PDIP Blora Rombak Pengurus Kecamatan, Bidik Kursi Ketua DPRD 2029

Korandiva-BLORA.— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blora mulai memanaskan mesin politik menghadapi kontestasi mendatang. Melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar di GOR Mustika, Jumat (22/5/2026), partai berlambang banteng moncong putih itu melakukan perombakan pengurus di tingkat kecamatan.
Sedikitnya 15 hingga 20 persen struktur Pengurus Anak Cabang (PAC) diganti untuk masa bakti 2026–2030. Pergantian itu disebut sebagai langkah penyegaran sekaligus penguatan organisasi hingga ke akar rumput.

Ketua DPC PDI Perjuangan Blora, Andita Nugrahanto, mengatakan kepengurusan baru tetap memadukan kader lama dengan wajah-wajah baru yang dinilai memiliki energi dan loyalitas terhadap partai.
“Ada pengurus lama dan ada pengurus baru, sekitar 15 sampai 20 persen,” ujar Andita usai Musancab.

Meski belum secara terbuka bicara soal peta Pilkada 2029, manuver PDIP Blora dinilai menjadi sinyal kuat konsolidasi dini untuk merebut kembali dominasi politik di Kabupaten Blora, termasuk kursi Ketua DPRD yang saat ini berada di tangan PKB.

Setelah pembentukan struktur di tingkat kecamatan rampung, PDIP Blora langsung bergerak menata kekuatan hingga tingkat desa dan anak ranting. Konsolidasi itu ditargetkan selesai pada Juni 2026.
“Kita belum fokus ke pilkada. Tahapan ini baru sampai tingkat kecamatan. Target berikutnya pergantian anak ranting selesai bulan Juni,” katanya.

Namun di balik pernyataan normatif tersebut, langkah percepatan restrukturisasi partai dipandang sebagai upaya memperkuat mesin politik lebih awal dibanding rival-rivalnya.
Andita menegaskan, instruksi dari DPP hingga DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah saat ini menitikberatkan pada harmonisasi internal dan soliditas kader agar tidak terjadi konflik di tubuh partai.
“Semua harus diharmonisasi, tidak ada yang kisruh. Musancab hari ini berjalan lancar dan dihadiri sekitar 1.200 kader dari 16 kecamatan,” terangnya.

Selain merapikan struktur organisasi, PDIP Blora juga mulai membuka ruang bagi generasi muda untuk masuk ke gelanggang politik. Partai menilai anak muda perlu dibekali pemahaman demokrasi agar tidak mudah terseret arus disinformasi politik di media sosial.
“Kami siap menerima anak muda di Blora yang ingin bergabung dan memahami demokrasi secara utuh,” tambahnya.

Dengan mulai bergeraknya mesin partai hingga level bawah, dinamika politik menuju 2029 di Blora dipastikan mulai menghangat lebih cepat. (*)

Koran DIVA Cetak Edisi 1067, Terbit Tanggal 11 Mei 2026

spot_img

BERITA TERBARU

BERITA TERKAIT
Related