Jalan Cabak-Bleboh Rusak Parah, Warga Tiga Desa Ancam Demo Besar-Besaran jika Tidak Segera Ada Perbaikan

Korandiva – .- Warga tiga desa di yakni Desa Nglebur, Desa Janjang, dan Desa Bleboh melakukan aksi protes unik dengan menanam pohon pisang di sepanjang yang rusak parah, dari Cabak hingga Bleboh. Aksi ini merupakan bentuk ketidakpuasan terhadap kondisi yang sudah lama dibiarkan rusak tanpa ada perbaikan dari pemerintah.

Koordinator aksi, Sait menjelaskan bahwa kerusakan jalan sangat menghambat mobilitas warga, memperburuk kondisi transportasi, dan membatasi akses menuju kebutuhan dasar sehari-hari.

“Kami sudah bertahun-tahun menunggu perbaikan yang tak kunjung datang. Ini sudah sangat mengganggu kehidupan kami,” tegas Sait.

Lebih lanjut Sait menekankan, bahwa selain untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap , penanaman pisang juga mendukung pemerintah Indonesia dalam meningkatkan lokal. “Dengan menanam pisang, kami berharap selain suara kami didengar, kami juga berkontribusi pada ketahanan pangan di daerah kami,” ungkapnya.

Baca Juga:  Protes Jalan Rusak, Warga Sumber-Kradenan Tanami Pohon Pisang dan Urug Lubang Jalan dengan Sampah

Aksi protes ini menarik perhatian publik, terutama dengan tuntutan tegas yang diajukan oleh warga. Sait menambahkan, warga meminta kepastian dari pemerintah mengenai waktu , dengan batas waktu yang jelas.

“Kami menuntut kepastian kapan jalan ini akan diperbaiki, dan kami beri waktu hingga 10 April 2024 untuk mendapatkan jawaban yang jelas dari pemerintah,” kata Sait.

Jika pada tanggal tersebut tidak ada kepastian atau tindakan nyata, warga dari tiga desa mengancam akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor Bupati sebagai bentuk kekecewaan dan tuntutan yang lebih keras. “Jika tidak ada keputusan konkret, kami akan turun ke jalan dengan massa yang lebih besar untuk menuntut perbaikan,” tambah Sait.

Baca Juga:  Tuntut Revisi UU Desa, Ratusan Kades Asal Blora Geruduk DPR RI

Warga berharap pemerintah daerah dan pusat segera memperhatikan kebutuhan dasar mereka dan tidak hanya berjanji tanpa adanya tindakan nyata, demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. (*)