Semarang-DIVA.— Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Jawa Tengah menggelar Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Tingkat Provinsi, yang dirangkai dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), di Aula Wisma Perdamaian, Jalan Imam Bonjol 209, Semarang, Rabu (27/8/2025).
Dalam sambutannya, Ketua PWRI Jawa Tengah, Drs. H. Hendro Martoyo, MM., menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk menunjukkan semakin kuatnya kecintaan para lanjut usia (lansia) terhadap organisasi. “Dengan ungkapan Jawa tresnaku PWRI sak lawase, kami ingin menegaskan bahwa rasa cinta terhadap PWRI terus tumbuh dan menyala,” ujar Hendro, yang juga pernah menjabat Bupati Jepara selama dua periode.
Tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah “Dengan Semangat Merah Putih, PWRI Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Lansia Menuju Indonesia Emas 2045”. Menurut Hendro, ini merupakan momen bersejarah untuk menghormati kontribusi para pensiunan serta mendorong mereka agar terus berpartisipasi aktif dalam pengabdian hingga akhir usia.
PWRI, lanjut Hendro, berfokus pada upaya peningkatan kebugaran jasmani, kesejahteraan wredatama, serta mempererat silaturahmi, kerukunan, dan persatuan para lansia. Ia juga memotivasi seluruh anggota agar tetap berdaya dan menginspirasi, mengingat pengalaman mereka yang telah teruji. “Setiap detik kita bisa berbuat baik sebagai bentuk ibadah,” tegasnya.
Hendro juga memperkenalkan semangat hidup lansia dengan akronim SIGAP, yakni:
S: Syukur dan sabar sebagai modal utama dalam menghadapi kenyataan hidup.
I: Ikhlas dalam mengabdi kepada masyarakat.
G: Gigih dalam perjuangan menggapai cita-cita mulia.
A: Aktif berkarya nyata demi menjadi manusia yang berguna.
P: Pengendalian diri untuk menjauhi larangan dan melaksanakan perintah-Nya.
Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan sosialisasi dari PT Taspen, BPJS, dan pemaparan success story strategi penambahan anggota PWRI dari Kabupaten Grobogan. Selain itu, diserahkan pula berbagai bentuk apresiasi dan bantuan, seperti:
Penganugerahan PPTKWN dan Piagam Penghargaan Wredatama Nugraha
Bantuan alat kesehatan berupa kursi roda dan tripod
Tali asih dan bibit sukun mentega dari Hendrawan, mantan Sekda Jateng
Penyerahan hadiah lomba taplak meja tingkat Jawa Tengah
Untuk lomba taplak, Juara 1 diraih Korwil Pati, Juara 2 Korwil Banyumas, dan Juara 3 Korwil Kedu. Sementara juara harapan berturut-turut diraih oleh Korwil Kota Semarang, Surakarta, dan Pekalongan.
Sambutan dari Pengurus Besar (PB) PWRI Pusat diwakili oleh Wakil Ketua Umum, Joko Sidik Pramono. Ia menekankan pentingnya peringatan HUT sebagai upaya memperkuat rasa cinta terhadap organisasi serta menumbuhkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kerukunan di antara anggota. Ia juga menegaskan bahwa setiap program kerja harus selaras dengan yel-yel PWRI: Sehat, Bangkit, dan Sejahtera.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, Joko berkomitmen untuk terus mendorong perangkat aturan yang bisa mengimplementasikan makna keanggotaan PWRI dengan sistem pasif.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWRI Kabupaten Blora dan Korwil Pati, Ir. Bambang Sulistya, M.MA., juga mengusulkan nama Prof. Dr. Drs. H. Hadi Prabowo, MM., sebagai calon Ketua Umum PB PWRI Pusat pada Munas mendatang. Hadi Prabowo dikenal sebagai tokoh berkualitas asal Jawa Tengah, dengan pengalaman sebagai mantan Rektor IPDN, Sekjen Kemendagri, Pj. Gubernur Sumsel dan Kalteng, serta mantan Sekda Provinsi Jawa Tengah.
Acara ditutup dengan penampilan paduan suara ibu-ibu Kerta Kota Semarang serta lantunan pantun segar yang menghibur:
“Minyak kayu putih digosok di kepala, biar rambut putih semangat tetap menyala.”
“Joko Sembung makan roti, ayo bergabung ke PWRI!”
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Ketua PWRI Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, seluruh Korwil (Pati, Surakarta, Semarang, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan), perwakilan dari PB PWRI Pusat, serta undangan dari pihak terkait dan perwakilan Gubernur Jawa Tengah. (*)