JAWA TENGAHPATI

Video Tarian di Pendopo Kudus Ramai di Media Sosial, DPRD Minta Evaluasi Acara KONI

Korandiva-PATI.- Beredarnya video penampilan tarian dalam sebuah acara di Pendopo Kabupaten Kudus ramai diperbincangkan warganet di berbagai platform media sosial. Tayangan tersebut menuai pro dan kontra karena dinilai tidak sesuai dengan norma kesopanan, terlebih lokasi kegiatan berada di ruang resmi pemerintahan yang memiliki nilai simbolik bagi masyarakat Kudus.

Video yang viral itu diketahui direkam saat kegiatan yang diinisiasi oleh KONI Kudus pada Senin malam (29/12/2025). Sejak tersebar luas, banyak warganet menyampaikan kritik dan mempertanyakan kelayakan konsep hiburan yang ditampilkan di lingkungan pendopo.

Sorotan juga datang dari kalangan legislatif.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus, Mardijanto, mengaku terkejut setelah mengetahui video tersebut viral. Ia menilai penampilan tarian itu kurang pantas digelar di Pendopo Kabupaten Kudus, yang selama ini dijunjung sebagai tempat sakral dan representasi nilai budaya daerah.

Menurut Mardijanto, Pendopo Kudus bukan sekadar gedung pemerintahan, tetapi juga simbol penghormatan terhadap sejarah dan karakter religius masyarakat. Ia menegaskan bahwa Kudus dikenal sebagai Kota Santri, sehingga setiap kegiatan resmi semestinya mencerminkan etika dan kearifan lokal yang dijunjung tinggi.

Ia juga menepis anggapan bahwa tarian tersebut dapat dikategorikan sebagai cabang olahraga. Mardijanto menyebut masih banyak pilihan pertunjukan lain yang lebih edukatif dan sesuai untuk ditampilkan, seperti pencak silat atau seni bela diri. DPRD pun berencana memanggil pengurus KONI Kudus guna meminta penjelasan atas peristiwa yang menjadi sorotan publik tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kudus, Ali Ihsan, berharap polemik ini menjadi pembelajaran bersama. Ia menekankan agar seluruh organisasi di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Kudus lebih berhati-hati dalam menyusun konsep acara, sehingga setiap kegiatan publik tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga membawa nilai edukasi serta sejalan dengan norma sosial dan budaya setempat. (*)

BERITA TERKAIT