BLORAJAWA TENGAH

Dari Blora untuk Sumatera: Kepedulian PWRI di Penghujung Tahun

Korandiva-BLORA.- Di penghujung Tahun 2025, ketika kalender hampir ditutup dan suasana refleksi menyelimuti banyak kalangan, kepedulian justru tumbuh dari para purnabakti yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora. Rabu (31/12/2025), sebagian pengurus PWRI menyempatkan diri bersilaturahmi, sembari membawa amanah kemanusiaan untuk saudara-saudara mereka yang tertimpa bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatera.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menggugah empati keluarga besar PWRI Blora. Dari keikhlasan para pengurus dan anggota, terkumpul bantuan dana yang kemudian diserahkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora agar dapat segera disalurkan kepada para korban.

Silaturahmi tersebut dihadiri sejumlah tokoh PWRI Blora, di antaranya H. Soedadyo, SH, Sekretaris PWRI sekaligus mantan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Blora; Sugito, SH, Bendahara PWRI yang juga mantan Kepala Bagian Hukum Setda Blora; serta Patuh Wiji Nuryani, S.Pd., staf Kantor PWRI Kabupaten Blora.

Rombongan PWRI diterima langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Blora, H. Sutaat, S.Pd., mantan anggota DPRD Blora, yang didampingi Wakil Ketua II Baznas Bidang Pendistribusian, KH. Nur Rohim, bersama jajaran pejabat Baznas lainnya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh canda, mencerminkan hubungan kekeluargaan yang telah lama terjalin antara PWRI dan Baznas Kabupaten Blora.

Hubungan harmonis itu bukan hal baru. Selama ini, PWRI dan Baznas kerap bersinergi dalam kegiatan sosial. Bahkan, setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, PWRI secara rutin menerima bantuan paket sembako dari Baznas sebagai wujud perhatian kepada para purnabakti.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari keluarga besar PWRI Blora. Bantuan ini segera akan kami salurkan kepada saudara-saudara kita yang saat ini tengah mengalami musibah,” ujar H. Sutaat dengan penuh apresiasi. Ia menambahkan, pihak Baznas juga akan melaporkan bantuan tersebut kepada Bupati Blora untuk menentukan waktu dan mekanisme penyalurannya.

Total dana kemanusiaan yang berhasil dihimpun keluarga besar PWRI Kabupaten Blora mencapai Rp 23.200.000,00. Angka itu mungkin tampak sederhana, namun di baliknya tersimpan nilai solidaritas dan keikhlasan yang besar. Dana tersebut berasal dari sumbangan pengurus dan anggota PWRI di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan.

Pengurus dan anggota PWRI Kabupaten Blora menyumbang Rp 3.870.000, disusul PWRI Kecamatan Kunduran Rp 3.300.000, PWRI Kecamatan Randublatung Rp 2.125.000, PWRI Kecamatan Tunjungan Rp 2.100.000, PWRI Kecamatan Todanan Rp 1.700.000, serta PWRI Kelurahan Kuden Rp1.500.000. Sumbangan juga mengalir dari PWRI Kecamatan Sambong, Japah, Kedungjenar, dan berbagai kecamatan serta kelurahan lainnya dengan nominal antara Rp 200.000 hingga Rp 500.000.

Penggalangan dana dilakukan melalui Kotak KPK yang disediakan di Kantor PWRI Kabupaten Blora. KPK, yang merupakan akronim dari Kerukunan, Peduli, dan Kepyur atau Berbagi/Sedekah, menjadi simbol magnet kepekaan sosial para anggota PWRI di tengah situasi yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai “zaman kalabendu”, zaman yang menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji atau teori.

Gerakan kepedulian ini juga sejalan dengan imbauan Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, SIP., M.Si., saat resepsi Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora, agar masyarakat Blora turut peduli kepada korban bencana hidrometeorologi di Sumatera. Selain itu, semangat tersebut diperkuat oleh surat edaran Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah, Drs. H. Hendro Martoyo, MM.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 18 Desember 2025 turut menjadi pemantik empati. BNPB mencatat, bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah merenggut 1.059 korban jiwa, menyebabkan 192 orang hilang, sekitar 7.000 orang luka-luka, serta merusak sedikitnya 147.000 rumah.

Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ir. Bambang Sulistya, M.MA., berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban sekaligus mempererat nilai persaudaraan.
“Semoga kepedulian dari para pengurus dan anggota PWRI ini dapat menjadi perekat kerukunan serta meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Ini juga menjadi bagian dari pengamalan sesanti kami: setiap detik berbuat baik, setiap melangkah untuk beribadah,” ungkapnya. (*)

BERITA TERKAIT