BLORAJAWA TENGAH

Ruang UKS Pertama untuk TK Pertiwi 2 Plosorejo: Penantian Panjang yang Terbayar

Korandiva-BLORA.- Bagi Sri Larasati, S.Pd.AUD, sebuah ruang kecil berukuran 4×6 meter itu mempunyai arti besar. Setelah 16 tahun menunggu, Kepala TK Pertiwi 2 Plosorejo itu akhirnya bisa bernapas lega. Sekolah yang ia pimpin sejak 2009 kini resmi memiliki ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sendiri—sesuatu yang selama ini hanya menjadi harapan.

“Alhamdulillah, sekarang jika ada anak sakit bisa segera kami tangani di ruang UKS ini,” tuturnya dengan nada lega ketika ditemui wartawan, Rabu (3/12/2025).

Ruang UKS yang baru itu datang sebagai bantuan dari Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pendidikan senilai Rp 86.908.000. Bukan hanya bangunan, tetapi juga lengkap dengan mebel yang siap digunakan. Bagi sekolah kecil di Dukuh Tlogo, Desa Plosorejo, Kecamatan Randublatung, fasilitas ini bagaikan berkah yang lama ditunggu.

Selama bertahun-tahun, berbagai kegiatan kesehatan—mulai dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar kepala, hingga pertolongan pertama—dilakukan di ruang kelas. Akibatnya, proses belajar sering terganggu karena kelas harus disulap menjadi tempat layanan kesehatan sementara.

“Pelayanan UKS selama ini terpaksa di ruang kelas, sehingga belajar anak-anak harus berhenti dulu,” ujar Bu Sri, yang merupakan alumni UT Semarang angkatan 2010.

TK Pertiwi 2 Plosorejo memiliki 40 murid yang sehari-hari diasuh oleh dua guru dan satu kepala sekolah. Peserta didiknya berasal dari tiga dukuhan: Tlogo, Ngrawut, dan Wangon. Dengan dua ruang kelas yang tersedia, aktivitas belajar berlangsung sederhana namun penuh semangat.

Karena itu, kehadiran ruang UKS menjadi penyegar suasana—bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk kualitas layanan pendidikan. Di tengah peningkatan standar akreditasi, keberadaan UKS menjadi salah satu elemen penting yang selama ini belum terpenuhi.

Namun, perjuangan Bu Sri belum selesai. Setelah ruang UKS akhirnya terwujud, ia masih menyimpan satu harapan lagi.

“Harapan kami, tahun depan bisa dibantu pembangunan ruang kantor, karena saat ini kami belum memilikinya,” katanya.

Bagi sebagian sekolah besar, permintaan itu mungkin terdengar sederhana. Tetapi bagi TK Pertiwi 2 Plosorejo, satu ruangan baru saja bisa mengubah banyak hal. (*)

BERITA TERKAIT