Korandiva-BLORA.- Musibah alam berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Sumberjo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, pada Minggu malam (28/12/2025).
Peristiwa tersebut mengakibatkan tujuh rumah warga roboh dan mengalami kerusakan parah. Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa.
Angin kencang yang datang secara tiba-tiba diduga merupakan angin puting beliung, sehingga menyebabkan sejumlah bangunan rumah warga tidak mampu bertahan dan ambruk. Meski demikian, warga setempat tetap bersyukur karena seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri.
Pasca kejadian, aparat gabungan segera mendatangi lokasi bencana untuk melakukan penanganan darurat. Petugas dari Polsek Randublatung, Satpol PP, Damkar, relawan PMI Blora Selatan, serta masyarakat sekitar, bergotong royong mengevakuasi puing-puing bangunan dan membersihkan area terdampak.
Kasi Trantib Kecamatan Randublatung, Sugiyarto, menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim langsung melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan parah.
“Kami bersama tim masih melakukan pendataan kerusakan serta menghitung kerugian yang dialami warga. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 450.000.000,- (empat ratus lima puluh juta rupiah),” jelas Gianto.

Adapun rumah warga yang mengalami kerusakan parah meliputi:
Rumah milik Tamini, Dukuh Nglegok RT 03/RW 03
Rumah milik Saimin, RT 03/RW 03
Rumah milik Suwito, RT 02/RW 01
Rumah milik Ngadiran, RT 07/RW 02
Rumah milik Rohman Alfiansah, RT 06/RW 02
Rumah milik Slamet Riyanto, RT 06/RW 02
Rumah milik Purwati, RT 05/RW 02
Seluruhnya berada di wilayah Desa Sumberjo, Kecamatan Randublatung.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberjo, Kusen, mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa warganya.
“Kami sangat prihatin atas musibah ini. Pemerintah desa akan berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait agar warga terdampak segera mendapatkan bantuan. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang dan masyarakat senantiasa diberikan keselamatan,” tuturnya.
Pemerintah desa bersama instansi terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan lanjutan serta mendorong kepedulian berbagai pihak guna meringankan beban warga yang terdampak musibah tersebut. (*)



