Semua tulisan dari Bambang Sugiarto

Membahayakan Pengguna Jalan, Warga Desa Gembong Gotong Royong Perbaiki Jalan dan Jembatan

PATI.-

Warga Dukuh Bunton RT.04/RW.01, Desa Gembong Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, Rabu (01/06/2022) bergotong royong memperbaiki jalan rusak. Warga terpaksa mengumpulkan dana secara swadaya untuk mengecor serta menambal jembatan yang notabenya berstatus jalan DPU/jalan kabupaten itu karena kondisinya mulai rapuh dan kelihatan kerangka besinya dan nyaris ambrol.

Keberadaan jembatan itu cukup vital, sebagai nadi perekonomian warga di beberapa desa. Jembatan itu merupakan jembatan penghubung antar Desa Gembong dan desa sekitar.

Salah satu warga bernama Kesno mengatakan, padatnya lalu lintas di pagi hari berbarengan dengan anak anak berangkat sekolah dan aktivitas warga yang lain tak jarang terjadi insiden pengendara motor terjatuh di jalan tersebut. Minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Pati, mendorong warga untuk gotong royong.

“Kami berharap agar Pemkab Pati segera mengagendakan pembangunan jembatan dan jalan di wilayah kami,” ucap Kusmanto, Ketua RT.04/RW.01.

Tampak terlibat dalam kegiatan tersebut, kepala Desa Gembong di dampingi perwakilan salah satu anggota BPD setempat.

“Saya akan laporkan kondisi jalan ini secara berjenjang ke pemerintah kecamatan untuk dilanjutkan ke Pemkab Pati supaya cepat ditindak lanjuti,” ucapnya. (*)

Untung Styawan Dilantik sebagai Sekdes Desa Gembong

JAWA TENGAH

  • – PATI

Bertempat di aula balai Desa Gembong Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, Kamis pagi (02/03/2022) dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sekertaris desa Gembong oleh kepala desa setempat.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya CamatGembong beserta staff, Kapolsek dan Babhinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, Ketua BPD beserta anggota, Ketua LPMD beserta anggota, dan pengurus RW serta tokoh masyarakat.

Camat Gembong, Cipto Manggun Oneng SH MH mengucapkan selamat atas terpilihnya Sekdes yang baru dilantik.

“Semoga bisa senantiasa bersama-sama dengan Pemdes membangun desa agar lebih baik dari tahun kemarin,” ujar Camat.

“Kita berharap pasca pelantikan, Sekdes segera bisa melakukan aktivitas bersama perangkat desa yang lain agar roda pemerintahan berjalan maksimal,” ucap Kades.

Menurutnya, Sekdes yang sudah dilantik bisa terus meningkatkan skill dan kemampuan demi kemajuan desa. Camat juga mengingatkan, pasca pelantikan ini Sekdes harus terus meningkatkan pelayanan desa agar masyarakat desa semakin terbantu dalam semua kebutuhannnya.

“Kami ucapkan selamat kepada sekretaris desa terpilih, Saudara Untung Styawan yang dulunya kasi pemerintahan desa mulai hari ini sudah definitif di tetapkan sesuai proosedur sesuai perundang undangan yg ada mulai dari segi adtministrasi penggusulan dari bawah sampai ijin bupati secara tertulis.

Ditemui secara terpisah, Sekdes terpilih mengatakan siap melayani masyarakat 24 jam apabila di butuhkan.

“Dan, saya ucapkan banyak terima kasih kepada tamu undangan yang hadir,” ujarnya. (*)

Rirare Cafe, Tempat Nongkrong Baru Bernuansa Klasik dan Unik Resmi Dibuka di Pati

Tambah satu lagi cafe di Pati. “rirare cafe”, sebuah tempat nongkrong bernuansa klasik dan unik tempoe doeloe yang beralamat di Dukuh Jambean No. 61 , Sidokerto, Pati, Jumat (11/2/2022) secara resmi dibuka.

Pembukaan Cafe yang berlokasi 1 Km sebelah utara dari pusat Kota Pati itu digelar secara sederhana dan tetap menerapkan prokes.

Pemilik cafe, Utuh Nugroho Triatoro, SH,MH dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan yang hadir mulai dari pejabat pemerintah, pengacara, rekan rekan wartawan dari berbagai media dari Pati dan Kudus.

“Mohon doa restunya, mudah mudahan di kasih kelancaran,” ucapnya.

Berbagai macam menu tersedia di “rirare cafe”, mulai dari minuman sehat, cofe coklat, dan minuman lainnya, juga makan ringan hingga masakan chainese. Yang menjadi andalan di tempat ini adalah Cofe Luwak asli budidaya sendiri.

“Semua disajikan dengan nuansa klasik, unik tempo dulu, pokoknya cocok untuk berkumpul bersama teman, keluarga dan rekan bisnis,” ujar pria yang akrab disapa Mbah Utuh itu.

Mbah utuh juga menjelaskan di cafe ini juga menyediakan fasilitas lengkap seperti proyektor untuk acara rapat dan seminar. Dan juga untuk fasilitas ruangan juga indoor ber AC yg bernuansa unik tempo dulu.

“Untuk masalah harga universal-lah mulai warung hingga resto,” tambahnya.

Salah satu tamu undangan, Jumain mengaku terkejut dan terkesima menikmati nuansa unik di “rirare cafe”.

“Ini menjadi motivasi tersendiri buat kami selaku kaum milenial, kedepannya supaya untuk terinspirasi membuat usaha seperti ini,” ujar pria yang menekuni profesi jurnalis itu. (*)

Djeng Asih Bagikan 500 Paket Beras Gratis Bergambar Puan Maharani

PATI. – Paket beras dalam kemasan bergambar Puan Maharani banyak dibagikan kepada warga Kabupaten Pati. Tak hanya di Kota Pati, paket beras juga dibagikan ke seluruh pelosok kecamatan secara gratis.

Seperti dijumpai wartawan pada Sabtu (8/1/2022), bertempat di rumah Sholkan, ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gembong, Djeng Asih dengan melibatkan seluruh Ranting PDI-P Desa Gembong membagikan sekitar 500 paket beras bergambar Puan Maharani di Desa Gembong Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.

Djeng Asih yang memiliki nama lengkap Hj. Suhartini tidak lain adalah istri dari Imam Suroso (alm), yang dulu pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Pada kesempatan itu Djeng Asih menyampaikan, bahwa sebagai srikandi PDI-P dirinya akan maju di Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) mendatang. “Usulan kader dan warga Pati akan saya tampung, untuk saya sampaikan ke pimpinan pusat,” ujarnya.

“Bantuan beras ini salah satu upaya gotong-royong kami untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid 19. Bersama Mbak Puan, kami membagikan beras untuk rakyat,” tandas Suhartini yang akrab disapa Djeng Asih itu.

Sementara itu Solkhan selaku ketua PAC mengatakan, pembagian beras itu untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Tidak hanya kader, lanjut Solkhan, pokoknya seluruh warga masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Kabupaten Pati

Ditambahkan oleh Solkhan, pembagian beras di wilayah Pati tidak memiliki maksud lain kecuali hanya menyampaikan amanat dari Puan Maharani, ketua DPR RI.

”Kalau mau dipolitisir ya silahkan. Tapi kita tidak mempolitisir. Bahwa Mbak Puan mengkomando kita untuk melakukan gotong royong demi meringankan beban masyarakat,” tegas Solkhan

Salah seorang penerima beras bantuan bernama Sutadi, kepada wartawan mengaku senang dengan adanya bantuan beras gratis dari Puan Maharani itu. “Cukup membantu, apalagi kami sebagai masyarakat yang terdampak langsung Pandemi Covid 19,” katanya sambil menambahkan agar bantuan seperti ini tidak sekali ini saja. (*)

Ratusan Dump Truk Ikut Kopi Darat di Waduk Seloromo

PATI. – Ratusan truk milik para anggota Komunitas Dump Truk Mania dari lintas kabupaten Pati dan Kudus, Minggu (12/12/2021) memadati tepian Waduk Seloromo, Gembong, Kabupaten Pati, dalam rangka kopi darat (kopdar).

itupun berlangsung meriah dan disambut

Antusias para anggota Komunitas Dump Truk Mania sudah terlihat sejak kedatangan mereka di pagi hari. Ketua penyelenggara, Lenggok Permadi mengungkapkan bahwa anggota Dump Truk Mania yang datang tidak hanya dari Pati melainkan juga dari Kudus, Demak Purwodadi dan Blora.

“Ada ratusan komunitas, dan kalau jumlah peserta tiap acara Kopdar rata-rata ratusan peserta,” jelas Haji Lenggok, panggilan akrabnya.

Ditambahkan bahwa acara tersebut digelar sebagai ajang silaturahmi antar anggota. “Kita bukan sekedar ramai di media sosial, tapi juga bisa bertemu secara langsung dan menjalin silaturahmi antar anggota.”

Sebelum memasuki acara ramah tamah, kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Dum Truk Mania, Haji Lenggok Permadi pada pkl 13.00 Wib.Acara Kopdar yang sudah berkali-kali diselenggarakan berkali tidak hanya sekedar berkumpul. “Kopdar juga dimanfaatkan untuk mengumpulkan donasi yang rencananya akan disalurkan pada yang membutuhkan, “ jelasnya. (*)

Banyak Ikan Tombro, Waduk Seloromo Surga bagi Pemancing

PATI. – Waduk Seloromo, Pati menyimpan seribu pesona. Keberadaannya, memberikan nuansa sejuk untuk daerah Pati yang secara geografis bersuhu panas akibat berdekatan dengan pantai.

Sejuknya udara di sekeliling Waduk Seloromo disebabkan perbukitan kopi muria. Hamparan air yang tenang menyatu dengan hijaunya perbukitan, merupakan pemandangan cantik Waduk Seloromo jika dibanding dengan Waduk lainnya.

Tepi waduk yang indah seolah melengkapi keinginan Anda yang ingin menikmati suasana alam yang sejuk di pagi hari sembari berolahraga. Siangnya, pengunjung yang gemar memancing dapat menyalurkan hobinya. Waduk Seloromo merupakan surga bagi para pe-mancing, karena terdapat banyak ikan nila dan tombro.

Sore pun tiba, saatnya menikmati panorama dengan naik motor atau berkuda keliling tepi waduk sambil berfoto ria. Anda juga bisa sekedar melepas lelah dengan berteduh di bawah pohon rindang, sambil menunggu malam menjemput.

Bagi yang ingin menikmati suara alam ketika malam menjelang, anda bisa mendirikan tenda tenda kecil di tepi waduk.

“Di sini para pengunjung hanya di bebani biaya kebersihan seribu rupiah untuk masuk ke wisata ini,” kata Sukarno Tungkling, selaku ketua penggelola wisata tersebut.

Selain wajib mematuhi Prokes, himbaun dari pengelola, tidak boleh main di air, dan harus membuang sampah pada tempatnya.

Seorang pengunjung yang datang dari Weleri, Kendal, Wahyu Otong mengakui keindahan Waduk Seloromo. “Tidak hanya tiketnya yang murah meriah, jajanan, makanan, dan oleh-oleh khas Gembong juga terjangkau harganya,” ujarnya. (*)

Waduk Seloromo – Pati, Juara II Lomba Kebersihan Tempat Wisata Tingkat Kabupaten

PATI. – Dalam upaya menanamkan budaya cinta bersih, perusahaan rokok PT Djarum, beberapa waktu lalu mengadakan lomba kebersihan tempat wisata di tingkat kecamatan dan kabupaten dengan tema “SENSASI SENIOR Peduli Covid”.

Kepada para pemenang, penyelenggara lomba memberikan hadiah berupa tropi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan bernilai jutaan rupiah.

Penilaian lomba melibatkan dewan juri independen yang direkrut dari berbagai profesi, diantaranya dari pihak akademisi, jurnalis dan organisasi penggiat lingkungan.

Hasil peniliaan juri, Desa Gembong Pati mendapat predikat Juara 2 kategori Kebersihan, Keindahan Ketertiban tempat wisatanya, yaitu Waduk Seloromo.

Bertempat di Aula Balai Desa Gembong, Selasa pagi (31/08/2021) dilakukan penyerahan hadiah oleh Reza Siwo, Perwakilan PT Djarum wilah Pati kepada Ketua Karang Taruna Aneka Bakti, Haryono yang disaksikan langsung oleh kepala desa setempat dan seluruh tamu undangan yang hadir.

Kepala Desa Gembong Sukardi pada kesempatan itu menyampaikan apresiasinya atas kerja keras pemuda desa yang dinahkodai oleh ketua karang taruna setempat hingga bisa mendapatkan juara di tingkat nasional sehingga bisa jadi contoh desa-desa lain yg berada di sekitar Gembong

“Kepada perwakilan PT Djarum Kudus saya juga ucapkan terimakasih, semoga kedepanya bisa bekerja sama dengan pemerintah desa dalam segi apapun,” tandas Sukardi. (*)

Pasca Hujan Deras, Warga Dukuh Bunton Gotong Royong Perbaiki Saluran Air

PATI. – Salah satu ciri khas Bangsa Indonesia yang masih diakui dunia hingga sekarang adalah budaya gotong royong, karena gotong royong itu sendiri merupakan salah satu pengamalan Pancasila.

Seperti yang dilakukan oleh warga Dukuh Bunton RT.04/RW.01 Desa Gembong – Pati pada Minggu (22/08/2021), seluruh warga serentak bergotong royong membersihkan jalan poros sekaligus memperbaiki badan jalan yang rusak. Selain itu, warga juga menyisir jalur-jalur aliran air yang tersumbat sampah dan rumput-rumput liar, serta membersihkan jalan menuju Mushola At Tawwabin.

Dengan kesadaran dan penuh tanggung jawsab, puluhan warga tampak antusias melaksanakan kegiatan di pedukuhan yang dihuni oleh 40 kepala keluarga itu.

Ketua RT.04, Kusmanto mengatakan, bahwa kegiatan kerja bakti membersihkan jalan poros ini merupakan agenda rutin warganya yang rutin dilakukan empat kali dalam satu tahun.

“Hujan deras mengakibatkan drainase yang berada di jalan poros ambles, agar tidak merembet maka hari ini dilakukan perbaikan. Dan, alhamdulillah banyak warga yang antusias membantu perbaikan saluran air ini,” ujarnya.

Di temui secara terpisah

Sementara itu Kepala Desa Gembong, Sukardi yang hadir dalam kegiatan kerja bakti sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Ini merupakan kegiatan positif dan sangat bermanfaat bagi lingkungan setempat, sehingga perlu dipertahankan dan bisa dicontoh warga yang lain,” tandasnya. (*)

Usir Covid-19, Warga Desa Gembong Baca Doa Tolak Balak di Makam Leluhur

PATI. – Peringatan HUT Kemerdekaan RI yang identik dengan kegiatan kumpul-kumpul, di Desa Gembong – Pati dimanfaatkan untuk mengadakan acara doa bersama agar Pandemi Covid-19 segera sirna.

Moment Agustusan jadi terasa sakral ketika para tokoh masyarakat Desa Gembong menggelar kegiatan spritual adat dengan membaca doa tolak balak yang dipimpin oleh KH Abdul Karim, Rabu (18/8) lalu.

Lokasi doa bersama di makam leluhur yang dipercaya masyarakat setempat, yaitu di Makan Ki Ageng Selo yang berada di Dukuh Selorejo.

Seorang tokoh masyarakat Desa Gembong, Haryanto mengatakan, bahswa Covid-19 masih menjadi ancaman untuk seluruh warga Indonesia, dan lebih khususnya kabupaten pati.

“Kami bersama pemangku adat, dan tokoh agama hari ini melakukan doa bersama untuk mengenang jasa para pahlawan yang ada di Gembong khususnya, Seluruh Indonesia pada umumnya,” ujarnya.

Kepala Desa Gembong, Sukardi yang pada hari itu ikut hadir mengaku senang dan berterimakasih kepada semua warga yang telah ikut berpartisipasi dalam menyediakan makanan.

“Pelaksanaan doa tolak bala di makam leluhur ini dimaksudkan supaya Covid 19 dicabut oleh Allah SWT,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Sukardi juga menjelaskan, bahwa selama pandemi pemerintah telah melakukan banyak upaya penanganan. Meski begitu, upaya-upaya tersebut harus tetap diiringi dengan doa kepada Sang Pencipta.

“Covid ini tidak hanya soal ikhtiar prokes, vaksin, dan sebagainya. Harus ada usaha lain, yaitu doa. Apapun yang kita buat ini dikendalikan oleh Maha Pencipta,” tandas Sukardi. (*)

Waduk Seloromo, Tempat Wisata Alternatif di Masa Pandemi

PATI. – Ketika masyarakat jenuh karena tidak boleh kemana-mana selama pandemi, tiba-tiba nama Waduk Seloromo viral di media sosial.

Waduk Seloromo yang terletak di Desa Gembong yang masih berlokasi di lerengG unung Muria, digambarkan sebagai lokasi wisata dengan keindahan dan pesona alam yang menakjubkan.

Tak heran, areal Waduk Seloromo seolah menjadi obyek wisata dadakan di Kabupaten Pati. Tak hanya masyarakat lokal, wisatawan dari luar desa sudah banyak banyak berdatangan ingin melihat secara langsung keindahan air waduk dan sanset.

Sutadi selaku penggelola wisata dadakan ketika ditemui wartawan, Minggu (08/08/2021) menceritakan, pada awalnya lokasi wisata ini hanya dikunjungi penduduk desa setempat. Mereka menghabiskan waktu sore untuk mancing ikan sambil berfoto selfie.

“Mungkin karena banyak foto-foto wisatawan lokal yang diunggah ke medsos, akhirnya banyak masyarakat luar desa yang penasaran dan ingin melihat langsung ke sini,” ujar Sutadi yang beken disapa Puso itu.

Tidak di sengaja, akhirnya waduk ini menjadi tempat wisata dadakan setelah diposting ke media sosial yang akhirnya menjadi viral. dengan biaya cukup murah dengan memasukan khas kebersihan 1 rb rupiah.

Untuk mengunjungi obyek wisata alam dadakan Waduk Seloromo, pengunjung hanya dikenakan biaya kebersihan seribu rupiah per orang.

Dengan adanya wisata dadakan, diharapkan bisa bisa menopang ekonomi warga sekitar dengan jualan di tempat tersebut

“Waduk Seloromo cukup bagus dan murah meriah, cocok untuk wisata keluarga,” ujar Aryati, salah seorang pengunjung di situ. (*)