakhir huruf (A)-Ada jaminan bagi orang bersedakah secara Ikhlas kelak akan masuk surga,” tegasnya.

Ada beberapa hadis di antaranya hadist Riwayat Ahmad, bahwa Rasulullah bersabda, “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya. Selain menyelematkan dihari kiamat bersedekah juga mampu menjadi sebab kita dijauhkan dari siksa api neraka dan dijamin masuk surge (HR At Tarmidzi).

“Sebelum mengakiri kultum saya menutup dengan sebuah parikan patun ala Bumi Blora Mustika. Menyang mBlora numpak sepur. Sopo sing pingin mulyo kudu wani Kepyur (Pergi ke Blora naik kereta api/sepur siapa yang ingin sejahtera harus berani berbagi/ bersedekah),” ungkapnya.

Bambang Sulistya juga membagikan doorprize kaos berwarna hitam bertuliskan di bagian depan “Resolusi OMICRON 2022 dan dibagian belakang ada gambar Semar berlatar belakang gunungan bertuliskan Urip Iku Urup,” ujarnya.

Semua itu, kata Bambang, merupakan sebuah simbolisasi dan harapan semoga di tahun 2022 musibah Virus Corona varian Omicron segera berakhir di Bumi Nusantara khususnya di Bumi Samin Blora.

“Dan kita dalam menjalan badah puasa di bulan Ramadan bisa menghantarkan menjadi manusia bertaqwa yang selalu memberi manfaat kepada sesama umat manusia dengan pitutur dan perilaku yang baik,” tambahnya.

Disamping itu juga dibagikan doorprize tanaman buah-buahan agar bisa segera ditanam sebagai wujud sedekah bumi. “Hijau bumiku makmur hidupku,” ucapnya. (*)

Masa Giling 2022, Petani Berharap Harga Tebu di Blora Lebih Tinggi

BLORA.-

Menjelang Ramadan 2022 Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Mandiri Tebu (Manteb) baru saja menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2021.

RAT dilaksanakan di kantor KPTR Manteb di Dukuh Gayam RT 01/RW 03 Desa Kedungwungu Kec. Todanan (Jalan Raya Kunduran – Todanan) dipimpin langsung Ketua KPTR Manteb H. Bambang Sulistya.

“Sejak kepengurusan KPTR Manteb dilantik pada tanggal 22 Maret 2019 sudah tiga kali berturut-turut menyelenggarakan RAT secara tepat waktu di bulan Maret. RAT dilaksanakan hari Minggu (27/3/2022,” kata Bambang Sulistya, Senin (28/3/2022).

Dikatakannya, untuk RAT tahun ini agenda utamanya adalah pemilihan pengurus dan Pengawas KPTR Manteb untuk masa bakti 2022-2025.

Kegiatan RAT tutup buku 2021 dibuka dengan Doa, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Laporan Ketua Panitia kegiatan RAT, Sambutan Ketua KPTR Manteb.

Sambutan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Blora, Sambutan narasumber dari DPRD Kabupaten Blora dan terakhir pemilihan Pengurus dan Pengawas KPTR Manteb.

Dijelaskan, berkat keterbukaan, niat baik dan nilai pengabdian yang tulus penuh rasa tanggung jawab dari para pengurus dan para pengawas KPTR Manteb masa bakti 2019-2022 setelah ketua panitia pelaksaan RAT Suwignyo menyampaikan laporan dan menawarkan kepada para peserta RAT bahwa nanti akan dilaksanakan pemelihan Pengurus dan Pengawas KPTR Manteb masa bakti 2022-2025 apakah akan dilakukan pemilihan secara langsung atau musyamarah untuk mufakat.

“Diluar dugaan semua peserta yang hadir menghendaki pemilihan secara musyawarah untuk mufakat,” jelasnya.

Bahkan spontanitas para peserta blak-blakan atau terus terang menyampaikan ungkapan meminta agar kepengurusan dan pengawas KPTR Manteb dipertahankan dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan untuk kemajuan KPTR Manteb dalam mengemban amanah masa bakti 2022-2025.

Bambang Sulistya yang juga mantan Sekda Blora itu menambahkan, berbagai ungkapan positif yang mengemuka dalam kegiatan RAT Tutup Buku tahun 2021 adalah, pertama ada beberapa peserta menghendaki agar masa giling tebu tahun 2022 perlu penambahan penyisihan dana dari hasil panen petani tebu untuk berangkat umroh.

“Namun sayang berdasarkan hasil musyawarah karena situasi kondisi ekonomi petani tebu sebagai dampak pandemi Covid-19 belum menggembirakan untuk sementara ditunda dulu,” tuturnya.

Kedua, sesuai dengan arahan dari Wakil Ketua DPRD Blora Sakijan, selaku nara sumber, agar pada masa giling tahun 2022 harga tebu yang yang ditetapkan oleh Pabrik Gula GMM Bulog di Blora harus lebih tinggi dari tahun giling 2021.

Bahkan juga harus lebih tinggi dari harga tebu yang ditetapkan oleh pabrik gula yang ada di sekitar Kabupaten Blora. Sehingga tidak lagi terjadi tebu bertamasya keluar dari Kabupaten Blora.

Kemudian ketiga, perlunya para petani tebu di Kabupaten Blora bersatu dalam wadah Koperasi untuk menyuarakan secara lantang agar di masa giling tahun 2022 mendapat perhatian khusus dari PG GMM Bulog berkaitan dengan harga tebu dari dalam mestinya harus seimbang dengan harga tebu dari luar kabupaten Blora.

Selanjutnya, keempat adanya ide cerdas dari Subroto Ketua Komisi DPRD Kabupaten Blora yang menyatakan, sebelum masa giling tebu 2022 agar para pengurus KPTR Manteb untuk mengadakan audensi ke Dereksi PT. PG GMM Bulog dalam rangka membangun komitmen tentang berbagai persoalan yang merugikan pihak petani.

Sehingga pihak petani punya nilai tawar untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Adapun yang kelima, KPTR Manteb di masa yang akan datang untuk mengatasi kesulitan ketersedian pupuk tebu akan membangun kemitraan dengan pihak distributor pupuk.

Sementara itu, lanjut Bambang Sulistya, diluar dugaan narasumber dari Komisi B DPRD Eko Adi Nugroho yang kebetulan juga Anggota KPTR Manteb siap membantu untuk mengatasi kesulitan penyedian pupuk tebu.

Berikutnya, keenam pengembangan tebu di masa yang akan datang akan didukung oleh nara sumber Donny Kurniawan dari anggota komisi B dengan memberikan bantuan pokir kepada para petani tebu yang mengalami kesulitan permodalan usaha tani tebu.

Sementara itu ketujuh, menurut Edy Suprapto yang mewakili Kepala Dindagkop UKM mengatakan KPTR Manteb merupakan satu satunya koperasi Tebu di Kabupaten Blora (di Blora ada 5 buah Koperasi Tebu) yang telah memiliki kantor sendiri dan paling cepat menyelenggarakan RAT serta rutin tiap tahun tidak pernah absen menyelenggarakan RAT.

Apalagi di KPTR Manteb ada 6 anggotanya menjadi anggota DPRD Blora dan DPRD Provinsi Jateng serta salah satu anggota bernawa Kiswoyo menjadi Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Kabupaten Blora.

Sehingga ke depan diharapkan mampu mendapatkan peluang yang lebih baik untuk mendapat dukungan dan bantuan bagi kemajuan KPTR Manteb.

Kedelapan, dalam kegiatan RAT tutup Buku 2021 seluruh undangan dan anggota atau anggota yang hadir mendapat seragam kaos baru kombinasi warna merah hijau di bagian belakang ada gambar semar dengan latar belakang tiga gunungan serta tulisan “Urip Iku Urup”.

Semua itu memiliki makna dan spirit agar dalam menghadapi tahun Omicron para para petani tebu memiliki semangat muda untuk tetap berkarya, punya nilai yang bermanfaat kepada kehidupan dan bertutur kata dengan baik kepada siapapun, selalu ramah dengan lingkungan serta Allah adalah menjadi satu satunya kekuatan dan andalan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Ditolak Warga, Pelantikan Sekdes Nglobo Ditunda

“Alasan penolakan dari warga lantaran Siti Rubiatun yang dulunya menjabat sebagai Kepala Urusan (Kaur) Keuangan dinilai tidak transparan,” ujar Mulyono Trunokusuma (78), tokoh masyarakat Desa Nglobo.


ratusan warga masyarakat Desa Nglobo Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Sabtu (19/03/22) nggeruduk balai desa. Mereka secara tegas menolak pelantikan Siti Rubiatun sebagai Sekdes.

“Pokoknya jangan Atun”. “Atun jangan dilantik”, begitu kalimat ungkapan yang disampaikan sebagian besar warga Desa Nglobo.

Adit, salah satu warga Nglobo mengatakan, pada intinya warga tidak menghendaki Siti Rubiatun menjadi perangkat desa Nglobo.

Diceritakannya, Siti Rubiatun yang sebelumnya menjabat Kaur Keuangan, dalam proses mutasi menjadi Sekdes tidak ada warga yang dilibatkan, baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

“Waktu itu SK sempat diajukan kepada Camat, tapi karena ada konflik soal tahapan Bu Camat belum memberikan rekomendasi. Kemarin mau ada pelantikan, tapi warga menolak dan ditunda,” paparnya.

“Kalau kami dipaksa untuk menunjukkan bukti kinerja Siti Rubiatun, ya mari kita buka transparansi anggaran dan keuangan desa. Misalnya anggaran pembangunan tempat wisata “Sor Pring” yang menggunakan dana desa, dimana Tim Pelaksana Kegiatan saja tidak dilibatkan,” jelas Adit.

Tokoh masyarakat Nglobo, Mulyono menambahkan, bahwa aksi penolakan yang dilakukan warga karena yang bersangkutan dianggap tidak cocok menjadi perangkat desa karena attitude-nya.

“Pernah kita ajak mediasi bersama Camat beserta Kapolsek, namun yang bersangkutan tidak ada tindakan dan reaksi sama sekali. Bahkan tidak menunjukkan sopan santun sama sekali,” terangnya.

Diungkapkannya, kalau mau menjadi Sekdes, dekatilah masyarakat dan sebagai pamong yang disuruh ngemong masyarakat. “Harapan warga mutasi diulang. Dibatalkan,” tandasnya.

Camat Jiken, Mulyowati menegaskan, bahwa pelantikan Sekdes ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

“Sejak awal masuk jadi perangkat desa, masyarakat sudah tidak menghendaki. Dilanjut menjadi Kaur Keuangan lalu dimutasi jadi Sekdes. Ini malah menambah rasa kebencian warga,” terangnya

Sementara Kepala Desa Nglobo, Pudik Harto masih bertahan pada pendiriannya, bahwa semua proses sampai siap dilantik sudah sesuai prosedur. (*)

Bambang Sulistya: Esuk Dele Sore Tempe

BLORA.-

Karena mengandung protein lengkap, kedelai yang memiliki predikat keren sebagai Gold from Soil sedang menjadi bahan perbincangan hangat di masyarakat, baik oleh para konsumen, pemangku kepentingan maupun para pengusaha tahu dan tempe.

“Harga kedelai di pasar domestik melambung tinggi seiring dengan harga kedelai di pasar global juga melonjak,” kata Bambang Sulistya pemerhati sosial Blora yang juga mantan Sekda dan Kadinas Pertanian Blora, Jumat (11/03/2022).

Apalagi ditambah muncul adanya perang Rusia dengan Ukrania semakin lengkap gojang ganjing harga kedelai di pasaran.

Belum ditambah fakta yang ada kebutuhan kedelai dalam Negeri sangat tergantung kedelai impor. Per tahun Indonesia mengimpor lebih dari 2 juta ton kedelai.

“Dari jumlah itu sekitar 80 persennya digunakan untuk bahan baku tahu dan tempe,” ujarnya.

Hal itu dengan kepopuleran tahu dan tempe sebagai salah satu menu makan istimewa bagi Bangsa Indonesia.

Terutama tempe memiliki keunggulan kaya akan nutrisi yang mengandung vitamin, protein, karbohidratat dan mineral penting bagi kesehatan tubuh.

Bahkan tempe juga memiliki berbagai manfaat di antaranya, cocok untuk diet karena rendah kalori,mencegah penyakit diabetes, kanker dan jantung, menjaga kesehatan pencernaan, menurunkan kolesterol dan berperan untuk penyembuhan luka.

“Melihat kenyataan tersebut sangat ironis di negeri agraris kalau bahan baku kedelai harus dipasok dari negara lain,” ungkapnya.

Konsumsi kedelai rakyat berdasarkan catatan dari BPS dari tahun ke tahun selalu meningkat. Pada tahun 2010 sudah mencapai kisaran 8,53 kg/kapita/tahun dan pada tahun 2020 konsumsi kedelai bisa lebih dari 10 kg/kapita/tahun.

Jumlah konsumsi yang terus meningkat di tengah produksi kedelai nasional yang terus menurun akhirnya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri langkah yang paling cepat dan gampang adalah pemerintah harus mengimpor.

Harga kedelai yang melonjak memang memunculkan masalah yang sangat berarti di negeri yang kita cintai ini.

Melonjaknya harga kedelai tersebut ada yang mengkaitkan dengan situasi pandemi saat ini dengan munculnya berbagai kebijakan yang menimbulkan keresahaan, kepanikan, ketakutan dan gejolak di masyarakat.

Karena ada ungkapan “Esuk Dele Sore Tempe (pagi dele sore berubah jadi tempe)”. Pitutur ini sebuah ungkapan yang dimaksudkan sebagau sindiran terhadap sikap inkonsistensi atau plin-plan atau mencla-mencle terhadap suatu ucapan,pendirian atau kebijakan.

“Mengapa ungkapan itu diketengahkan para sesepuh atau leluhur kita dulu. Karena sikap ucapan, perbuatan atau kebijakan yang dilakukan oleh pejabat akan memberi implikasi pada orang banyak,” ujar Bambang Sulistya.

Demikian pula naiknya harga kedelai akan berdampak pada pelaku usaha yang bersandar pada bahan baku kedelai. Mulai dari produsen tahu tempe dan usaha mikro dan kecil seperti pembuat jajanan.

“Hasil monitor saya di lapangan ada para produsen tahu dan tempe dalam mensikapi supaya tak menimbulkan gejolak hanya merubah volume tahu atau tempe dengan ukuran yang lebih kecil tapi harga penjualan tidak dinaikan, namun bagi penjual gorengan tahu tempe terpaksa harga dinaikan karena ada gejolak harga minyak goreng di lapangan,” ungkap Bambang Sulistya. (*).

Tingkatkan Kesehatan bersama “MOH. JAIM”

Gelar wicara (talk show) Wredatama Menyapa di LPPL Gagak Rimang Blora, Kamis malam (24/2) lalu menyajikan siaran bertajuk akronim MOH. JAIM.

Acara yang dipandu langsung oleh Direktur LPPL Gagak Rimang Blora Kasiyanto itu mampu memancing semangat Ketua PWRI Blora H. Bambang Sulistya selaku nara sumber untuk mengeluarkan kalimat motivasinya.

Ketua PWRI Blora H. Bambang Sulistya menyampaikan, berdasarkan realita perkembangan Covid-19 saat ini mulai merebak lagi terutama dengan munculnya varian Omicron.

Melalui udara pada malam itu, Bambang Sulistya bermaksud memperkenalkan sekaligus memanfaatkan peran dokter-dokter hebat yang dapat meningkatkan kesehatan anggota masyarakat di masa Covid-19 varian Omicron.

“Dokter-dokter tersebut merupakan dokter imaginatif berasal keluarga besar Trah MOH. JAIM yang ada di lingkungan kita dan pada diri kita masing-masing,” kata mantan Sekda Blora itu.

MOH JAIM sendiri bukanlah sosok kumpulan dokter-dokter yang berpenampilan untuk menjaga image dalam pergaulan sehari hari di masyarakat. “Namun sebuah akronim yang dapat memberi kontribusi positif bagi peningkatan kesehatan,” ucapnya.

Diawali dari nama dokter dengan huruf (M) adalah Matahari. Sinar matahari merupakan sumber utama kehidupan di planet bumi. Menurut World Health Organitation (WHO), berjemur di bawah matahari dapat meningkatkan kekebalan atau imunitas diri sehingga dapat mencegah infeksi Covid-19 meskipun tak langsung membunuh virus Corona.

Kemudian dokter kedua berna-ma (O), Olahraga. Kalau mau tetap sehat dan ceria jadikan aktivitas olahraga sebagai kebutuhan hidup sehari-hari.

Karena dengan berolahraga ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh diantaranya, mencegah penyakit jantung dan stroke, mengendalikan diabetes, menurunkan tekanan darah tinggi, menekan osteoporisis, menangkal obesitas dan meningkatkan kualitas hidup.

Selanjutnya dokter yang ketiga adalah (H) Hadirkan Allah dalam kehidupan sehari-hari baik pada saat susah maupun senang, baik saat sempit maupun lapang dan saat sakit maupun sehat serta saat masih aktif berkarya dan saat purna tugas.

“Untuk itu marilah mumpung masih ada waktu dengan keterbatasan yang kita miliki,mulai saat ini kita menghadirkan kembali Allah dalam kehidupan sehari hari melaluhi ibadah dan doa yang selalu kita panjatkan kepada Allah,” ajaknya.

Dokter keempat diawali huruf (J), Jaga hati agar tetap bersih, tenang dan damai serta selalu setiap saat dimanapun berada terus belajar mengeliminir perasaan iri, dengki, srei, congkak dan sombong terhadap keberuntungan dan nasib orang lain.

“Selalu bermuasabah diri dan mudah memaafkan orang lain yang selalu menyakitkan kita. Stop untuk menyebarkan berita hoaks dan ujaran kebencian,” terangnya.

Jaga rasa persaudaraan, kekeluargaan, keguyuban dan kerukunan serta persatuan dan kesa-tuan di masyarakat.

Sedang dokter yang kelima adalah (A), Air putih merupakan zat cair yang tersedia di Alam cukup melimpah dan memiliki peran vital bagi kehidupan makluk di muka bumi.

“Dalam praktik untuk memotivasi diri sebagai orang muslim setiap hari saya minum tujuh gelas air putih dengan pedoman selasai menunaikan salat wajib saya minum air putih satu gelas dan selesai salat sunah,” ungkapnya.

Adapun dokter yang yang keenam adalah (I), Istirahat menjadi langkah yang baik dalam mewujudkan kesehatan prima. Jangan memforsir diri dalam melakukan kegiatan tanpa ada waktu jeda. Karena akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Selama ini ada anjuran kita harus tidur delapan jam tiap hari, namun ada yang berpendapat tidak perlu dengan standar jumlah jam yang penting bisa beristirahat secara berkualitas dan lepas dari beban persoalan yang sedang menghimpit.

Selanjutnya, dokter yang ketu-juh adalah (M), Makanan sehat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.

Kalau dulu ada istilah empat sehat lima sempurna. Sekarang asupan yang dapat dikonsumsi tiap hari makanan bergizi dan seimbang.

“Demikian berbagai macam dokter yang tergabung dalam keluarga besar MOH JAIM yang dapat memberi pertolongan pada kesehatan kita,” ungkapnya.(*).

Wayang, Esensi Ceritanya sesuai Dakwah Sunan Kalijaga

Masyarakat harus bangga dengan wayang sebagai seni budaya warisan leluhur. Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora Bam-bang Sulistya, Jumat (18/2) lalu.

Bambang mengaku bersyukur pada Jumat berkah yang sejak pagi hingga waktu shalat Jumat diguyur hujan, ia kedatangan ta-mu yang membawa buah tangan istimewa, yaitu sebuah lukisan wayang Semar yang dilukis di atas kaca dengan pigura kayu jati khas Blora.

Lukisan itu hasil karyanya yang diniatkan secara ikhlas akan diberikan untuk kesenangan orang lain yang menyukai sosok wayang, Sang Pamomong.

“Kebetulan saya penggemar berat tokoh wayang Semar, sejak saya mulai bekerja tahun 1981. Saya tertarik tokoh wayang Se-mar karena figur ini selain seba-gai pengasuh juga sekaligus pe-nasehat para kesatria,” terang mantan anggota DPRD Blora itu.

Setiap bertutur selalu menghibur sehingga orang yang sedih menjadi gembira. Orang yang sedang susah bisa tertawa.

Ucapan dan perilaku bisa jadi panutan oleh siapapun yang memiliki hati nurani. Sosok Semar yang selalu tumaninah mengawal kebenaran dan suara hati para pandawa sebagai representasi tokoh dunia putih.

“Tamu itu bernama Siswoyo (64), pensiunan kepala sekolah diperbantukan di SMP Rimba Taruna yang saat ini menjadi Ketua PWRI Kecamatan Randublatung,” jelasnya.

Siswoyo gemar wayang dan suka melukis sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Menurut Siswoyo, wayang adalah seni dan budaya yang adiluhung dalam Budaya Jawa.

Dilihat dari aspek falsafahnya, wayang merupakan gambaran kehidupan manusia yang mence-ritakan peperangan antara kebatilan atau angkoro murka dengan kebenaran.

Akhirnya kebenaran pasti akan menjadi pemenang. Ia mencotoh-kan dalam kisah Mahabarata kemenangan Pandawa terhadap Kurawa.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman pribadi orang yang menyukai wayang tidak akan mengurangi keyakinan sebagai orang muslim.

Karena cerita wayang sudah sesuai dengan arahan dan esensi dari dakwah Sunan Kalijaga, salah satu wali songo penyebar agama Islam di Tanah Jawa.

Sunan Kalijaga menggunakan wayang sebagai media dakwahnya dengan mengenalkan Islam melaluhi pertunjukan wayang yang sangat digemari masyarakat.

Melalui wayang inilah Sunan Kalijaga menanamkan nilainilai ketauhidan, ajaran syariat, serta nilai akhlak berdasarkan agama Islam.

Dari ajaran Sunan Kalijaga inilah Islam yang rahmatan lil alamin, yaitu Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta bisa tumbuh dan berkembang dan sangat dicintai masyarakat.

Bahkan menurut ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Shola-huddin Al-Aiyub, menjelaskan terkait Hukum wayang ini dapat dijelaskan melaluhi tujuan penggunaan wayang dan hukum Obyek wayang itu sendiri.

Pendapatnya, umumnya wa-yang dikenal secara luas digunakan dengan tujuan menyampaikan imformasi, nilai-nilai kebaikan hingga sarana dakwah Islam sehingga dari sisi ini tidak alasan yang membuat wayang menjadi haram.

Sesuatu yang bernilai positif hingga membawa kebaikan,maka sesuatu itu dalam Islam diperbolehkan bahkan diajarkan.

Adapun hukum Islam terkait objek wayang itu sendiri dalam Islam disebut mubah atau boleh, bukan menjadi benda yang dilarang.

Siswoyo menyimpulkan bahwa wayang dalam kehidupan di masyarakat adalah sebagai media hiburan, pendidikan, penerangan, seni, pemahaman filsafat dan media dakwah. Karena wayang merupakan budaya adiluhung maka sepantasnya kita ikut uri-uri dan melestarikan warisan nenek moyang. (*).

PWRI Blora Hadirkan Produsen Obat Herbal

Sebagai bentuk ikhtiar dalam rangka upaya meningkatkan imu nitas diri, sekaligus mewujudkan semangat optimisme di tengah merebaknya Virus Corona Varian Omicron, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabpaten Blora, awal pekan lalu menghadirkan produsen sekaligus distributor nutrisi dan obat herbal.

Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya menjelaskan acara itu dihelat dalam rapat rutin pengurus dan anggota bertempat di ruang pertemuan setempat. PWRI Ka-bupaten Blora menggelar rapat rutin dengan menghadirkan PT. Naturindo Fresh.

“Yakni produsen dan sekaligus distributor nutrisi dan obat herbal terkenal di Indonesia untuk memberi pencerahan kepada para pejuang pembangunan atau kum Wredatama yang siap meng-abdi sampai di akhir usia,” jelas Bambang, yang mantan Sekda Blora, Rabu (09/02/2022).

Dalam mengawali pertemuan Bambang Sulistya menyampaikan, sebuah ungkapan hidup harus dijalani dengan penuh keikhlasan, karena sebagai manusia kita tak pernah bisa memilih hal-hal apa saja yang boleh terjadi pada diri kita masing-masing.

“Setiap masalah yang kita hadapi adalah sebuah kenyataan hidup yang tak dapat dihindari. Semakin kita lari dari realita maka semakin akan terus membayangi pikiran dan langkah kiprah kita,” ungkapnya.

Karena itu dari pada menghindari persoalan, mengapa kita tak berusaha mempersiapkan diri dan mengatasinya. “Ibarat pepatah, sedia payung sebelum hujan. Jika bisa kita persiapkan dan selesaikan segera lakukan,” tuturnya.

Kalau ikhtiar sudah kita lakukan ternyata hasilnya belum se-suai dengan harapan, maka serahkan semua itu kepada Tuhan.

Jadikan sebuah masalah sebagai tantangan agar kita dapat berpikir lebih kreatif, melihat lebih cermat, mendengar lebih teliti dan berbuat lebih bijak.

Jangan mengeluh apalagi stress atau frustasi menghadapi realita saat ini, yang sudah hampir dua tahun kita dirundung musibah ulah dari Virus Corona.

“Hidup adalah perjuangan dan pilihan. Hari ini kita tetap semangat dan mengambil pilihan atau keputusan untuk mendatangkan narasumber yang akan memberi motivasi dan solusi agar kita tetap sehat di masa pandemi Covid-19 varian Omicron,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Siti Fatimah mewakili dari PT Naturindo Fresh mengatakan untuk mewujudkan kesehatan para konsumen dilakukan pendekatan dengan menyajikan konsep “kepedulian” dalam melayani konsumen.

Pelayanan yang bersahabat oleh terapisi yang kompeten, produk alami yang bermutu dan perawatan yang berkesinambungan dalam beragam kondisi baik pencegahan, pengobatan maupun rehabilitasi diharapkan mampu membantu konsumen dalam melewati transisi kesehatan dengan baik dan memuaskan.

Peserta rapat diperiksa tensinya, Cek kesehatan gratis, terapi refleksi gratis dan dijelaskan secara terbuka tentang kondisi kesehatan saat ini berdasarkan hasil cek kesehatan.

Tersedia 29 Ekstrak Herbal spesial untuk penyembuhan 48 jenis penyakit, di antaranya untuk penyembuhan penyakit stroke, jantung, diabetes meletus, hipertensi, kolesterol, asam urat, maag, gangguan pernafasan, lever dan untuk peningkatan imunitas.

Produk dari PT Naturindo Fresh telah terdaftar di BPOM RI. Dijelaskan pula berbagai nilai positif dari obat herbal dianggap lebih alami dan bebas dari efek samping yang tak diinginkan.

“Disamping itu obat herbal lebih murah dan terjangkau serta obat herbal bisa digunakan untuk terapi alternatif maupun sebagai terapi pendamping obat obat modern,” jelasnya.

Disampaikan ada beberapa tips sebelum menggunakan obat herbal dengan aman. Yaitu, pastikan anda membeli dan menggunakan obat herbal yang telah terdaftar di BPOM RI. Baca dan pahami apa kandungan yang terdapat di dalam obat herbal tersebut. “Jangan lupa untuk selalu memeriksa tanggal kedaluarsa sebelum penggunaanya,” terangnya. (*).