30 C
Blora

Ngopi Bareng Forkopimda, Bakesbangpol Blora Ajak Senior Jaga Kondusifitas Daerah

Korandiva-BLORA.- Aroma kopi hangat dan suasana akrab menyelimuti Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Kamis (18/12/2025). Di tempat itulah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Blora menggelar Ngopi Bareng Forkopimda, sebuah forum santai namun sarat makna untuk merawat kebersamaan dan menjaga kondusifitas wilayah.

Mengusung tema “Menjaga Kondusifitas Wilayah”, kegiatan ini menjadi ruang temu lintas generasi, lintas institusi, sekaligus lintas pengalaman. Para pemangku kebijakan duduk sejajar dengan para senior dan purna tugas, berbagi cerita, pandangan, dan kepedulian terhadap masa depan Kabupaten Blora.

Kepala Bakesbangpol Blora, Sujianto, SE., MM., menyebut forum ngopi bareng ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga dialog strategis untuk merawat stabilitas dan kerukunan sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus bergerak.

Hadir sebagai narasumber Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Ketua DPRD Kabupaten Blora H. Mustopa, S.Pd.I, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Blora Nunung Kristiyani, SH., MH., serta Kepala Bakesbangpol Sujianto yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Blora. Sementara pesertanya berasal dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Paguyuban Jati Kuncoro, serta Persatuan Isteri Pensiunan (PIP) Pemda Blora.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini tampak menikmati momen perjumpaan dengan para senior. Di tengah padatnya agenda pemerintahan, ia mengaku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bersilaturahmi dan melepas rindu.

“Pertemuan seperti ini sangat kami harapkan dapat melahirkan masukan, ide, dan kritik yang membangun demi kemajuan Kabupaten Blora,” tuturnya.

IMG 20251221 WA0001

Perempuan yang akrab disapa Budhe Rini itu juga mengungkapkan berbagai persoalan yang silih berganti dihadapi daerah, mulai dari kebakaran, banjir, perundungan anak sekolah, kasus keracunan makanan dalam program MBG, hingga pembahasan APBD yang terdampak efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Belum lagi persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026.

Di hadapan para senior, Budhe Rini berharap dukungan dan kebijaksanaan mereka dapat menjadi penyejuk di tengah masyarakat, sehingga Blora tetap aman, damai, harmonis, dan guyub rukun paseduluran sak lawase.

Sementara itu, Ketua DPRD Blora H. Mustopa memaparkan sejumlah kebijakan strategis DPRD yang diarahkan untuk menopang pembangunan daerah. Mulai dari persetujuan pinjaman daerah sebesar Rp315 miliar guna mendukung pembangunan infrastruktur, dukungan judicial review Undang-undang Dana Bagi Hasil Migas Blok Cepu ke Mahkamah Konstitusi, hingga persetujuan hibah tanah untuk Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta pendirian Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Blora.

Di tengah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 430 miliar, DPRD Blora, kata Mustopa, tetap berupaya menjaga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN dan masih mampu mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp 39 miliar.

Dari sudut pandang yudikatif, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Blora Nunung Kristiyani menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pemerintah daerah dalam menjaga kondusifitas wilayah. Salah satunya melalui penguatan dan sosialisasi Restorative Justice agar persoalan hukum dapat diselesaikan dengan pendekatan keadilan yang lebih humanis.

Senada, Kepala Bakesbangpol Blora Sujianto mengingatkan pentingnya peran semua elemen masyarakat, terutama para senior, untuk menjadi penyejuk suasana dan penangkal provokasi.

IMG 20251221 WA0002

“Perbedaan pandangan jangan sampai menjadi sumber konflik, tetapi justru mempererat kebersamaan dan kerukunan,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjunjung kearifan lokal dengan sesanti crah agawe bubrah lan rukun agawe santosa sebagai fondasi mewujudkan Nyawiji Mbangun Blora, Akur, Makmur, Misuwur yang berlandaskan Pancasila.

Suasana makin cair saat sesi dialog dibuka. Ketua PWRI Kabupaten Blora Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., tak menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, undangan ke Pendopo Rumah Dinas Bupati merupakan peristiwa yang berkesan bagi para pensiunan.

“Kegiatan ini menjadi momen bersejarah. Baru kali ini para wredatama mendapat kehormatan berkumpul di sini,” ungkap mantan Sekda Blora itu.

Ia berharap tradisi baik tersebut dapat terus dilestarikan, bahkan dikembangkan. Salah satu usulannya adalah penyelenggaraan olahraga rekreasi bersama Forkopimda secara rutin dengan melibatkan KORMI Kabupaten Blora, sekaligus peningkatan dukungan anggaran APBD 2026 untuk KORMI. Tak hanya itu, ia juga mengusulkan pembangunan pusat rekreasi keluarga di lokasi bekas lapangan golf.

Ngopi bareng pun ditutup dengan makan bersama dan pembagian paket sembako. Para peserta pulang dengan wajah sumringah, membawa kesan hangat bahwa dari secangkir kopi dan obrolan santai, persaudaraan dan kebersamaan untuk Blora bisa terus dirawat. (*)

Berita Terbaru

spot_img

Berita Terkait