PWRI Blora Ajak Purna Tugas Ramaikan Pasar Tradisional, Gaungkan Gerakan “SOLEH” Jelang Ramadan

Korandiva-BLORA.— Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Ir. H. Bambang Sulistya, M.M.A., mengajak para purna tugas untuk mendukung sekaligus membumikan imbauan Bupati Blora Arief Rohman agar masyarakat kembali berbelanja di pasar tradisional. Ajakan tersebut disampaikan dalam rapat khusus PWRI di Kantor PWRI Kabupaten Blora, Senin (9/2/2026).
Menurut Bambang, membiasakan belanja di pasar tradisional tidak hanya menggerakkan roda perekonomian secara langsung, tetapi juga membantu keberlangsungan usaha para pedagang kecil. Ia menilai langkah sederhana tersebut memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat akar rumput.
Lebih jauh, Bambang memperkenalkan konsep “SOLEH” sebagai akronim yang dimaknai sebagai rangkaian aktivitas positif saat berbelanja di pasar tradisional.
(S) – berarti Sedekah, yakni memberi lebih kepada pedagang kecil dengan tidak menawar secara berlebihan.
(O) – bermakna Olahraga, berjalan santai di pasar sekaligus rekreasi melihat beragam komoditas dan dinamika transaksi.
(L) – adalah Lakukan silaturahmi, menjadikan belanja sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan kepedulian.
(E) – berarti Enyahkan prasangka buruk terhadap kualitas dan higienitas barang di pasar tradisional.
(H) – bermakna Hadirkan semangat kekeluargaan, kegembiraan, serta kepedulian saat berada di lingkungan pasar.
“Sikap tersebut diyakini dapat menghadirkan keberkahan dan membuka pintu rezeki yang tak terduga,” tegas Bambang yang juga mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Blora itu.
Dalam sesi tanya jawab, muncul gagasan agar anggota yang memperoleh arisan pada hari itu langsung membelanjakan dananya di pasar tradisional. Usulan tersebut disambut antusias. Salah satu anggota, Bukit Effendi, mantan pejabat Badan Pertanahan Nasional, bahkan langsung mengajak peserta rapat untuk beramai-ramai berbelanja di pasar terdekat.
Rapat khusus yang digelar menjelang datangnya Ramadan 2026 itu juga diisi doa dan harapan agar seluruh anggota memperoleh pitulungan atau pertolongan Tuhan, serta diberi kesehatan dan kesempatan menjalankan ibadah di bulan suci. Bambang mengingatkan seluruh pengurus dan anggota PWRI untuk senantiasa bersyukur dan menjaga imunitas tubuh agar dapat menjalani puasa sebulan penuh dalam kondisi prima.

Sementara itu, Soedadyo, mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Blora, menyampaikan lima langkah utama dalam menyambut Ramadan. Pertama, persiapan batin dengan meluruskan niat, memperbanyak istigfar, dan saling memaafkan.
Kedua, persiapan ilmu melalui pemahaman kembali tata cara puasa, tarawih, zakat fitrah, dan amalan Ramadan. Ketiga, persiapan fisik dengan menjaga kesehatan, membiasakan puasa sunah, serta melunasi utang puasa tahun sebelumnya. Keempat, persiapan amalan dengan menetapkan target ibadah seperti khatam Alquran, sedekah, salat sunah, dan zikir.
Kelima, persiapan manajemen waktu dan materi, termasuk pengaturan jadwal ibadah serta pengelolaan keuangan untuk memperbanyak infak dan sedekah.
“Kami berharap Ramadan 2026 menjadi momentum peningkatan kualitas ibadah dan menjadikan kita pribadi yang lebih istiqamah dalam menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya,” ujar Soedadyo. (*)



