30 C
Blora

Mendekatkan Diri kepada Allah Lewat Ibadah Nawafil

Korandiva-BLORA.- Suasana subuh di Masjid Nurul Falah, Perumnas RW V Kelurahan Karangjati, Blora, Minggu (23/11/2025), terasa lebih hangat ketika H. Zainudin, SH., MH., tampil menyampaikan kultum tujuh menit. Dengan tema “Mendekatkan Diri kepada Allah dengan Melaksanakan Ibadah Nawafil”, pengacara sekaligus dosen ini mengajak jamaah menengok kembali nilai ibadah-ibadah sunnah di tengah derasnya kehidupan digital.

Dalam paparannya, Zainudin menjelaskan bahwa ibadah Nawafil adalah ibadah tambahan yang dilakukan di luar kewajiban fardhu. “Tidak dikerjakan tidak berdosa, tetapi jika dilakukan pahalanya sangat besar,” ujarnya. Ibadah sunnah, katanya, menjadi jalan cerdas untuk menyempurnakan kekurangan ibadah wajib dan sarana menunjukkan kecintaan kepada Allah.

Ia mengutip hadis qudsi riwayat Bukhari tentang kedudukan hamba yang mendekatkan diri melalui amalan Nawafil. Siapa yang melakukannya secara konsisten, menurut hadis tersebut, akan dicintai Allah, doanya dikabulkan, dan hidupnya berada dalam lindungan-Nya.

Zainudin lalu menguraikan berbagai amalan yang termasuk Nawafil: salat rawatib, tahajud, witir, tobat, dua rakaat sebelum Subuh, serta puasa Senin-Kamis, Arafah, Asyura, hingga puasa Daud. Tak ketinggalan, membaca Al-Qur’an, berinfak, bersedekah, dan membantu sesama. Ia mengingatkan sabda Nabi bahwa “sedekah menghapus dosa seperti air memadamkan api.”

Namun, Zainudin memberi catatan penting: semangat ibadah tidak boleh melahirkan rasa lebih suci dari orang lain. “Tidak semua ahli ibadah akan berakhir di surga,” kutipnya dari hadis riwayat Muslim, bila ibadah tidak menumbuhkan kepedulian dan kasih sayang.

Kultum pagi itu ditutup dengan doa agar amalan Nawafil mampu melembutkan hati, menumbuhkan kesabaran, dan menjadikan umat lebih rendah hati. Suatu pesan yang mengalun pelan, namun menancap dalam di tengah rutinitas jamaah di awal hari. (*)

Berita Terbaru

spot_img

Berita Terkait