APTRI Blora Optimistis PG GMM Bulog Giling 2026, Renovasi Pabrik Segera Dilakukan

Korandiva-BLORA.– Penasehat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora, Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., melakukan silaturahmi ke rumah Ketua APTRI Blora, Drs. H. Sunoto, di Desa Ngampon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Senin Pon (26/1/2026).
Silaturahmi tersebut bertujuan memupuk semangat juang dan kesabaran, khususnya bagi jajaran pengurus APTRI Blora dalam memperjuangkan keberlangsungan operasional Pabrik Gula (PG) PT GMM Bulog.
“Kunjungan ini untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat dan kesabaran dalam perjuangan petani tebu,” ujar Bambang.
Kedatangannya disambut hangat oleh Sunoto yang juga mantan Kepala Desa Ngampon selama dua periode. Suasana penuh kekeluargaan dan keakraban mewarnai pertemuan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Sunoto mengungkapkan optimismenya bahwa PG PT GMM Bulog akan tetap melaksanakan giling tebu pada tahun 2026. Keyakinan itu muncul setelah dirinya mendapat informasi dari Direktur Keuangan Bulog, Hendra Susanto, bahwa pengajuan margin fee Bulog sebesar 7 persen ke Sekretariat Negara telah disetujui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Jumat (23/1/2026).
“Persetujuan itu menjadi tanda bahwa renovasi pabrik gula PT GMM Bulog akan segera dilaksanakan. Dua boiler yang rusak akan diganti dengan yang baru, sekaligus dilakukan reformasi total pembenahan personel dan manajemen internal,” jelas Sunoto.
Menurutnya, komitmen tersebut juga pernah disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani, dalam rapat khusus terkait keberlangsungan PG PT GMM Bulog pada 21 Januari 2026. Dalam rapat itu, Dirut Bulog menyatakan bahwa apabila margin fee sebesar 7 persen disetujui, maka berbagai aspirasi dari Pemerintah Kabupaten Blora dan APTRI akan segera direalisasikan.
Aspirasi tersebut sebelumnya disampaikan oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora H. Mustopa, S.Pd.I., serta pengurus APTRI Blora, yakni Ketua Drs. H. Sunoto dan Sekretaris Anton Sudibdyo, S.Ag.
Sunoto pun mengingatkan pentingnya komitmen terhadap janji, baik secara moral maupun keagamaan.

“Sebagai umat Muslim, ingkar janji termasuk dosa besar dan menjadi salah satu ciri orang munafik. Itu juga menjadi hutang moral yang harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya, seraya mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang tanda-tanda kemunafikan.
Tiga Langkah Strategis APTRI
Guna mengawal realisasi renovasi pabrik, Sunoto menyebut APTRI Blora telah menyiapkan tiga langkah strategis.
Pertama, pengurus APTRI akan segera berkirim surat kepada Direktur Utama Perum Bulog agar renovasi PG PT GMM Bulog segera direalisasikan, mengingat musim giling 2026 tinggal menghitung bulan dan perbaikan boiler memerlukan waktu yang tidak singkat.
Kedua, APTRI akan beraudiensi dengan Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Blora guna memohon dukungan moril serta dorongan kepada para petani tebu agar tetap sabar dan ikut mengawal proses renovasi pabrik.
Ketiga, pengurus APTRI akan menggelar rapat konsolidasi guna memperkuat soliditas organisasi dengan semangat satu komando dan satu tujuan, demi memperjuangkan kesejahteraan petani tebu.
Sementara itu, Penasehat APTRI Bambang Sulistya mengimbau para pengurus dan petani tetap bersabar menunggu realisasi hasil perjuangan yang telah dilakukan.
“Saya minta para petani tetap tenang, sabar, dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menyikapi perkembangan ini. Rawat tebu dengan baik dan jangan lupa berdoa. Semoga musim giling 2026 membawa hasil yang lebih baik dibanding 2025 yang penuh musibah. Doa adalah senjata pamungkas bagi orang beriman,” tuturnya. (*)



