Ada Gangguan Mesin, Helikopter TNI AD Mendarat Darurat di Persawahan Randublatung-Blora

Korandiva-.- Helikopter milik AD melakukan pendaratan darurat di area persawahan wilayah Dusun Tindik, , , .

Dandim 0721 Blora Letnan Kolonel Czi Yuli Hartanto menerangkan, bahwa helikopter Mi-17 itu mendarat darurat karena gangguan di bagian mesin.

“Pendaratan darurat berjalan mulus, dan alhamdulillah sepuluh kru atau penumpang dari heli tersebut semuanya dalam keadaan selamat semua,” terang Letkol Yuli.

Menurut Dandim, tidak lama lending Helikopter Beli 412 berpenumpang enam personil dengan membawa peralatan untuk mperbaiki helikopter Mi-17,” lanjut Letkol Yuli.

Sebagaimana info yang diterima awak media, Helikopter Mi-17 tersebut penerbangan dari menuju untuk menjalankan latihan.

Baca Juga:  UT Pokjar Cepu Akan Gelar Webinar dengan Tema "Digital Berkemajuan"

Dengan adanya Helikopter mendarat, masyarakat sekitar dan warga desa tetangga tumplek-blek berdatangan untuk melihat heli dari jarak dekat.

Sementara itu Sekretaris Desa Kadengan, Dwiyanto mengungkapkan adanya pesawat milik yang melakukan pendaratan darurat di wilayah desanya. Dia mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, Sabtu (2/11).

“Tadi pagi kisaran jam setengah delapan (07.30 WIB). Lokasinya di Dukuh Tindik, Desa Kadengan,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dia dapatkan terdapat kendala pada helikopter saat penerbangan. Kemudian pilot melakukan pendaratan darurat di area persawahan.

“Dalam perjalanan diduga sudah ada kendala pada mesin, ada yang trouble. Ini masih dalam perbaikan,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa penerbangan helikopter tersebut berasal dari Surabaya menuju ke Semarang.

Baca Juga:  Makan Bahu Jalan, Pembangunan Pasar Desa Trembulrejo-Ngawen Dihentikan

“Itu informasinya helikopter TNI AD dari Surabaya mau ke Semarang. Mendarat darurat di sawah,” bebernya.

Helikopter yang melakukan pendaratan darurat itu berwarna hijau yang khas dengan warna tentara. Di bagian ekornya terdapat tulisan TNI-AD dan terdapat gambar bendera merah putih. (*)