25.6 C
Blora

Bangun Sekolah Lebih Baik, Warga Turun Tangan di SDN 1 Sarimulyo

Korandiva-BLORA.- Di sebuah sudut Kecamatan Ngawen, semangat gotong royong kembali menggeliat. SD Negeri 1 Sarimulyo, menjadi salah satu dari 58 satuan pendidikan di Kabupaten Blora yang tahun ini menerima kucuran dana revitalisasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk Blora mencapai Rp 38 miliar, tersebar mulai jenjang TK hingga SMP.

Namun, cerita di SDN 1 Sarimulyo bukan semata soal angka. Di sekolah ini, warga, guru, hingga komite bahu-membahu memperbaiki sarana belajar anak-anak melalui pola swakelola.

“Ini kita swakelola, bukan diborongkan. Jadi seminggu sekali kita bayari tukang,” tutur Kepala SDN 1 Sarimulyo, Siti Kumaidah, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/11/2025). Ia tampak bersemangat memperlihatkan rencana renovasi yang sudah lama dinantikan itu.

Dana revitalisasi yang diterima sekolahnya berjumlah Rp 870.503.247. Rinciannya meliputi biaya konstruksi Rp 813.850.291, biaya mebeler UKS sebesar Rp 7.788.750, serta biaya manajemen yang mencakup perencanaan, pengawasan, dan pengelolaan sebesar Rp 48.864.206.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk lima kegiatan utama: rehab enam ruang kelas yang selama ini sudah mulai rapuh, perbaikan toilet, renovasi ruang perpustakaan dan tata usaha, serta pembangunan satu ruang UKS baru yang diharapkan menjadi ruang layanan kesehatan siswa yang lebih layak.

Semua proses dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang dibentuk langsung oleh pihak sekolah. Ini merupakan ketentuan yang tertuang dalam petunjuk teknis program revitalisasi. Siti Kumaidah bertindak sebagai penanggung jawab. Ia didampingi Dwi Agung Dewantoro Putro sebagai ketua panitia, seorang warga yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi. Sekretaris dipegang Wartono dari komite sekolah. Bendahara dipercayakan kepada Letterina Andan Dewi, guru di sekolah tersebut, sementara Eko Juli Prasetya, warga yang berpengalaman mengelola pekerjaan bangunan, menjadi kepala pelaksana. Untuk keamanan, Suroto dari komite turut dilibatkan.

Kabid Sarpras Disdik Kabupaten Blora, Sandy Tresna Hadi, mengatakan bahwa pola swakelola memang menjadi pilihan yang memberi ruang partisipasi warga. “Kepala sekolah sebagai penanggung jawab membentuk P2SP. Pengerjaan dilakukan oleh masyarakat yang memiliki kemampuan, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar,” ujarnya.

Bagi SDN 1 Sarimulyo, pembangunan ini bukan sekadar memperindah bangunan sekolah. Lebih dari itu, menjadi simbol kuatnya kepedulian masyarakat terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.
Suara ketukan palu dan semangat bergotong royong yang kini setiap hari terdengar di lingkungan sekolah, seolah menjadi harapan baru: bahwa ruang belajar yang lebih baik akan melahirkan cita-cita yang lebih tinggi bagi generasi Ngawen di masa depan. (*)

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait