Semua tulisan dari Gunawan Umardani

Bupati Blora Hadiri Pelantikan Gema Keadilan

BLORA.-

Bertempat di kantor DPD PKS, pelantikan Ketua dan Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gema Keadilan periode 2022-2027, Minggu (13/03/2022), dihadiri Bupati Blora Arief Rohman.

Ketua DPD Gema Keadilan (GK) Kabupaten Blora terpilih Elfa Octa Eri Setiawan mengatakan, keberadaan pemuda memiliki arti sangat penting karena pemuda memegang peran dalam maju mundurnya sebuah bangsa.

“Gema Keadilan siap berkontribusi dalam membangun Blora,” katanya.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengharapkan pemuda bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah, sesuai dengan visi misi yakni Sesarengan Mbangun Blora.

“Dengan diadakannya pelantikan tersebut semoga bisa Sesarengan Mbangun Blora dan menjadi pemicu untuk para pemuda agar dapat menumbuhkan rasa semangat untuk terus menjadi pemuda yang kreatif inovatif dan cerdas dalam mengembangkan potensi khususnya di kabupaten Blora ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPW Gema Keadilan Jawa Tengah Agung Budi Margono mengatakan, Gema Keadilan merupakan organisasi kepemudaan yang membumi dan memberikan banyak kontribusi bagi pengembangan potensi pemuda.

“Kita berharap Gema Keadilan menjadi organisasi yang membumi, berkembang, makin banyak kontribusinya, dengan fokus program yang pembentukan pemuda yang memiliki leadership, enteprenurship, sociopreneur dan influencer,” katanya. (*)

Kejurkab 2022, PBFI Cari Bibit Baru Atlit Binaraga Blora

BLORA.-

Persatuan Binarga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Kabupaten Blora menggelar kejuaraan bodi kontes dalam Kejurkab PBFI Blora 2022 di STTR Cepu pada Minggu (06/03/2022) pekan lalu.

Pada kontes kali ini, PBFI mempertandingkan dua kelas, yakni Super Beginner dan New Muscle. Antusias peserta cukup tinggi dengan banyaknya peserta dari berbagai club gym. Tecatat peserta Super Beginner 23 dan New Muscle 21 orang.

“Ajang ini bertujuan untuk mencari bibit baru. Dari pemenang ini nanti, akan kita bina dan jadikan atlit untuk mewakili Blora pada ajang-ajang kejuaraan lebih lanjut. Blora masih sangat kurang atlit binaraga,” jelas Ketua PBFI Blora, Leo Dwi Dewantoro saat memberi sambutan.

Sementara itu pada sambutannya, Ketua KONI Blora, Hery Sutiyono memberi apresiasi pada penyelenggaraan Kejurkab 2022 kali ini. Pasalnya dari berbagai bidang olahraga, PBFI yang dimotori oleh Leo Dwi Dewantoro merupakan bidang yang paling sering mengadakan even. Sehingga dengan pembinaan yang aktif, diharapkan akan menghasilkan atlit yang berkualitas.

Setelah melalui beberapa tahapan penilaian, keluar sebagai pemenang, dari kelas Super Beginner Juara 1. Jaylani 2. Febrian 3. Wahyudi. Sedangkan untuk kelas New Muscle, juara 1. Piyan Ka 2. Nuri 3.Kristanto.

Acara Kejurkab 2022 PBFI sendiri dibuka dan dimeriahkan oleh performa Zumba Party yang dimotori oleh Sanggar Yona Gym. Sanggar YN Gym sendiri, meski baru didirikan satu tahun yang lalu, namun mendapat sambutan yang positif oleh kaum perempuan dewasa dan ibu-ibu.

Penampilan dance beraliran Zumba yang sangat energik ini, sangat pas di even binaraga yang memamerkan otot dan bentuk tubuh. (*)

Membentuk Tubuh Sehat dan Ideal bersama Yona Gym

BLORA.-

“Yang tidak bisa, da-tang saja. Yang ingin belajar, saya ajari. Yang gemuk, saya kuruskan…,” kata Yona, pemilik sekaligus instruktur Sanggar YN Gym.

Dengan senyum canda namun serius, hal itu diungkapkan Yona di depan wartawan Diva. Bercanda karena memang penampilan Yona periang dan energik. Serius karena pemahamannya. Dimana di sanggarnya memang diajarkan secara benar dan profesional. “Hasilnya, banyak member sanggar yang sudah merasakan manfaat dan hasilnya. Misalnya yang dulu gemuk, dalam 4 bulan sudah mengalami perubahan. Setidaknya lebih percaya diri,” tambah Yona.

Sanggar Yona Gym di Cepu didirikan bulan Maret Tahun 2021 lalu. Misinya adalah mengedukasi masyarakat bahwa untuk membuat sanggar atau gym harus ada lisensi dan legalitasnya. Terutama untuk instrukturnya.

Yona sendiri sudah lebih dari 10 tahun malang melintang di dunia dance dan gym. Bahkan perempuan dengan nama lengkap Yona Loranti ini sudah mengantongi 14 lisensi instruktur.

Saat ini beberapa lisensinya dipakai di beberapa Sanggar YN Gym. Misalnya Zumba, Aero Zumba, Aero BL, Zumba Mix, Zumba Toning dan Steprobic.

Kenapa lebih memilih Zumba? Karena Zumba lebih lengkap. Dari gerakan dan teknik, Zumba melibatkan dari berbagai gerakan dance yang lain. Dan gerakan Zumba sangat dinamis dan menarik. Olahraga menjadi menyenangkan, tapi bisa membentuk tubuh ideal.

“Zumba, di kota besar sudah lama menjadi trend pilihan kaum hawa. Untuk di Cepu dan kabupaten Blora, Yona menawarkan alternatif baru dengan berbekal lisensi yang diakui. Siap mengedukasi dan ikut meramaikan berbagai kegiatan atau even di Kabupaten Blora,” terang perempuan paruh baya yang penampilannya terlihat sangat energik ini,

Satu tahun keberadaan YN Gym di Cepu, sudah banyak kegiatan atau even yang diikuti. Antusias kaum hawa pun cukup tinggi. Sekitar 50 kaum hawa sudah menjadi member. Belum mereka yang sesekali datang dan langsung mengikuti kelas. Prinsipnya, sangat welcome.

“Prinsipnya, untuk sehat itu tidak mahal. Untuk sehat itu bisa dengan cara yang menyenangkan. Terutama untuk menyeimbangkan kesehatan fisik dan hati kita” jelas Yona. Bangga, meski dia sendiri seorang sarjana sastra namun lebih menekuni sanggar YN Gym nya.

Bentuk tubuh yang ideal, fit, sehat serta indah merupakan dambaan setiap perempuan. Berbagai cara dan metode dari mulai diet, pola makan sampai olahraga dijalani. Dari mulai yang tradisional sampai yang modern begitu laris di pasaran. Tak heran tempat-tempat fitness, gym, sanggar senam dan semacamnya, merebak di berbagai tempat. Dan ramai dikunjungi.

Bagi kaum hawa yang ingin menjaga kebugaran, sehat atau menurunkan berat badan, Sanggar YN Gym menjadi salah satu pilihan. Silahkan datang langsung ke sanggar YN Gym di Jl Ronggolawe 110 Cepu, tidak jauh dari terminal bus Cepu. Buka Senin sampai Sabtu, pagi pukul 08.30 / sore 15.30 wib.

Dan untuk memfasilitasi antusias masyarakat, bulan kemarin sudah dibuka cabang sanggar YN Gym di AWS Sonorejo. (*)

Anton Sudibyo: Amal Ibadah untuk Investasi Dunia dan Akhirat

BLORA.-

Bertempat di teras Masjid Nurul Falah di kawasan Perumnas RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora, Jumat (11/02/2022) digelar pengajian rutin yang diikuti hampir 50 orang umat muslim setempat.

Agus Budi Sukisno salah motor pdenggerak kegiatan rutin itu mengatakan, bahwa setiap bulan pada hari Jumat minggu kedua, pengajian Jumat sore diikuti oleh ibu-ibu warga Perumnas Karangjati dengan menghadirkan mubalig atau kyai untuk memberikan siraman rohani.

“Pada Jumat, 11 Februari 2022 kegiatan pengajian ibu-ibu menghadirkan penceramah Kyai Lemhanas Aton Sudibdyo dari Kecamatan Japah,” ujar pria yang akrab dengan panggilan Kyai Gaul itu, Sabtu (12/2/2022).

Berjuluk Kyai Lemhanas karena Anton Sudibyo yang pernah menjadi anggota DPRD Blora itu juga pernah ikut pelatihan khusus Lemhanas. Anton saat ini aktif sebagai petani tebu penyangga di pabrik Gula Gendis Multi Manis Bulog Blora dan aktivis penggerak petani mandiri dengan sistem pertanian organik.

Kurang lebih 40 ibu-ibu tampak antusias mengikuti pengajian luar biasa itu. Diawali lagu Islami yang diiringi kesenian musik hadrah dari kelompok Perumnas dan dilanjutkan dengan puji pujian melatunkan Asmaul Husna, selanjutnya langsung diisi mauidhoh hasanah oleh Anton.

Dalam tausiahnya yang cukup jelas, singkat, padat dan praktis, Anton dengan suara mantab memberikan motivasi sambil memberikan contoh nyata yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Tanpa pernah latihan bersama dengan pengiring musik, Anton ternyata bisa klop berkolaborasi untuk menghibur para ibu yang hadir dalam pengajian.

Tema yang disampaikan oleh Anton adalah “Membangun investasi masa depan baik di dunia maupun di akhirat”.

Diungkapkan oleh Anton, dalam menjalani kehidupan di masa pandemi seperti saat ini, umat Islam diharuskan memiliki semangat, tekad dan pegangan yang kuat dan mantab agar bisa tetap eksis dan bermanfaat hingga di akhir kehidupan nanti.

“Untuk itu mulai saat ini, dan dimulai dari diri sendiri serta mulai dari hal yang terkecil, kita laksanakan investasi kehidupan dengan melakukan berbagai amalan atau aktivitas yang memiliki nilai ibadah,” ujar Anton.

Anton menambahkan, aktivitas ibadah yang kita lakukan sekarang kelak akan bermanfaat bagi kita semua. Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah bersabda, “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga, yaitu sedekah jariah, Ilmu bermanfaat atau anak soleh yang mendoakan kepadanya” (HR Muslim).

Pada kesempatan itu Anton meminta kepada para jemaah yang hadir agar aktif bersedekah apalagi kalau dilakukan pada saat subuh atau pagi hari.

“Jangan pernah ragu atau bimbang untuk bersedekah karena Islam mengajarkan untuk bersedekah baik disaat lapang maupun sempit,” tuturnya.

Lakukan berapapun nilainya yang penting iklhas dan rutin. Ada ungkapan siapapun yang suka sedekah atau kepyur pasti dijamin makmur dalam kehidupan.

Adapun sedekah jariah merupakan pemberian yang diberikan seorang muslim kepada orang yang membutuhkan secara sukarela dan iklhas serta mengharap ridho Allah SWT.

Contoh sedekah jariah antara lain memberikan santunan anak yatim piatu, membantu berdirinya taman bacaan ,memberi Al-Qur’an dan buku bacaan islami.

Dalam masa pandemi Covid-19 bersedekah bisa diwujudkan turut aktif membantu penyedikan sembako kepada kaum duafa dan mendorong kepada anggota masyarakat agar ikut vaksinasi serta melaksanakan protokol kesehatan.

Kemudian ilmu yang bermanfaat, bila seseorang yang memberikan dan mengajarkan ilmu kepada orang lain,akan mendapat amalan yang tidak terputus meski dirinya meninggal dunia.

Jika kemudian orang yang mendapatkan ilmu tersebut mengamalkan kepada orang lain.

Diberikan contoh, bila ibu-ibu mengajarkan membaca Al-Qur’an kepada anaknya dan kelak anaknya terus mengamalkan untuk ditularkan kepada teman-temanya.

“Demikian pula ibu-ibu punya keahlihaan menyanyi dan keahlian tersebut diajarkan kepada sahabatnya kemudian oleh sahabatnya diajarkan kepada teman temannya,” kata Anton.

Selanjutnya, doa anak soleh yang selalu mendoakan kepada orang tuanya baik semasa hidup maupun telah meninggal dunia.

“Anak soleh itu hasil karya didikan dari orang tuanya sehingga sejak dini orang tua harus memperhatikan pendidikan agama dan budi pekerti kepada anak anaknya,” jelasnya.

Serta selalu memberi perhatian dan disiplin terhadap lingkungan bergaul bagi anak anaknya.

Perlu juga diingatkan kepada anak-anak untuk mendengar dan mengamalkan falsafah lagu Tombo Ati, lagu tradisional jawa yang diciptakan oleh Sunan Bonang salah satu Walisongo.

Dalam lagu itu ada lima tuntunan, yang pertama baca Qur’an dan maknanya

Kedua salat malam dirikanlah, ketiga berkumpulah dengan orang soleh, keempat perbanyaklah berpuasa dan yang kelima dzikir malam perpanjanglah.

Salah satu siapa yang bisa menjalani moga moga Gusti Allah mencukupi.

Sebelum mengakiri tausiahnya ia memberi semangat kepada ibu-ibu agar tidak perlu resah, gelisah apalagi takut dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19 varian omicron tetap mengikuti anjuran pemerintah melakasanakan protokol kesehatan dan segera ikuti vaksinasi.

Jaga imunitas diri dengan berolahraga teratur dan asupan makanan bergizi cukup dan seimbang serta selalu berpikir positif.

“Tingkatkan kualitas beribadah dengan salat tahajud dan bersedekah. Dengan langkah tersebut insyaallah kita tetap sehat dan bermanfaat,” tuturnya. (*)

Angkat Kaur Keuangan Jadi Sekdes, Ratusan Warga Desa Nglobo Demo Kades

“Kalau Kades tetap melantik Atun sebagai Sekdes, artinya Kades lebih berat terhadap satu orang daripada mayoritas warganya, ya kami mungkin bisa saja mencari Kades baru…” tegas salah satu perwakilan warga yang terucap di forum pertemuan itu.


Tidak kurang dari 200 warga Desa Nglobo Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Rabu (02/02/2022), berkumpul di balai desa setempat untuk memprotes terkait proses seleksi Perades. Mereka terdiri dari warga biasa, perwakilan RT/RW, tokoh agama serta tokoh masyarakat Nglobo.

Warga melakukan protes dan tidak menyetujui adanya salah satu perangkat yang bernama Siti Rubiyatun atau yang lebih dikenal Atun menjabat Sekdes. Pasalnya, Atun yang sebelumnya adalah Kaur Keuangan, dimutasi menjadi Sekdes oleh kepala desa.

Tuntutan warga yang tidak setuju Atun dimutasi menjadi Sekdes, akhirnya melebar lagi menjadi pokoknya Atun jangan jadi perangkat desa alias diturunkan.

Lebih melebar lagi, kalau Atun tetap dipertahankan atau dilantik menjadi Sekdes, suara warga mengarah pada mosi tidak percaya pada Kepala Desa Nglobo, Pudik Harto.

Sikap seperti dikarenakan masyarakat merasa tidak dilibatkan dalam se-leksi perangkat desa ini, dan menganggap kepala desa memutuskan sepihak dengan kewenangannya.

Selain itu, mereka tidak menghendaki Siti Rubiyatun ini menjadi perangkat desa, terlebih kalau dijadikan Sekdes. Disinilah reaksi masyarakat semakin vokal bersuara.

Desa Nglobo sendiri merupakan 1 desa dari 11 desa di Kecamatan Jiken yang belum melaksana-kan pelantikan perangkat desa pada 30 Jan lalu, karena masih adanya keberatan sebagian warga.

Pada aksi dengar pendapat, Camat Jiken Mulyowati didampingi kapolsek Jiken, Danramil Jiken, tokoh agama serta tokoh masyarakat Nglobo. Pertemuan ini dibuka sendiri oleh Kepala Desa Nglobo, Pudik Harto.

Suasana beberapa kali memanas, saat perwakilan masyarakat meluap-kan alasan keberatan Atun menjadi Sekdes. Bahkan minta dicopot dari perangkat desa. Catatan keberatan mereka lebih banyak karena tidak suka sosok dan ati-tute Atun. Mereka meni-lai Atun sosok yang aro-gan.

Sebagai seorang perempuan, Camat Mulyowati tampak sabar dan tenang, terlihat sesekali berusaha menenangkan yang hadir. Mereka diberi kesempatan bicara, mengeluarkan alasannya masing-masing. Semua ditampung.

Menjawab tentang proses perades dan mutasi Atun dari Kaur Keungan menjadi Sekdes (sampai berita ini diturunkan, belum dilantik), Kades Pudik Harto menjelaskan bahwa semua proses dan prosedur sudah dilalui sesuai aturan yang berlaku.

Bahwa proses yang dilalui sudah melibatkan perwakilan masyarakat dalam hal ini ketua RT, RW sampai tes seleksi lainnya, sesuai aturan dan jurlak yang berlaku.

Ditemui secara terpisah, mantan Kades Nglobo dua periode (tahun 2007-2019), Jatmiko menanggapi adanya reaksi warga yang menghangat, ”Sepertinya semua ini karena komunikasi saja. Kurang adanya komunikasi dengan warga serta keterlibatan antar lembaga dan perangakat yang terkait.” (*)

Blora Punya Kebun Durian berbagai Varian

“Saya menanam durian di atas lantaipun bisa,” tegasnya dengan penuh percaya diri. Hal ini tidak berlebihan karena dia sebagai pelaku yang lama melakukan penelitian dan proses panjang, sampai berhasil membuktikan hasilnya.

Dia adalah Heriyanto, yang te-lah berhasil membuktikan budidaya durian di Desa Karanggeneng, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora.

Tidak jauh dari Karanggeneng, yaitu di Desa Karangjong, kebun duriannya yang berusia 7 tahun, sudah menghasilkan. Dengan luas tanah sekitar 2 hektar, ada sekitar 250 pohon durian dari berbagai jenis. Dari varian musang king, montong, bawor, sampai yang lokal. Bahkan kebun duriannya dalam 3 tahun terakhir ini sudah menjadi incaran para maniak durian.

“Durian saya ini dikenal dengan durian mahal, tapi tetap diburu dan selalu sold out, tidak tersisa. Bahkan saat ini saya sering menolak pengunjung karena ketersediaan buah,” jelasnya dengan senyum bangga sambil melayani pengunjung menikmati durian.

Hari itu, Minggu 23/1/22 kebetulan ada rombongan pengunjung dari Blora, Cepu, Jawa Timur serta 4-5 pengunjung bermotor, yang memang berniat berkunjung ke kebun PSA Farm ini karena penasaran. Dan hasilnya, memuaskan. Sebanding dengan perjalanan yang masih cukup sulit dijangkau.

Sosok Heriyanto adalah asset bagi daerah. Dia menyediakan diri, siap untuk mengedukasi masyara-kat tentang pertanian, khususnya durian. Tinggal bagaimana sikap Dinas Pertanian dan Pemda.

“Blora bukan habitat durian. Tapi durian bisa hidup di Blora. Kuncinya, treatment dan media ta-nam. Dan prospek ke depan, masih sangat menjanjikan,” tambahnya optimis.

Melihat sepak terjang Heriyanto yang latarbelakangnya justru teknik mesin UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) ini, patut di-jadikan inspirasi. Meski orang lebih banyak melihat hasil buah duriannya saat ini, tanpa melihat proses jatuh bangunnya yang panjang dan menantang. (*)

Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Utama Mitratel yang Putra Daerah Blora

BLORA.-

Membangun dan memajukan masyarakat dibutuhkan peran serta seluruh potensi yang ada, tak terkecuali Kabupaten Blora. Berbagai upaya ditempuh bupati untuk memajukan Blora, salah satunya dengan mengajak peran serta putra daerah yang sukses di kota besar.

Pada Rabu 26 Januari 2022 lalu, Bupati Blora, Arief Rohman berkunjung ke kantor Mitratel di Jakarta. Ada siapa di Mitratel? Ternyata Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko yang akrab dipanggil Tedi Hartoko adalah putra daerah asal Blora.

Ketika dikonfirmasi tentang kunjungan tersebut Tedi Hartoko menjelaskan, bahwa kedatangan Bupati Arief dalam rangka mengumpulkan dan menyatukan duta-duta asli Blora yang sudah berkarya di luar kota untuk membantu kemajuan dan sejahteranya Kota Blora”.

Tentunya kunjungan ini sangat strategis, mengingat Mitratel atau PT Dayamitra Telekomunikasi merupakan salah satu anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi.

Mitratel mulai menapaki bisnis menara telekomunikasi sejak Tahun 2008. Sampai saat ini, Mitratel telah mengelola lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua operator seluler Indonesia telah menjadi tenant dengan menempatkan perangkat BTSnya di menara Mitratel.

“Belum ada keputusan yang terperinci, tapi saya lagi merumuskan apa yang bisa kami sinergikan dengan Blora,” tambah Tedi yang alumni SMP Negeri 2 Blora angkatan 1988 ini.

Dengan potensi Blora yang banyak bisa dikembang-kan, demografi wilayah yang masih banyak kesulitan akses internet dan telekomunikasi, Mitratel yang peduli terhadap pemberdayaan masyarakat melalui CSR-nya, tidak berlebihan kalau masyarakat Blora berharap akan ada program inovatif dari Dinkominfo Blora dalam waktu dekat. (*)

RAT, Primkoptama Subur Jepon Sehat di Masa Pandemi COVID-19

BLORA.-

Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, Sabtu (29/1/2022) menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Primkoptama Subur Tahun buku 2021 masa Bhakti Pengurus 2019-2021.

Ketua PWRI Kecamatan Jepon Rajiman Santarko menjelaskan, dalam kegiatan RAT tersebut agenda utamanya adalah pemilihan pengurus masa Bhakti 2022-2024.

“Kami menyampaikan ucapan trima kasih kepada pengurus koperasi yang lama atas kinerjanya yang mampu mewujudkan Primkoptama Subur mendapat predikat Koperasi Cukup Sehat,” ucap Rajiman Santarko, yang pernah menjabat Camat Tunjungan itu.

Dikatakannya, kiprah para pengurus juga telah dirasakan manfaatnya oleh para anggota koperasi. Salah satunya walau di masa pandemi dan sulit telah mampu mengajak wisata rekreasi di tempat wisata ke Semarang.

Untuk para pengurus yang baru, lanjut Rajiman, nanti akan dilakukan pelantikan serta diharapkan dapat melakukan tugas lebih baik dan mewujudkan prestasi yang lebih cemerlang dari pengurus sebelumnya.

Sementara Camat Jepon yang diwakili oleh Sekcam Ngaspin memberi apresiasi positif terhadap kinerja pengurus lama Primkoptama Subur dan sangat berharap dalam pengurus yang baru nanti dapat mewujudkan para anggota koperasi makin sejahtera.

Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya menyampaikan ucapan trimakasih kepada Ketua PWRI Jepon yang telah mampu membina pengurus Primkoptama menjadi Koperasi Sehat dan hari ini mampu mewujudkan RAT.

“Demikian pula saya mengucapkan trimakasih atas pengabdian dan perjuangan para pengurus lama Primkoptama Subur,” ucapnya.

Khusus untuk para calon pengurus baru yang nanti akan dilantik, mantan Sekda Blora itu menitipkan pesan agar dalam melaksanakan tugas dapat mengaplikasikan jurus ABCD, yaitu pengurus yang (A) amanah, (B) bersih, (C) cerdas dan memiliki (D) dedikasi yang tinggi untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan para anggota Koperasi yang terdiri dari para pejuang Pembangunan alias para Purna Tugas ASN.

“Kemudian dalam menghadapi realita kehidupan saat ini telah merebak berita tentang berkembangnya virus corona varian baru Omicron, saya minta kepada seluruh anggota dan pengurus PWRI Kecamatan Jepon tidak perlu resah, gelisah apalagi takut tentang datangnya varian baru,” tuturnya.

Sampai saat ini, kata Bambang, di wilayah Kabupaten Blora sudah masuk level satu dalam PPKM dan juga belum ada indikasi virus Omicron masuk di Kota Sate.

Untuk itu diharapkan agar tetap waspada dan selalu beriktiar untuk melaksanakan juga jurus penyelamatan yang terakomodasi dalam Akronim ABCD.

Yaitu, (A) Aktif setiap saat dimanapun kita berada untuk pandai bersyukur atas kenyataan yang kita hadapi, apa yang kita miliki dan capaian aktivitas yang kita wujudkan, karena dengan bersyukur hati menjadi tenang dan imunitas diri makin mantab dan meningkat.

(B) Budayakan berfikir positif dalam kehidupan sehari hari bahwa penyakit corona bisa disembuhkan dengan melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat.

“Stop budaya ngrumpi apalagi menebar berita hoaks yang akan menimbulkan keresahan dan ketakutan di masyarakat,” ucapnya.

Kemudian, (C) Cepat mengambil sikap untuk segera mengikuti vaksinasi tahap ketiga atau vaksin Booster dan secara ikhlas ikut menggerakan para kelompok lanjut usia kalau di Blora sebutannya keren (kelompok retan) yang sampai saat ini masih takut dan belum mengikuti vaksinasi agar mau melaksanakan vaksinasi. Dengan vaksinasi tubuh makin sehat dan imunitas makin maningkat.

Berikutnya, (D) Diyakini, bahwa hanya Allah yang mampu menyelamatkan dan melindungi kita semua.

“Untuk itu mari tingkatkan kwalitas ibadah kita terutama untuk bersedekah kepada kaum duafa,” ujarnya.

Dalam pembukaan acara RAT tersebut hadir pula dari unsur Forkompimcam Jepon dan utusan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Blora. (*).

Hindari Penyakit Musiman Melalui “Gerakan Petani Mandiri”

BLORA.-

Cuaca Blora yang cerah sikap optimis untuk maju dalam kehidupan spiritual harus tetap dimiliki agar bisa menjalani dan menikmati Tahun 2022 yang bernuansa omicron.

Caranya adalah, dengan menciptakan kebiasaan-kebiasan positif seperti halnya rajin bersilahturahmi disertai niat baik dalam setiap melangkah.

Ungkapan itu disampaikan Bambang Sulistya, Ketua PWRI Kabupaten Blora yang juga mantan Sekda Blora, Minggu (23/1/2022), ketika berkesempatan silaturahmi bersama tokoh andalan petani Blora, Anton Sudibdyo.

“Sabtu (22/1/2022), saya berkesempatan bersilahturahmi dengan seorang tokoh andalan petani Blora yang sering disebut Kyai Lemhanas. Yaitu Anton Sudibdyo yang berdomisili Desa Japah Kecamatan Japah,” ucapnya.

Anton Sudibyo yang mantan anggota DPRD Blora, menurut Bambang merupakan satu-satunya petani Blora yang pernah mengikuti pelatihan khusus di Lemhanas.

Anton yang sekarang mengelola lahan tebu seluas 50 hektar, dikenal sebagai petani penyangga dan petani jangkar di Pabrik Gula PT Gendis Multi Manis (GMM) Bulog Kabupaten Blora, pabrik gula moderen yang ada di Jawa Tengah.

Selain bertani tebu, Anton juga menanam lombok, padi, porang, dan talas yang sekarang lagi ngetren karena daunnya menjadi bahan utama rokok herbal.

“Sebagai Kyai Lemhanas Bapak Anton memiliki pemikiran cerdas, bahwa ke depan petani tidak boleh lagi terjangkit penyakit musiman,” tuturnya.

Maksudnya, selama ini setiap musim tanam tiba petani selalu dihadapkan pada penyakit berupa harga pupuk unorganik mahal dan terkadang masih terjadi kelangkaan. Harga benih naik dan harga pestisida tak terjangkau.

“Kedepan, petani harus bebas dari penyakit tersebut, sehingga harus ada upaya yang mampu menumbuhkan sebuah Gerakan Petani Mandiri (GPM) yang siap berdikari. Yaitu, berdiri di atas kaki sendiri untuk memenuhi kebutuhan sarana produksi usaha tani,” jelas Bambang.

Sementara itu Anton Sudibyo mengajak kepada seluruh petani di Bumi Nusantara, khususnya para petani di Bumi Samin Blora untuk segera beralih dari sistem pertanian konvensional menjadi sistem pertanian organik yang tidak lagi tiap tahun dihantui oleh harga pupuk yang makin mahal, bahkan terkadang masih sulit didapat.

Disamping itu dengan sistem pertanian organik mampu menghasilkan produk hasil pertanian yang berkualitas, tentu dengan harga yang menguntungkan bagi petani sehingga dapat berkontribusi positif bagi peningkatan Kesejahteraan petani.

“Dengan penerapan pola pertanian organik akan terjaga keseimbangan ekosistem menjadi lebih baik dan melestarikan kesuburan tanah,” kata Anton.

Bahkan dengan beralihnya ke pertanian organik juga ikut mendukung kebijakan pemerintah tentang subsidi pupuk.

Diungkapkan oleh Anton, dengan beralih ke pertanian organik petani memiliki peluang usaha untuk mencapai kemandirian dalam hal membuat sarana produksi pertanian baik berupa pupuk dan pestisida organik dengan menggunakan bahan bahan yang sudah tersedia di lingkungan petani.

Untuk membuktikan ide cemerlangnya itu Anton saat ini sudah merintis pembuatan kompos cacing tanah atau yang sering terkenal dengan nama casting di laboratorium pekarangan rumahnya.

DIjelaskan oleh Anton, bahwa pembuatan kompos cacing tanah menggunakan bahan dari kotoran hewan, blotong limbah produksi pabrik gula, gedebok pisang, bekatul, dolomit dan dua jenis formula super.

Untuk menambah referensi berkaitan bahan kompos dapat menggunakan sisa sayuran dan dedanunan atau limbah organik lainya.

Kemudian jenis cacing yang digunakan pengomposan adalah lumbricus rubellus yang dibeli dari Malang lewat komunitas pembudidayaan cacing dengan harga Rp 75.000 per kg.

Selain menggunakan cacing juga bisa memanfaatkan bahan eisenia foetida dan pheretima asiatica.

“Mengapa menggunakan cacing dalam pengomposan. Karena cacing tanah dapat mempercepat proses pengomposan dengan mengurai bahan organik terlebih dahulu sebelum diurai oleh mikro organisme lainnya,” tuturnya.

Sehingga dalam proses pengomposan ini ada kerja sama antara cacing tanah dan mikro organisme. Hasil dari proses vermikomposting ini berupa Casting yang merupakan kotoran cacing berguna untuk pupuk organik.

Kandungan Casting mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman seperti netrogin, phospor, mineral dan vitamin.

“Karena mengandung unsur yang lengkap,apalagi kalau nilainya C/N kurang dari 20 maka Casting dapat digunakan sebagai pupuk masa depan yang ramah dengan lingkungan,” ungkapnya.

Disamping itu cacing sendiri juga bisa memberi nilai tambah bagi peningkatan pendapat bagi petani. Karena bisa dijual sebagai bibit cacing juga dapat dijual untuk konsumsi makanan ikan yang kaya akan protein.

Anton juga sudah memanfaat hasil karyanya untuk tanaman talas bening, tanaman porang, alpukat, durian, anggur, klengkeng dan tanaman pisang cavendis dengan hasil yang menunjukkan penampilan vegetatif yang menggembirakan.

Dirinya terus mengenalkan dan mempromosikan karya pupuk masa depan kepada para petani di sekitarnya agar mau beralih ke budaya pertanian organik.

Bahkan Anton kerap menghadirkan para ahli/pakar/dosen di bidang pertanian agar ada teknologi terapan yang bisa mendukung penerapan budidaya pertanian organik yang cepat diadopsi oleh para petani.

Cepat atau lambat bahwa kalau melihat kondisi perubahan yang begitu cepat dan komplek saat ini khususnya di bidang pertanian, maka menumbuhkan Gerakan Petani Mandiri adalah sebuah keniscayaan dan harus dimulai saat ini mumpung peluang masih terbuka luas.

Semoga Anton Sudibdyo memberi sentuhan rohani dan mampu menggerakan hati kepada siapapun yang peduli kepada para petani untuk sesarengan mbangun Pertanian dengan sistem organik.

Penyebaran luasan pupuk Casting juga dipublikasikan melaluhi siaran langsung Radio Suara Tani di Blora. (*).

UMK Kudus juga Mundur dari Calon Pelaksana CAT Perangkat di Blora

BLORA. – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa melaksanakan rapat dengan agenda penandatanganan naskah kerjasama untuk pelaksanaan ujian tertulis untuk penjaringan dan penyaringan Perangkat Desa di wilayah Kabupaten Blora.

Rapat dibuka dengan pidato singkat oleh Bupati Blora, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah kerjasama antara pihak Perguruan Tinggi dengan Ketua Panitia Pelaksana Desa, disaksikan langsung oleh Bupati Blora dan Wakil Bupati Blora bersama Forkompimda Blora, yang terdiri dari Ketua DPRD Blora, Dandim 0721/Blora, Kapolres Blora, Kepala Kejaksaan Negeri Blora.

Turut hadir Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Yayuk Windarti, para Camat se Kabupaten Blora, ratusan Kepala Desa yang melaksanakan seleksi Perangkat, dan Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa untuk 800 lebih formasi.

Di tengah penandatanganan kerjasama tersebut, muncul kasak kusuk dan keresahan para Kepala Desa dan Ketua Panitia Pelaksana Seleksi Perangkat Desa, pasalnya adanya surat pembatalan kerjasama dari pihak Universitas Muria Kudus, padahal sudah terlanjur dipilih oleh sebagian Panitia Pelaksana Desa dan Kepala Desa, untuk 200 lebih formasi, pada Rakor Pemaparan Pihak Ketiga, pada hari Rabu (12/1/2022) lalu.

Praktis hanya ada penandatanganan antara Pihak IAIN Pekalongan dengan Panitia Seleksi Perangkat Desa untuk pengisian 500 lebih formasi. Sontak para Kepala Desa dan Panitia Seleksinya yang memilih UMK Kudus resah dan kecewa.

“Kami merasa dipermainkan, kenapa dibatalkan secara sepihak, padahal waktunya sudah dekat, lalu untuk apa mereka kemarin ikut pemaparan, kami minta Pemkab menentukan mana yang bisa melaksanakannya, sesuai dengan kriteria yaitu Universitas Berakrediatasi A, bertanggungjawab, dalam melaksanakan CAT ini,” ujar salah satu Ketua Panitia.

Melihat kondisi tersebut, PLT Kepala Dinas PMD Blora, Yayuk Windarti, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar – besarnya, atas kondisi yang tak terduga dan tak terprediksi sebelumnya. Yayuk mengungkapkan, bahwa pihaknya juga telah mewanti – wanti sebelumnya, agar pihak ketiga bersiap apabila terpilih sebagai pelaksana CAT.

“Kami mohon maaf, atas kejadian yang tak terduga ini, pihak UMK tidak jadi bekerjasama dengan Panitia Desa, padahal mereka sudah ikut dalam pemaparan dan dipilih oleh sebagian, oleh karena itu, kami akan siapkan langkah selanjutnya, untuk memilih Perguruan Tinggi yang siap melaksanakannya,” ujarnya.

Sementara itu, di saat yang sama, hadir jajaran dari Tim Perguruan Tinggi dari Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang alias Untag Semarang, yang diprediksi akan menggantikan UMK Kudus, sebagai alternatif, yang juga telah melakukan pemaparan sebelumnya di hari dan tempat yang sama, Rabu (12/1/2022).

“Kami siap melaksanakan ujian CAT untuk seleksi Perangkat Desa, dan ini bukan pertama kali kami digandeng oleh Desa, kami sudah memiliki pengalaman tiga puluh kali menyelenggarakan ujian CAT, dengan perlengkapan dan fasilitas yang sesuai kebutuhan, dan hasil CAT nantinya bisa dipertanggungjawabkan secara real time, jadi bisa diketahui secara cepat, saat itu juga, tanpa jeda,” ungkap Dr. Rini Pertiningsih, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Untag 1945 Semarang. (*)